Sabtu, 23 Desember 2006

PBB jatuhkan sanksi bagi Iran

PBB jatuhkan sanksi bagi Iran


Resolusi Dewan Keamanan dicapai dengan suara bulat
Dewan Keamanan PBB dengan suara bulat memutuskan untuk menjatuhkan terhadap Iran karena tidak bersedia menghentikan pengayaan uranium.
Sanksi itu melarang pengiriman teknologi dan bahan nuklir ke Iran dan membekukan aset beberapa pejabat senior dan perusahaan Iran.

Wakil Amerika Serikat di Dewan Keamanan memperingatkan bahwa keinginan Iran memiliki senjata nuklir akan membuat dunia kurang aman.

Iran mengatakan program mereka memiliki tujuan damai dan menegaskan mereka akan tetap melanjutkan program nuklir tersebut.

Resolusi itu menuntut Teheran menghentikan semua kegiatan pengayaan uranium, proses untuk memproduksi bahan bakar yang digunakan pada pembangkit tenaga nuklir dan bom.

Pemungutan suara oleh 15 anggota Dewan Keamanan dilakukan tepat dua bulan setelah Inggris, Perancis dan Jerman pertama kali mengajukan rancangan resolusi yang menyarankan sanksi dijatuhkan.


Jika perlu, kami tidak ragu-ragu untuk kembali ke PBB jika Iran tidak menuruti sanksi tersebut


Alejandro Wolff, wakil dutabesar AS di PBB

Rancangan resolusi itu sudah beberapa kali diperbaiki karena mendapat penentangan dari Rusia dan Cina.

Tetapi setelah beberapa bagian rancangan resolusi itu diperlunak, Rusia dan Cina - yang memiliki hubungan keuangan dekat dengan Iran - mendukung proposal tersebut.

Menurut Bab Tujuh dari Pasal 41 Piagam PBB, resolusi harus dituruti tetapi tidak ada ancaman langkah militer.

Namun wakil dutabesar AS di PBB, Alejandro Wolff, mengatakan resolusi itu merupakan pesan keras bahwa akan ada dampak yang serius jika Iran terus menentang masyarakat internasional.

"Jika perlu, kami tidak ragu-ragu untuk kembali ke PBB jika Iran tidak menuruti sanksi tersebut," kata Wolff.

'Pesan keras'

Jurubicara kementerian luar negeri Iran, Mohammad Ali Hosseini, mengutuk resolusi itu yang dia katakan ilegal.

Dia mengatakan kepada televisi pemerintah bahwa keputusan itu "tidak mempengaruhi atau membatasi kegiatan nuklir Iran untuk keperluan damai tetapi akan melecehkan keputusan Dewan Keamanan, yang wewenangnya berkurang."

Beberapa jam sebelum Dewan Keamanan mengambil putusan, Presiden AS George Bush berbicara dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan membahas masalah ini, dan keduanya sepakat untuk mengambil satu langkah bersama.

Dalam pernyataan di hadapan Dewan Keamanan, dutabesar Rusia di PBB Vitaly Churkin, menegaskan bahwa resolusi itu tidak memerintahkan penggunaan kekuatan.

Namun dia mengatakan sanksi mengirim "pesan kuat" kepada Iran tentang perlunya negara itu menuruti lembaga pengawasan nuklir PBB, Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA).

Naskah resolusi itu sudah diperlunak untuk menjawab kekhawatiran Rusia tentang pembekuan aset luar negeri beberapa warga dan organisasi Iran.

Rusia tengah membangun stasiun pembangkit tenaga nuklir di Iran dan Cina memiliki banyak kepentingan minyak di Iran.

Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad mengatakan akan mempertimbangkan kembali hubungan negaranya dengan negara-negara yang mendukung sanksi tersebut.


www.pksplus.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hubungi Kami:

Kantor : Gedung twink Lt 3, Jl Kapten Tendean no. 82, Mampang Prapatan Jakarta Selatan
Telp: 021-73888872/021-70692409

Email : cheriatna@gmail.com




Entri Populer

Info Haji

Biro Travel Haji Plus dan Umroh Prima Saidah