---------------
Jakarta-Ketua MPR Hidayat Nurwahid meminta, uang pengganti 300 riyal per jamaah yang dijanjikan pemerintah tidak dipotong alias disunat.JANGAN sampai ada yang mengurangi pengembalian itu secara penuh seperti yang kadang-kadang terjadi dalam pemberian bantuan langsung tunai dan dana kompensasi lainnya.Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi meminta pemerintah secara utuh meminta maaf kepada jamaah sebelum mereka tiba di Tanah Air.
Saya khawatir, doa ratusan ribu orang itu jelek di tempat yang mustajab. Kalau itu yang terjadi, maka pertanda buruk.
Menanggapi masalah yang sama, Lembaga Advokasi dan Bantuan Hukum Demokrat (LAHBD) yang merupakan lembaga resmi di bawah DPP Partai Demokrat kemarin mulai membuka tiga posko pengaduan jamaah haji yang ingin menggugat class action Menag.
Menurut Direktur LAHBD M Utomo A Karim, gugatan class action terhadap Menag Maftuh Basyuni bukan didasari aroma balas dendam karena anggota Fraksi Partai Demokrat KH Aziddin dipecat gara-gara dituding Maftuh sebagai calo haji.
Dulu kita mengira Maftuh itu the best. Tapi sekarang kan kita lihat sendiri. Class action tidak akan berhenti meski Maftuh mengundurkan diri. Kita ingin ada perbaikan sistem.
Dari Gedung DPR, Ketua Komisi VIII DPR Asrul Azwar mendukung langkah Fraksi PPP DPR untuk menginterpelasi soal kelaparan jemaah haji Indonesia di Tanah Suci. Menurutnya, Presiden memang harus menjelaskan masalah itu di depan rapat paripurna DPR.
sumber:HNW Online
12:43 10/01/2007
---------------


Tidak ada komentar:
Posting Komentar