Keduanya menyatakan itu, menanggapi kecurigaan anggota Komisi I lainnya, yakni Permadi (Fraksi PDI Perjuangan), tentang banyaknya wabah di Indonesia yang sulit dimatikan, tetapi belum pernah secara tuntas diteliti apa penyebabnya serta cara mematikannya. Theo Sambuaga yang juga salah satu Ketua DPP Partai Golkar, terorisme mengenakan bio chemical seperti ini, pernah terjadi di sejumlah negara maju, termasuk Jepang dan Inggeris.
"Dampaknya memang dahsyat juga. Tetapi, untuk mendeteksinya sangat sulit. Tidak seperti aksi teror konvensional yang sudah biasa dengan pakai bom mobil, atau bom bunuh diri dan seterusnya, maka gerakan teror kimia berupa penyebaran berbagai wabah memang butuh investigasi khusus," katanya.Karena itu, Theo Sambuaga mengingatkan untuk mengaktifkan lagi Satuan Nuklir Biologi Kimia (Nubika) di lingkup TNI, di samping pemaksimalan Densus 88 Anti Teror dari Polri.
"Perang terhadap berbagai bentuk teror harus dilaksanakan serentak, massal, tetapi juga untuk upaya-upaya tertentu, mesti dengan teknologi serta manajemen intelijen maupun manajemen penangkalan yang canggih," kata Theo Sambuaga lagi. Sementara itu, Andreas Pareira, mengatakan, kecurigaan rekannya sesama anggota Fraksi PDI Perjuangan, Permadi, logis.
"Sekarang, tugas Badan Intelijen Negara (BIN) untuk membuktikan, benar atu tidak. Dan kalau benar, tugas pemerintah untuk menanggulanginya," katanya singkat.
Sebelumnya, sebagaimana telah disiarkan oleh sebuah stasiun televisi kabel di Jakarta, Permadi mencurigai, banyak wabah di Indoensia, termasuk virus flu burung, sengaja disebar pihak tertentu, bekerjasama dengan asing, dan ini dibiarkan, tidak diteliti. "Mengapa di negara-negara maju, termasuk produsen daging dan ayam, tidak ada wabah ini," tanya Permadi ketika itu. Antara
PKS Story
![]() |


Tidak ada komentar:
Posting Komentar