PM Ismail Haniya
PM Haniya mengharapkan kesepakatan membuka babak baru
Perdana Menteri Palestina Ismail Haniya mengumumkan kabinet persatuan nasional setelah perundingan alot selama berbulan-bulan antara Hamas dan Fatah.
Dia menyebut pengumuman ini menandai sebuah era baru.
Haniya mengatakan, kabinet ini akan bekerja keras untuk menciptakan persatuan nasional, mengakhiri boikot negara-negara barat, serta mengupayakan hubungan baik dengan masyarakat internasional.
Jabatan-jabatan penting seperti menteri keuangan, menteri dalam negeri dan menteri luar negeri akan diisi oleh pejabat-pejabat yang bukan anggota Fatah ataupun Hamas.
Formasi Kabinet ini akan diajukan kepada parlemen Palestina hari Minggu mendatang, untuk mendapat persetujuan.
Kedua belah pihak berharap kesepakatan ini akan mengakhiri kekerasan antara faksi-faksi Palestina dan akan membawa bantuan ekonomi yang sangat dibutuhkan.
Saling curiga
Wartawan BBC Roger Hardy mengatakan, kelahiran kabinet baru Palestina berlangsung alot, akibat rasa saling curiga antara Hamas dan Fatah masih sangat dalam.
Persaingan dua faksi ini sempat membawa Palestina ke ambang perang saudara.
Sekarang dengan berat hati mereka bersedia berbagi kuasa, tapi mereka masih menghadapi tantangan berat.
Ada pertanyaan tentang pejabat yang menguasai keamanan. Resminya jabatan itu dipegang Hani al-Kawasmi, seorang dosen yang diangkat menjadi menteri dalam negeri.
Namun, menurut wartawan BBC, pemimpin militer Hamas dan Fatah tidak akan mau menyerahkan kekuasaan yang ada di tangan mereka.
Boikot
Pejabat yang dipercaya menentukan anggaran adalah ekonom Salam Fayyad yang sangat dihormati.
Tetapi dalam setahun terakhir, karena Hamas diboikot negara-negara Barat, uang masuk ke Palestina lewat berbagai cara, dan tidak banyak yang masuk ke kas negara.
Boikot ini tidak berhasil memaksa Hamas mengakui Israel dan menghentikan perlawanan bersenjata.
Israel dan Amerika Serikat mengatakan tidak akan mau berurusan dengan pemerintah baru ini, kalau dua syarat itu tidak bisa dipenuhi.
Sebaliknya banyak kalangan di Eropa menganggap pemerintah baru ini sebagai realitas yang harus mereka terima, kata wartawan BBC.
Sumber : BBC
Muslim Mobile Media

Tidak ada komentar:
Posting Komentar