Tentara Thailand memeriksa pesantren yang terbakar
Bangunan pesantren terbakar habis akibat serangan tersebut
Setidaknya tiga siswa remaja tewas dalam serangan terhadap sebuah pesantren di Thailand selatan, kata polisi.
Mereka mengatakan bahan peledak dilemparkan ke dalam pesantren di provinsi Songkhla tersebut sebelum para penyerang menembaki kamar tidur para siswa.
Tujuh siswa lainnya menderita luka-luka dalam serangan Sabtu malam, yang oleh polisi dikatakan dilakukan oleh kelompok-kelompok separatis Muslim.
Namun warga desa membantah pernyataan polisi itu dan kemudian menggelar aksi protes.
Ratusan penduduk desa menutup jalan ke pesantren dan menuduh angkatan bersenjata Thailand melakukan serangan itu.
Aksi protes warga
Warga setempat menuduh serangan dilakukan oleh aparat keamanan
Kepala polisi setempat Thammasak Wasaksiri mengatakan dia yakin para pemberontak Muslim bertanggungjawab atas penembakan tersebut.
"Para pemberontak selalu menggunakan taktik menyerang warga Muslim untuk memicu kemarahan warga dan agar warga menuduh polisi atau tentara yang bertanggungjawab atas serangan," kata Wasaksiri seperti dikutip oleh kantor berita Associated Press.
Pada hari Rabu, sembilan orang tewas dalam serangan di sebuah bis mini yang sedang dalam perjalanan dari provinsi Yala ke Songkhla. Polisi mengatakan semua korban adalah warga Buddha.
Sekitar 2.000 orang terbunuh di Thailand selatan sejak kekerasan muncul kembali pada bulan Januari 2004.
BBC Indonesia
PKS Story
![]() |
| Dapatkan PKS Toolbar Di sini: Gratis |


Tidak ada komentar:
Posting Komentar