Senin, 04 Juni 2007

Pilkada Bukan Sarana Untuk Tebar Fitnah

Hal tersebut ditegaskan Tifatul mengingat banyaknya fitnah yang dialamatkan ke PKS menjelang perhelatan akbar Pilkada DKI Jakarta. Tifatul meminta umat Islam yang ikut aktif dalam pelaksanaan pilkada untuk berkompetisi secara sehat.

PK-Sejahtera Online: Presiden PKS Tifatul Sembiring menyatakan bahwa pilkada bukanlah sarana untuk saling memfitnah, terlebih lagi dimasa kampanye.

Hal tersebut ditegaskan Tifatul di Jakarta (29/5), mengingat banyaknya fitnah yang dialamatkan ke PKS menjelang perhelatan akbar Pilkada DKI Jakarta.

“Sesama muslim janganlah saling memfitnah saudara kita. Sebab memfitnah itu dosanya lebih besar dan lebih keras daripada membunuh,” tegas Tifatul.

Lebih lanjut pria yang ahli dalam berpantun ini, juga menegaskan bahwa sesama muslim adalah bersaudara dan diharamkan untuk saling menumpahkan darah, merampas harta dan menghina kehormatannya.

Tifatul mengingatkan dahsyatnya bahaya yang ditimbulkan oleh fitnah. Sebagai contoh ia menceritakan dampak fitnah yang terjadi di negera irak, dimana kaum Suni dan Syiah saling berperang.

“Mereka saling bunuh-bunuhan dan meledakan bom, padahal penjajahnya adalah Amerika,” tutur pemegang gelar insinyur ini.

Tifatul juga memaparkan dampak dari fitnah yang saat ini terjadi di Palestina, dimana Hamas dan Fatah diadudoma. “Mereka berperang, padahal penjajahnya adalah Israel, sehingga kita lupa pada musuh sebenarnya,” cetus Tifatul.

Karenanya Tifatul meminta kepada seluruh umat Islam yang ikut aktif dalam pelaksanaan pilkada untuk berkompetisi secara sehat.

Pada kesempatan yang sama mantan Presiden PKS Hidayat Nurwahid menegaskan bahwa PKS bukanlah organisasi yang anti dengan kegiatan maulid Nabi Muhammad SAW seperti yang dituduhkan banyak pihak. Sebagai contoh konkrit bahwa PKS tidak anti terhadap maulid adalah dengan diselenggarakannya peringatan maulid di sekretariat DPP PKS 10 April lalu.

“Barangkali baru PKS sajalah yang berani menyelengarakan maulid dikantornya, rasanya belum ada partai yang lain menyelenggarakan maulid di kantornya kecuali PKS” tukas Hidayat.

Ketua MPR RI ini juga menyayangkan beberapa pihak yang memberi gelar PKS dengan sebutan GAM (Gerakan Anti Maulid). Padahal jelas Hidayat, PKS adalah komunitas yang cinta Rosulullah SAW dan ingin melaksanakan maulidnya dengan sebenar-benarnya.

“Masya Alloh ! koq tega-teganya ada yang bilang gerakan anti maulid, padahal dikantor DPP sudah dibuat maulid,” kata Hidayat kecewa.

Namun dengan sedikit berkelakar, Hidayat menyudutkan pihak-pihak yang menyebut PKS sebagai GAM.

“Koq mengatakan anti maulid. Kalau anti itu ya Anti Aisyah, Anti Khodijah, Anti Fatimah begitu. Masa antinya maulid, emangnya maulid itu muannas? Kalau maulid itu ya muzakkar. Jadi seharusnya Anta Maulid” gurau Hidayat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hubungi Kami:

Kantor : Gedung twink Lt 3, Jl Kapten Tendean no. 82, Mampang Prapatan Jakarta Selatan
Telp: 021-73888872/021-70692409

Email : cheriatna@gmail.com




Entri Populer

Info Haji

Biro Travel Haji Plus dan Umroh Prima Saidah