Minggu, 28 Oktober 2007

Empat Tokoh Muda Bicara Soal Capres

Empat Tokoh Muda Bicara Soal Capres

Jakarta-RoL-- Empat tokoh muda yakni Menneg Pemuda dan Olahraga Adhyaksa Dault, Ketua Umum Gerakan Pemuda Anshor Saifullah Yusuf, Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Golkar Yuddy Chrisnandi dan Rektor Universitas Paramadina Dr Anis Basweda, berbicara mengenai bakal calon presiden dari kalangan generasi muda di Gedung Sumpah Pemuda, Jakarta, Minggu.

Mereka berbicara usai peringatan hari Sumpah Pemuda, tepat di belakang patung tiga tokoh pemuda yang sedang duduk yakni Moehammad Jamin (Jong Sumatranen Bond), R Katjasungkana (Pemuda Indonesia) dan Soegondo Djojopoespito (Perhimpoenan Peladjar-Peladjar Indonesia) serta patung WR Soepratman yang sedang berdiri memainkan biola.

Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengatakan saat ini sejarah kembali memanggil kaum muda untuk bisa menjadi pemimpin, sementara itu Yuddy mengatakan kaum muda yang mampu jangan takut maju menjadi capres.

Anis Baswedang mengatakan jika pemuda bisa menjawab secara nyata permasalahan bangsa saat ini seperti kemiskinan maka dengan sendirinya rakyat akan mendukung pemuda serta Adhyaksa mengingatkan ia masih menjadi pembantu presiden dan baru akan membicarakan masalah capres tiga bulan sebelum pilpres dilaksanakan.

Gus Ipul mengatakan bahwa dahulu kaum muda muncul saat sejarah memanggil mereka seperti Gajah Mada (Patih Kerajaan Majapahit) serta termasuk Soeharto.

Akan tetapi Gus Ipul mengingatkan mereka hadir dengan ide dan kekuatan yang besar, suatu hal yang juga harus dimiliki oleh kaum muda saat ini yang ingin muncul. Gus Ipul sendiri tidak pesimis terhadap potensi kaum muda untuk memimpin bangsa.

"Banyak yang potensial," katanya antara lain menyebut nama seperti Yuddy yang telah menyatakan siap menjadi capres dan Anis Baswedan yang merupakan tokoh intelektual muda.

Sementara itu Yuddy secara tegas mengatakan generasi muda harus berani menjadi calon pemimpin alternatif. "Saya imbau pemuda untuk tampil dan bangkit. Jangan ragu dan takut jikan ingin maju sebagai capres," katanya.

Ia mengatakan, kaum muda sangat berperan dalam sejarah seperti pada tahun 1908 (kebangkitan nasional), 1928 (Sumpah Pemuda) 1966 (melawan komunis) dan 1998 (menjatuhkan orde baru).

Yuddy mengharapkan pemuda dapat kembali muncul dan berperan di tahun 2007.

Sedangkah Anis mengatakan, pemilu dilakukan dua tahun lagi, tapi saat ini ada persoalan besar yang harus digarap yakni kemiskinan.

Ia mengatakan, jika pemuda berhasil memecahkan masalah kemiskinan maka dengan sendirinya rakyat akan mendukung kaum muda.

"Karena pemuda bisa memberi jawaban atas masalah yang ada. Namun lain halnya jika pemuda hanya menuntut posisi," katanya.

Sedangkan Adhyaksa mengingatkan bahwa ia masih menjadi pembantu presiden sehingga masih fokus dengan tanggung jawab tesebut. Selain itu, katanya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan juga Wapres Jusuf Kalla juga belum menyatakan diri sebagai bakal capres.

"Saya pembantu Presiden hingga dua tahun lagi. Saya masih 'concern' menyelesaikan persoalan bangsa," kata Adhyaksa. Ia mengatakan, tiga bulan sebelum pemilu maka dirinya baru akan menentukan sikap. antara/abi

SMSPlus :. PKS Partai Keadilan Sejaktera Di Indonesia 2009 Apa Kata Media :.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hubungi Kami:

Kantor : Gedung twink Lt 3, Jl Kapten Tendean no. 82, Mampang Prapatan Jakarta Selatan
Telp: 021-73888872/021-70692409

Email : cheriatna@gmail.com




Entri Populer

Info Haji

Biro Travel Haji Plus dan Umroh Prima Saidah