Selasa, 13 November 2007

Kekalahan Tipis Calon PKS di Pilkada Lampung Barat dan Tulang Bawang Lampung

SMSPlus :. PKS Partai Keadilan Sejaktera Di Indonesia 2009 Apa Kata Media :.

Hikmah dari TUBA dan LAMBAR

Rabu, 14/11/2007 - 10:41 — Ibnu havidz
Peristiwa
PKS Lampung
Kekalahan bukanlah akhir dari sebuah pertarungan. Ini merupakan sukses yang tertunda. “Kami sangat berharap kader maupun pendukung di Tuba maupun di Lambar, segera melakukan konsolidasi, jangan terlarut dalam kekalahan,” kata Ketua tim Pemenangan Pemilu (Bappilu) PKS Lampung Vittorio Dwison, menyusul kekalahan dua pasangan calon bupati Tulang Bawang dan Lampung Barat yang diusung PKS.

Pemilihan kepala daerah (pilkada) di kabupaten Tulangbawang dan Lampung Barat yang berlangsung tanggal 6 November lalu telah usai. Di Tulangbawang (Tuba) kepala daerah terpilih adalah Abdurahman Sarbini dengan perolehan suara 152.754 (38,3 persen), sementara di kabupaten Lampung Barat, Perolehan suara terbanyak biperoleh Mukhlis Basri dengan 70.167 suara(32,96 persen).

Khamamik-Julizar, Calon yang diusung yang diusung PKS untuk kabupaten Tulangbawang meraih suara 128.653 (32,26 persen). Sedangkan Erwin Nizar-Kuswanto, calon yang diusung PKS untuk kabupaten Lampung Barat meraih suara 56.561 (28,18 persen).

Sementara berdasarkan pengamatan Beranda Keadilan, pilkada yang berlangsung di Lambar tidak terlihat adanya kecurangan. Sedangkan di Tuba, kecurangan terlihat begitu mencolok. Salah satu bukti kecurangan yang ditemukan oleh tim sukses Khamamik adalah adanya 15.906 warga yang tidak mendapatkan kartu pemilih.

Hal itu dibenarkan ketua umum PKS Tuba Githo, menurutnya sebelum pelaksanaan pilkada pihaknya sudah melakukan dengar pendapat dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Daerah Tuba. “Kami mengusulkan daftar pemilih tetap (DPT) di tempel sampai ke tingkat RT, dan mengusulkan daftar pemilih susulan. Tapi nyatanya hal itu tidak dilakukan,” kata Githo.
Selain itu, ditemukan juga kejanggalan adanya daftar pemilih orang yang sudah meninggal, PNS yang punya kartu ganda, bahkan ada juga yang umurnya belum sampai untuk nyoblos. “Tapi nama-nama itu masih tercantum. KPUD rupanya masih menggunakan data pemilihan presiden dulu,” tambahnya Githo.

Selain adanya laporan tentang "serangan fajar", bentuk intimidasi juga tak luput dari proses jalannya pilkada. “Lebih bahaya lagi, kepala kampung ditunjuk sebagai TS dan mereka melakukan penekanan kepada masyarakat untuk memilih calon tertentu,” kata ketua umum DPD PKS Tulang Bawang tersebut.

Githo menambahkan, berdasarkan bukti-bukti yang berhasil dikumpulkannya salah satu calon membagi-bagikan uang dari dana APBD senilai Rp100 juta. Dana itu dibagikan sehari menjelang pemilihan, sebenarnya dana itu memang untuk pengembangan ekonomi masyarakat menengah ke bawah. jadi itu memang hak rakyat. Bukan dari orang tertentu atau mengatasnamakan pemberian dari orang tertentu saja.

Githo mengisahkan, ia mendapatkan pendidikan politik yang luar biasa dari pilkada kemarin. "Secara tidak langsung ada penguatan struktur partai. Kemudian, persiapan pilgub dan pemilu tahun 2008 dan 2009 pun semakin mantap" tutup Githo.[Nie]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hubungi Kami:

Kantor : Gedung twink Lt 3, Jl Kapten Tendean no. 82, Mampang Prapatan Jakarta Selatan
Telp: 021-73888872/021-70692409

Email : cheriatna@gmail.com




Entri Populer

Info Haji

Biro Travel Haji Plus dan Umroh Prima Saidah