Rabu, 02 Januari 2008

Kerja Trias Politika Indonesia Belum Maksimal

Kerja Trias Politika Indonesia Belum Maksimal

Realitas lainnya yang tidak bisa dipungkiri adalah pertumbuhan ekonomi tidak menyentuh sama sekali terhadap petani-petani tingkat bawah yang jumlahnya lebih dari 40 juta orang. Di daerah pedesaaan masih banyak masyarakat hidup dengan gizi buruk, tingginya angka kematian ibu(AKI) dan bayi. Human Development Index (HDI) yang masih terpuruk—di bawah Palestina dan Vietnam.

PK-Sejahtera Online: Partai Keadilan Sejahtera akhir tahun 2007 merilis sebuah refleksi tahun 2007. Menurut penilaian PKS, evaluasi kerja Eksekutif, Legislatif dan Yudikatif belum maksimal.

Kepemimpinan Pemerintahan SBY-JK (termasuk Kabinet Indonesia Bersatu), secara indikator makro, memang menunjukkan tanda-tanda membaik. “Namun kami prihatin. Indikator-indikator makro belum menunjukkan perubahan signifikan di level mikro. Dengan tingkat pertumbuhan ekonomi sebesar 6,6 persen, kenyataannya angka kemiskinan dan pengangguran masih tetap tinggi seperti tahun sebelumnya,” tulis rilis tersebut.

Nilai tukar rupiah yang relatif stabil, keamanan dalam negeri yang mulai membaik, isu separatisme menurun, tingkat inflasi yang turun, indeks harga saham menguat serta suku bunga juga mulai turun merupakan realitas yang ada. Terakhir bahkan, pemerintah mengklaim bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 6,6 persen.

Realitas lainnya yang tidak bisa dipungkiri adalah pertumbuhan ekonomi tidak menyentuh sama sekali terhadap petani-petani tingkat bawah yang jumlahnya lebih dari 40 juta orang. Di daerah pedesaaan masih banyak masyarakat hidup dengan gizi buruk, tingginya angka kematian ibu(AKI) dan bayi.

Human Development Index (HDI) yang masih terpuruk—di bawah Palestina dan Vietnam. Di bidang pembangunan, kemampuan menarik investor ternyata masih lemah, Badan Kordinasi Penanaman Modal (BKPM) terkesan masih kurang atraktif untuk merangsang investor masuk ke Indonesia. Cara-cara penangangan kemiskinan dan pengangguran terlihat tidak sistematis. Masih bersifat charity atau sekedar lips service.

“Kesimpulannya, pertumbuhan ekonomi yang ada justru secara riil belum dapat mengentaskan kemiskinan dan mengurangi angka pengangguran,” papar Tifatul dalam rilis yang sama.

Dengan demikian, secara manajerial pemerintahan SBY-JK belum dapat dikatakan well managed. Masih terjadi tumpang tindih koordinasi dalam Kabinet. Pertengakaran antara Menteri Keuangan dengan Menteri Pendidikan, misalnya. Polemik Menteri Kehutanan dengan pihak Kepolisian dalam masalah illegal logging.

“Kami menilai masalah-masalah ini harusnya bisa selesai dan ditangani langsung oleh Presiden SBY,” kata Tifatul.

Sementara itu, legislatif atau dunia parlemen menurut PKS saat ini terjebak dalam beberapa praktek inefisien. Perjalanan ke luar negeri yang dilakukan berkali-kali dalam setahun tidak jelas manfaatnya. Justru sebaliknya,kerja KBRI yang bertugas diplomasi lebih sibuk melayani anggota DPR daripada melakukan peran diplomasi.

Contoh lainnya adalah keberadaan BURT yang memberikan kontribusi negatif bagi wakil rakyat. Amat disayangkan bahwa legislatif kurang peka terhadap penderitaan rakyat dalam menetapkan anggaran operasional untuk memenuhi kebutuhan anggota dewan yang dilakukan BURT.

“Sebaiknya tidak perlu ada sebuah badan khusus di DPR RI. Biarlah DPR memberikan usulan, kemudian di rincikan oleh Setjen DPR dengan Menteri Keuangan,” papar Tifatul. Dengan adanya permasalahan ini PKS memandang bahwa legislatif masih lemah.

Sebagai lembaga hukum, evaluasi akhir tahun 2007 PKS menilai harusnya lembaga yudikatif bisa memberikan contoh dalam penegakan hukum di negeri ini. Namun yang terjadi adalah sebaliknya.

“Keprihatinan kita adalah adanya immature--kurang matang dan inefisiensi—di tubuh yudikatif. Mahkamah Agung(MA), Pengadilan Tinggi(PT) dan Pengadilan Negeri(PN) harus betul-betul siap mereformasi dirinya. Contoh kasus banyaknya rekening yang tidak bisa diaudit oleh BPK dan lembaga auditor lainnya, menunjukkan kurang transparannya lembaga-lembaga hukum dalam praktek pertanggungjawaban keuangan negara,” tulis PKS.





SMSPlus :. PKS Partai Keadilan Sejaktera Di Indonesia 2009 Apa Kata Media :.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hubungi Kami:

Kantor : Gedung twink Lt 3, Jl Kapten Tendean no. 82, Mampang Prapatan Jakarta Selatan
Telp: 021-73888872/021-70692409

Email : cheriatna@gmail.com




Entri Populer

Info Haji

Biro Travel Haji Plus dan Umroh Prima Saidah