PKS Partai Keadilan Sejahtera Menuju Pemilu 2009
Type rest of the post here
Yang Tengah,Makin Dilirik
Saturday, 24 May 2008
Dalam kurun waktu setahun terakhir,sejumlah partai menengah mulai menunjukkan agresivitasnya jelang 2009.Dari yang semula berbaju golongan,terus berubah pluralis. Pasca-1998, demokrasi di Indonesia mengalami perubahan drastis.
Sistem politik di Indonesia pun kembali mengusung multipartai–seperti pada 1955 saat pemilu pertama.Hal ini tidak terlepas dari pengebirian partai politik (parpol) yang dilakukan Orde Baru pada 1977. Saluran politik masyarakat tersumbat. Begitu angin kebebasan muncul, sontak sistem pun berubah dengan berbagai macam ideologi politik. Seperti lepas dari penjara, kekuatan politik ini terus menjamur hingga saat ini.
Tercatat dalam Pemilu 1999, 48 partai politik turut berkompetisi. Kondisi ini berlanjut di 2004 yang surut menjadi 24 partai politik. Pada 2009 nanti,indikasi serupa juga akan berlaku meskipun secara umum masyarakat sudah mulai bosan dengan sistem multipartai. Direktur eksekutif Indo Barometer M Qodari pada Desember 2007 pernah mengatakan, jumlah partai politik peserta pemilu 2009 sebisa mungkin tidak melebihi angka 10.
Tetapi, dalam beberapa waktu belakangan ini, ada fenomena menarik dengan makin menguatnya pengaruh partai menengah di masyarakat. Boleh jadi ini semacam indikasi bahwa masyarakat sudah mulai bosan dengan partai-partai besar yang marak janji tanpa bukti. Tengok saja dua partai menengah yang disebut-sebut berbasis ormas Islam atau partai berbasis agama, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Amanat Nasional (PAN).
Pada beberapa pemilihan kepala daerah, PKS sanggup mempermalukan partai besar.Begitu juga PAN. Dua partai berbeda platform ini sama-sama mengklaim dirinya sebagai partai modern.Tidak jarang keduanya menggunakan terobosanterobosan inovatif dalam melakukan kampanye. Hal ini pernah dilakukan PAN pada kampanye simpatik saat Pemilu 1999. Termasuk menggunakan ruang media massa untuk menyalurkan berbagai gagasan politiknya.
Inovasi cara berkampanye ini cukup beralasan, mengingat kebanyakan pendukung kedua partai ini berangkat dari masyarakat berpendidikan cukup. Sebut saja PAN. Berdasarkan survei yang dilakukan Lembaga Survei Indonesia (LSI) Maret 2006 menunjukkan, kebanyakan pemilih PAN berpendidikan SLTP ke atas (61,2%).Kondisi ini bervariasi, baik SLTA,diploma,maupun strata 1. Sementara sisanya (48,8%) berpendidikan SLTP, sekolah dasar, hingga tidak pernah menerima pendidikan.
Dengan komposisi pemilih seperti ini sangat dimungkinkan pelbagai inovasi kampanye yang dilakukan PAN bisa diterima konstituennya. Belum lagi kebanyakan konstituen PAN hidup di lingkungan perkotaan (60,5%),yang sedikit lebih mengenal teknologi dibanding masyarakat pedesaan (39,5%). Maka., pemanfaatan berbagai teknologi media dalam kampanye bukanlah hal tabu.
Bahkan, berbagai inovasi kampanye ini merupakan jalan yang terbaik jika dibandingkan memanfaatkan cara arak-arakan yang terbukti kurang efisien. ”PAN berusaha untuk membangun model politik yang modern. PAN tidak konservatif, tidak konvensional,” ungkap Wakil Sekjen Bidang Pengembangan Organisasi dan Keanggotaan PAN Viva Yoga Mauladi kepada SINDO.
Untuk menunjukkan sebagai institusi modern, menurutnya, selain sebagai penyalur aspirasi, seharusnya setiap partai juga memberikan pendidikan politik pada konstituen serta berfungsi sebagai media regenerasi kepemimpinan bangsa secara benar. Apalagi, di Indonesia pernah terjadi stagnasi kepemimpinan bangsa selama 32 tahun. Karena itu, dia berpendapat, partai modern haruslah mampu memberikan peluang dan akses yang sama bagi para kadernya.
Artinya,kekuatan politik bukan hanya terkonsentrasi pada ketua umumnya. ”Tidak menjadi hegemoni pimpinan partai politik saja,”katanya. Senada dengan PAN,PKS juga menerapkan sistem organisasi modern yang nyaris serupa. Ketua umum tidak lagi mempunyai kekuatan mutlak untuk menentukan hitam-putihnya organisasi. Menurut Presiden PKS Tiffatul Sembiring,sistem manajemen yang diterapkan di partainya disusun secara bertingkat.
Distribusi kekuasaan pun secara otomatis tidak lagi dipegang pemimpin partai politik yang bersangkutan. ”Nah, saya sendiri tidak bisa bertindak tanpa bisa bermusyawarah, tanpa kita mendengarkan pendapat-pendapat yang lain. Artinya, keterlibatan bersama dalam organisasi modern harus diterapkan manajemennya yang modern juga,”ungkapnya.
Maka, tidak mengherankan, ketika rakyat Indonesia menginginkan perubahan, kedua partai menengah ini mulai dilirik.Buktinya, duet Ahmad Heryawan-Dede Yusuf mampu mengalahkan dua pasangan lainnya saat Pemilihan Gubernur Jawa Barat beberapa waktu lalu. Bukti lainnya,jumlah anggota PKS selalu menunjukkan grafik meningkat dari tahun ke tahun.Bahkan,di beberapa tahun terakhir, jumlah anggota PKS melonjak lebih dari dua kali lipatnya.
Menurut Tiffatul, pada 2004 jumlah anggota PKS hanya 256.000. Jumlah ini terus meningkat pada 2005 (320.000) dan 2006 (412.000). Pada 2007 jumlah anggota PKS sudah mencapai 721.722 anggota. Melihat grafik menanjak ini,maka secara berani PKS menargetkan angka 20% yang harus dicapai dalam Pemilu 2009 nanti. PAN dan PKS saat ini merupakan partai yang cukup fenomenal.
Selain catatan kemenangan dalam beberapa pilkada, partai menengah ini juga mempunyai berbagai inovasi kampanye yang harus diperhitungkan oleh lawan-lawannya.Namun, untuk mencitrakan diri sebagai partai modern jangan berhenti dalam menciptakan inovasi dalam berkampanye saja, tetapi juga harus menyentuh pada manajemen organisasinya. (faizin aslam)
Membantu Mewujudkan Niat Anda Ke Tanah Suci Bersama PT Cheria travel ( KBIH ) Wisata Tour Biro Travel Haji Plus dan Umroh
Minggu, 25 Mei 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Hubungi Kami:
Kantor : Gedung twink Lt 3, Jl Kapten Tendean no. 82, Mampang Prapatan Jakarta Selatan
Telp: 021-73888872/021-70692409
Email : cheriatna@gmail.com
Kantor : Gedung twink Lt 3, Jl Kapten Tendean no. 82, Mampang Prapatan Jakarta Selatan
Telp: 021-73888872/021-70692409
Email : cheriatna@gmail.com
Entri Populer
-
Setelah mengalami penurunan biaya onh tahun 2011 di harapkan di tahun 2012 ongkos naik haji atau ONH bisa turun lagi dikisaran 30 juta rup...
-
Bukan hanya penyakit kronis yang menahun, antrian calon jamaah haji di Indonesia juga sudah cukup panjang. Di sisi lain, hal ini menggamba...
-
=== Google News Alert for: Travel Umrah === The Business of Hajj elan: The Guide to Global Muslim Culture According to Madinah Chamber ...
-
Semangat kaum muslimin indonesia untuk menunaikan ibadah haji sungguh luar biasa, bagi yg ingin segera menunaikan ibadah ini secepatnya bany...
-
Sudah menjadi tradisi di Indonesia, setiap kali ada kerabat atau tetangga yang pulang dari menunaikan ibadah haji , selalu ditengok untuk se...
-
Dapatkan Bisnis Waralaba / Franchise Travel Haji dan Umrah Dari PT.Happy Prima Wisata hanya dengan Rp.135.000.000 Saja Informasi dan Presen...
-
Di Tanah Suci, baik Makkah Al Mukaromah maupun Madinah Al-Munawarah, juga terdapat tempat-tempat bersejarah, yang meskipun bukan tempat pela...
-
Supaya perjalanan ke Tanah Suci dalam rangka menunaikan Ibadah Haji berjalan dengan baik dan lancar, ada baiknya beberapa hal dipersiapkan. ...
-
Menunaikan ibadah haji memerlukan persiapan yang sungguh-sungguh. Selain mempersiapkan fisik Anda juga wajib menyiapkan diri dengan membekal...
-
Asyik deh, Daftar umrah plus di cheria travel selain banyak program dan paketnya juga ada diskon bagi rombongan keluarga dan perusahaan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar