Minggu, 25 Mei 2008

LANJUTKAN AURA KEMENANGAN DI JATENG

PKS Partai Keadilan Sejahtera Menuju Pemilu 2009

LANJUTKAN AURA KEMENANGAN DI JATENG

TANGGAL 22 Juni 2008 ini seluruh masyarakat Jawa Tengah mengadakan hajatan besar.

Hajatan yang akan menjadi perhatian public internal Jateng maupun public nasional. Hajatan yang mengandung iklim kompetisi, ajang pembuktian, pertaruhan gengsi, dan bisa jadi merupakan ajang layaknya pemilihan umum legislatif yang dimajukan. Bagi setiap partai ingin memenangi hajatan kompetisi ini. Bagi PKS merupakan hajatan peneguhan aura kemenangan, hajatan untuk melanjutkan tradisi kemenangan serta hajatan mengukur keberhasilan dan penerimaan dakwah kita dimasyarakat.

Saat ini Pilgub akan memasuki masa kampanye. Siapa saja boleh bertemu dan mengajak masyarakat. Siapa saja boleh mengibarkan panji-panji kebesaran partai. Moment ini tentunya sangat penting bagi PKS karena mengandung dua makna yaitu momentum menyambung gelora kemenangan dan momentum sosialisasi.

Energi kemenangan yang terpancar dari kemenangan pilkada Jabar dan Sumut masih terasa sangat besar mempengaruhi spektum medan magnet politik kita. Semua mata tertuju dan melihat PKS, apa dan mengapa kita bisa menang. Wajar jika kemudian dalam setiap pembahasan didalam Survey maupun obrolan politik, PKS disandingkan dengan dua partai besar di Indonesia yang lain. Yang terbaru adalah hasil jajak pendapat harian nasional KOMPAS tanggal 19 Mei kemarin. PKS menenpati posisi tertinggi pada 2 dari 3 kategori yang disurvey. Partai yang komitment pada idiolologi serta partai dengan militansi kader, PKS berada pada posisi number one, sedangkan untuk kategori partai yang menghasilkan kepemimpinan nasional PKS ada pada pososi ketiga setelah Golkar dan PDIP. Energi ini harus kita sambung dengan kemenangan Pilkada Kalimantan Timur ( AMINS-HADI) dan selanjutnya Pilkada Jateng ( SUKAWI-SUDHARTO).

Dilihat dari sosialisasi, momentum kampanye ini, merupakan saat yang tepat untuk melanjutkan gebyar semarak MILAD 10 PKS yang baru saja usai. Spanduk, bendera, grengseng, deyut nadi partai bergelora selama satu bulan yang mampu membelalakan mata masyarakat bahwa PKS itu sudah layak disebut partai besar. Disaat energi dan momentum mulai turun seperti ini kita menemukan momentum baru. Akankah kita lewatkan kesempatan emas ini?

Dilihat dari kans kemenangan pasangan Sukawi-Sudharto, dari hasil berbagai jajak pendapat memberikan gambaran akan potnsi kemenangan tersebut. Lihat Survey harian Seputar Indonesia awal bulan Mei yang lalu, Sukawai Sudharto menempati posisi tertinggi. Sedangkan dari survey yang dilakukan oleh lembaga lain yang kemungkinan didanai oleh salah satu calon pasangan dari Demokrat-PKS ini selalu ada diurutan dua ataupun tiga.

Seluruh kader dan simpatisan PKS, kemenangan sudah ada didepan mata, kita jemput dan songsong kemenangan besar ini dengan ikhtiar yang maksimal. Kemenagan yang hadir dengan pengorbanan yang besar, kemenangan yang diraih dengan usaha dan kerja besar. Jangan sampai kita terjebak dengan provokasi pihak lain yang bertujuan untuk melemahkan militansi dan menimbulkan potensi perpecahan di internal PKS (lihat bayan DPW tentan status hukum Sukawi Sutarib). Yakinlah PKS sampai saat ini dan insya alloh sampai nanti akan tetap menjadi partai yang Bersih dan Peduli. Pengembalian gratifikasi 1,9 M, upaya prefentif yang dialakukan DR. Hidayat dengan menghadirkan KPK dalam pernikahanya, serta berbagai bukti lain yang menunjukkan PKS belum dan insya alloh tidak akan berubah.

Kemenangan itu kian dekat, kemenangan itu perlu kita songsong, kemenangan itu harus diiringi denga ikhtiar, doa dan tawakal kepada Alloh. Ayuhal ikhwah, mari kita songsong kemenangan itu dengan teriakan takbir bersama . Allohu akbar 3 X, selamat berjuang, semoga Alloh meridhoi apa yang kita lakukan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hubungi Kami:

Kantor : Gedung twink Lt 3, Jl Kapten Tendean no. 82, Mampang Prapatan Jakarta Selatan
Telp: 021-73888872/021-70692409

Email : cheriatna@gmail.com




Entri Populer

Info Haji

Biro Travel Haji Plus dan Umroh Prima Saidah