Minggu, 08 Juni 2008

Hidayat Sembunyi, Hidayat Dicari

PKS Partai Keadilan Sejahtera Menuju Pemilu 2009

Hidayat Sembunyi, Hidayat Dicari

Ketua MPR-RI Hidayat Nurwahid memang beda. Jika tokoh lain berlomba mencuri perhatian publik, ia justru seperti sembunyi. Ia pun menampik dicalonkan ikut rebutan kursi RI-1. Toh, ia terus dicari dan didekati.

Hidayat, yang bulan lalu resmi jadi suami dr Diana Abbas Thalib, tampaknya tidak tahan lagi namanya diramal dan didorong-dorong banyak pihak untuk maju ke ajang Pilpres 2009.

“Kalau saya ditanya, saya tidak punya program ke arah itu, apalagi meminta dicalonkan," tukas Hidayat di Surabaya, Minggu (8/6).

Hidayat mengakui banyak poster yang mengusung dirinya maju ke Pilpres 2009. Tapi, asal tahu saja, berbagai kampanye itu bukan berasal darinya.

"Itu di luar yang saya pahami dan inginkan. Memang, susah juga melarang orang-orang berbuat apa saja di alam demokrasi ini. Kami di PKS tidak dibiasakan meminta-minta jabatan. Kami dibiasakan bekerja keras, beramal shaleh, dan bersinergi dengan siapapun," lanjut Hidayat.

Siapa pun di negeri ini pasti tidak akan percaya bahwa Hidayat diam-diam menyimpan ambisi liar jadi capres. Sebab, ia memang bukan tipikal tokoh seperti itu. Ia selalu apa adanya, terbuka, dan rendah hati.

Meski begitu, bukan berarti Hidayat tidak peka. Ia selalu kritis terhadap berbagai persoalan bangsa. Tapi, ia tak punya kebiasaan bicara meledak-ledak, apalagi menjelek-jelekkan orang lain.

Kesantunan, kerendahan hati, keterbukaan, toleransi, dan kapabilitasnya sebagai mantan Presiden PKS itulah yang membedakan Hidayat dengan tokoh-tokoh lain di negeri ini. Dan, itu pula yang membuatnya tanpa banyak bicara pun sudah mampu menebar pesona. Sudah mampu mendatangkan simpati.

Soal sosok yang layak didukung untuk maju ke Pilpres 2009, Hidayat justru menunjuk Ketua Umum PKS Tifatul Sembiring dan Sekjen PKS Anis Matta. “Keduanya kader andal. Saya mendorong mereka maju mewakili PKS," katanya.

Hidayat menjelaskan, dirinya sudah dua kali menduduki posisi pimpinan PKS. Karena itu, menurutnya, PKS lebih baik mengajukan kader yang sedang menjabat. "Yang terbaik adalah mengajukan kader terbaik dan eksekutif tertinggi di PKS, yakni Ketua Umum dan Sekjen," tegasnya.

Almuzzamil Yusuf, anggota Komisi I DPR-RI dari Fraksi PKS, kepada INILAH.COM mengatakan bahwa penolakan Hidayat jadi capres adalah bagian dari sikap tawadhu (kerendahan hati).

“Sikap rendah hati ini memang harus dimiliki oleh para pemimpin nasional, terutama menghadapi Pilpres 2009. Persaingan harus diisi dengan sikap-sikap terhormat, baik di pihak yang menang maupun yang kalah,” kata Almuzzamil.

PKS, lanjut Almuzzamil, belum berpikir akan mencalonkan figur mana untuk Pilpres 2009. Sebab, PKS masih berkonsentrasi meningkatkan perolehan suara di Pemilu Legislatif 2009.

Alm uzzamil mengungkapkan, “Belum. Kami belum memikirkan soal siapa yang akan kami calonkan. Kami mewajibkan semua kader untuk konsentrasi meningkatkan perolehan suara. Apalagi, syarat di RUU Pilpres belum final. Ada yang mendukung 15% dan 20% suara pada Pemilu Legislatif. Bahkan, PKB dan Golkar mengusulkan 30%."

Almuzzamil mengatakan, sesuai tiga syiar utama PKS ‘bersih, peduli, profesional’, semua kader harus menyesuaikan diri.

“Kami di PKS tidak bekerja layaknya jadwal Pemilu lima tahunan. Setiap hari harus bekerja. Bersih itu identik dengan komitmen dan semangat antikorupsi. Peduli itu bertindak cepat dan sigap. Profesional itu terus belajar meningkatkan kemampuan diri masing-masing dalam artian positif,” papar Almuzzamil.

Menurut Almuzzamil, uji coba keberhasilan PKS di Pemilu Legislatif 2009 dilakukan lewat ajang Pilkada. “Pilkada jadi semacam pemanasan. Kami ingin tahu, apakah mesin politik PKS di daerah-daerah bekerja atau tidak,” jelas Almuzzamil.

Terkait dengan itu, jika sekarang Hidayat menolak dicalonkan maju ke Pilpres 2009, ya sah-sah saja dan bukan masalah bagi PKS. Tapi, ketika pada saatnya nanti pencalonannya memang begitu kuat dikehendaki publik dan simpatisan PKS, tentu saja Hidayat tak bisa berkelit. INILAH.COM, Jakarta –

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hubungi Kami:

Kantor : Gedung twink Lt 3, Jl Kapten Tendean no. 82, Mampang Prapatan Jakarta Selatan
Telp: 021-73888872/021-70692409

Email : cheriatna@gmail.com




Entri Populer

Info Haji

Biro Travel Haji Plus dan Umroh Prima Saidah