Senin, 02 Juni 2008

PILKADA JATENG : Basis Massa Bukan Jaminan

PKS Partai Keadilan Sejahtera Menuju Pemilu 2009

Type rest of the post here


Basis Massa Bukan Jaminan
Sunday, 01 June 2008

KOMPETISI Pilgub Jateng yang akan digelar pada 22 Juni nanti menjadi ajang bagi setiap partai politik (parpol) pengusung cagub-cawagub untuk membuktikan siapa yang terbaik di Jateng.

Menurut data Komisi Pemilihan Umum (KPU), PDIP adalah parpol pemenang pemilu legislatif di Jateng dengan total 5.245.879 suara. Jika mengacu kepada konfigurasi perolehan suara tersebut, tidak sulit untuk mengatakan calon dari PDIP akan memenangkan pilgub. Namun, hasil survei yang dilakukan Puskaptis tidak mengatakan demikian. Berdasarkan persepsi responden, kursi Jateng 1 dan Jateng 2 akan diduduki oleh calon yang diusung Partai Demokrat dan PKS Sukawi Sutarip-Sudharto.

Cagub- cawagub dari PDIP Bibit Waluyo-Rustriningsih berada di posisi kedua, unggul tipis atas pasangan Bambang S-M Adnan (Golkar). Hal tersebut cukup mencengangkan. Sebab, akumulasi suara gabungan Partai Demokrat dan PKS masih berada di bawah PDIP, dengan jumlah 2.019.254 suara.Apalagi data pemilu 2004 lalu menunjukkan bahwa PDIP nyaris menang di seluruh kabupaten maupun kota di Jateng.

Dari total 29 kabupaten dan 6 kota yang ada di Jateng, PDIP menang di 24 kabupaten dan 4 kota. Sisanya dimenangkan Golkar (Rembang dan Kota Salatiga), PKB (Tegal,Pekalongan, dan Kudus), dan PPP (Jepara dan Kota Pekalongan). Unggulnya popularitas pasangan Sukawi Sutarip-Sudharto dalam survei tersebut menunjukkan gejala parpol tidak mampu menjaga suara pemilih riil pada pemilu 2004 lalu.

Sebab, persentase dukungan Sukawi-Sudharto justrubanyakdiperolehdidaerahdaerah yang menjadi pendulang suara bagi parpol lain.Hal itu terjadi di Klaten, Demak, maupun Semarang,yang notabene adalah basis massa PDIP (lihat grafis).Kasus serupa juga terjadi di Kota Pekalongan (PPP) dan Tegal (PKB). Gejala keroposnya mesin politik partai dalam menjaga potensi suara riil tersebut tidak hanya terjadi di Jateng saja.

Dua pilgub sebelumnya, yakni di Jawa Barat (Jabar) maupun Sumatera Utara (Sumut), juga menunjukkan gejala serupa. Pada Pilgub Jabar, dua parpol besar PDIP dan Golkar harus mengakui keampuhan mesin politik PKS-PAN.Pada pilgub yang memenangkan pasangan Ahmad Heryawan- Dede Yusuf tersebut, kedua pasang calon yang diusung PDIP dan Golkar ternyata kalah di daerah yang menjadi basis suara masing-masing parpol pada pemilu 2004 lalu.

Pasangan dari PDIP ternyata kalah di Cirebon, Majalengka, dan Subang.Sementara itu,pasangan yang dicalonkan Golkar juga tumbang di beberapa kabupaten di antaranya Bandung, Bogor, Ciamis, Kuningan,dan Garut. Pada Pilgub Sumut,kedua parpol besar tersebut juga harus mengakui keunggulan pasangan Syamsul Arifin-Gatot Pujo Nugroho yang diusung koalisi parpol yang dipimpin PKS-PPP.

Calon yang berasal dari PDIP ternyata tumbang di Deli Serdang, sementara calon Golkar tumbang di Binjai. Memang, perolehan suara pada pilgub tidak selalu mencerminkan perolehan suara pemilu legislatif. (m azhar/litbang SINDO)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hubungi Kami:

Kantor : Gedung twink Lt 3, Jl Kapten Tendean no. 82, Mampang Prapatan Jakarta Selatan
Telp: 021-73888872/021-70692409

Email : cheriatna@gmail.com




Entri Populer

Info Haji

Biro Travel Haji Plus dan Umroh Prima Saidah