Sabtu, 25 Oktober 2008

Musyawarah Majelis Syuro PKS Bahas Capres

PKS Partai Keadilan Sejahtera Menuju Pemilu 2009

Musyawarah Majelis Syuro PKS Bahas Capres

JAKARTA -- Musyawarah Majelis Syuro memutuskan membahas persoalan calon presiden (capres) dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Musyawarah yang akan berlangsung 24-26 Oktober 2008 juga akan membahas persoalan koalisi dengan partai lain di Pilpres 2009. Presiden PKS, Tifatul Sembiring, mengatakan, dalam pembahasan agenda di forum rapat itu, diputuskan akan memasukkan pembahasan capres sebagai salah satu agendanya. ''Sebelum shalat Jumat, tadi sudah dibahas,'' kata Tifatul kepada Republika, Jumat (24/10).

Mengenai apakah pembahasan akan mencapai tingkat figur atau sebatas prosedur, Tifatul mengatakan, bisa saja terjadi dua hal itu. ''Kita lihat perkembangannya,'' kata dia. Majelis Syuro sebagai lembaga tertinggi PKS, menurut dia, punya kewenangan menetapkan calon definitif. Tifatul menjelaskan, karena masalah ini sangat penting, setelah kegiatan selesai dilakukan, hasil pembahasan akan diumumkan. Namun, untuk kegiatan rapat, dilakukan secara tertutup.

Selain memutuskan capres, kata Tifatul, musyawarah Majelis Syuro juga akan membahas sejumlah agenda lainnya. Di antaranya berkait dengan persiapan PKS dalam menghadapi pemilu legislatif, koalisi dengan partai lain, ataupun evaluasi terhadap pelaksanaan pilkada. ''Juga, akan dibahas tentang perkembangan dan tensi politik yang sekarang terjadi,'' papar Tifatul. Musyawarah diikuti sebanyak 99 orang anggota Majelis Syuro. Mereka adalah perwakilan dari 33 provinsi yang ada di Indonesia.

Ketua Tim Politik Pemenangan Pemilu PKS, Mahfudz Siddiq, menjelaskan, keputusan rapat Majelis Syuro kali ini memang menetapkan soal capres dan koalisi pilpres yang dilakukan setelah pemilu legislatif. Dengan posisi seperti itu, lanjut Mahfudz, ia akan menyarankan penetapan capres dilakukan setelah pemilu legislatif.Langkah ini lebih tepat karena bisa mempertimbangkan pencapaian kursi DPR PKS di Pemilu 2009. Selain itu, lanjut Mahfudz, bisa mempertimbangkan hasil komunikasi dengan partai lain. ''PKS juga harus merumuskan kebijakan dasar sebelum pilpres,'' ujar dia.

Mahfudz menambahkan, musyawarah itu juga akan membahas kemajuan persiapan pemenangan Pemilu 2009 dari daerah-daerah. ''Dari situlah akan bisa diukur capaian-capaiannya. Setelah itu, musyawarah Majelis Syuro kemudian akan mengeluarkan rekomendasi untuk bisa mencapai perolehan suara pemilu 20 persen.'' Sebelumnya, anggota Majelis Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid, mengatakan, soal capres PKS pada Pemilu 2009 memang akan ditentukan dalam Sidang Majelis Syuro PKS di Jakarta, 24-26 Oktober 2008.

Namun, yang pasti, koalisi tidak dapat dihindari karena hampir tidak mungkin ada partai politik yang memperoleh suara mayoritas tunggal di Pemilu 2009. ''Untuk PKS, koalisi tidak akan terlalu lebar dan terlalu pelangi. Tetapi, menggambarkan adanya kebersamaan antara partai nasionalis agama dan nasionalis sekuler," katanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hubungi Kami:

Kantor : Gedung twink Lt 3, Jl Kapten Tendean no. 82, Mampang Prapatan Jakarta Selatan
Telp: 021-73888872/021-70692409

Email : cheriatna@gmail.com




Entri Populer

Info Haji

Biro Travel Haji Plus dan Umroh Prima Saidah