INILAH.COM, Jakarta - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq mengatakan bahwa sejak dulu PKS adalah partai nasionalis. Kalau PKS menggunakan Islam sebagai azas partai bukan berarti PKS tidak nasionalis.
“Nasionalisme adalah bagian dari Islam, jadi kalau kita menggunakan azas Islam sebagai identitas partai bukan berarti tidak nasionalis,” tandas Luthfi Hasan Ishaaq di Jakarta, Senin (21/6).
Menurut presiden PKS yang baru dikukuhkan dalam Munas 2 PKS yang berakhir Minggu (20/6), PKS tidak pernah mendikotomikan antara Islam dan Nasionalis. Orang Islam otomatis juga nasionalis, karena cinta tanah air, cinta bangsa adalah bagian dari ajaran Islam.
Demikian juga mereka yang mengaku nasionalis, terutama pemeluk Islam, bukan berarti mereka tidak Islami.
Kalaupun ada yang berpendapat sekarang PKS bergeser menjadi partai nasionalis religius, hal itu bukan berarti mengubah jati diri PKS. Ini hanyalah penegasan sikap bahwa sejak dulu nasionalisme itu ada di PKS, karena nasionalisme ada dalam ajaran Islam.
Luthfi berpendapat, bukan saatnya lagi memperdebatkan atau mendikotomikan antara Islam dan nasionalis. Bagi PKS hal itu sudah selesai. Masih banyak persoalan besar kebangsaan yang harus menjadi perhatian ketimbang mempermasalahkan soal Islam dan nasionalisme.
Soal pemberantasan korupsi, angka kemiskinan, dan pengangguran yang masih tinggi, pembangunan karakter bangsa, adalah sejumlah hal yang harus menjadi fokus perhatian berbagai komponen bangsa.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar