Minggu, 11 Juli 2010

Penyerangan Tama Perkuat Gerakan Antikorupsi

Penyerangan Tama Perkuat Gerakan Antikorupsi

Indonesia adalah Republik yang kecil dengan korupsi yang luar biasa berlapis-lapis.


VIVAnews - Penganiayaan aktivis Indonesia Corruption Watch (ICW) Tama Satrya Langkun tak akan menyurutkan gerakan antikorupsi di Indonesia, namun justru akan justru akan memperkuat gerakan itu.

Hal itu dikatakan oleh Rois Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Masdar Farid Mas'udy, sesaat setelah menjenguk Tama yang tengah dirawat di RS Asri Duren Tiga Jakarta Selatan.

"Saya menyampaikan dukungan sebesar-besarnya tanpa syarat kepada Tama. Saya yakin apa yang menimpanya tak akan sia-sia. Bahkan bisa menjadi pemicu bagi kita untuk semakin merapatkan barisan melawan musuh bersama, yaitu korupsi," ujar Masdar, Minggu 11 Juli 2010.

Selanjutnya, Masdar mengatakan, bahwa ia sangat menghargai perjuangan dari aktivis-aktivis LSM dan organisasi antikorupsi. Apalagi para pendukung korupsi juga tak akan berpangku tangan.

Masdar yakin, para pendukung koruptor bahkan ingin menghabisi para aktivis yang begitu aktif dan penuh dedikasi melawan korupsi. "Perjuangan ini sangat berat. Republik yang kecil dengan korupsi yang luar biasa berlapis-lapis, tentu banyak pihak yang tidak suka."

Saat ditanya, langkah apa yang akan ditempuh oleh NU, Masdar mengatakan, sebagai ormas, NU akan berfokus pada gerakan kultural. "NU akan lebih mengintensifkan proses penyadaran di masyarakat, tentang betapa seriusnya problem korupsi di negeri ini."

Menurutnya, semua orang, khususnya warga nahdliyin, musti menyadari bahwa korupsi adalah perbuatan yang membuat bangsa Indonesia terpuruk. "Sesungguhnya kekayaan kita luar biasa, tapi kita tetap terpuruk dalam hal ekonomi dan sebagainya."

Selain itu, PBNU mendorong aparat yang berwenang dan meminta agar pemberantasan korupsi ini bisa dilakukan secara lebih serius.

Hingga kini, Tama masih dirawat di ruang Gladiola 206 RS Asri Duren Tiga. Ia sempat terluka parah akibat setelah diserang dan dianiaya oleh sejumlah pria tak dikenal, Kamis dini hari lalu. Penyerangan ini terjadi tak lama setelah aktivis ICW itu melaporkan kasus rekening mencurigakan milik sejumlah perwira tinggi Polri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hubungi Kami:

Kantor : Gedung twink Lt 3, Jl Kapten Tendean no. 82, Mampang Prapatan Jakarta Selatan
Telp: 021-73888872/021-70692409

Email : cheriatna@gmail.com




Entri Populer

Info Haji

Biro Travel Haji Plus dan Umroh Prima Saidah