Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan dalam pernyataan yang disiarkan Jumat bahwa Amerika Serikat mendukung terorisme dunia dan musuh bersama Pakistan dan Turki.
Erdogan, dalam wawancara dengan surat kabar Pakistan, The News, mengecam keras standar ganda AS dan mengatakan serangan Israel baru-baru ini terhadap satu kapal Freedom Flotilla Turki telah membuka kedok apa yang disebut wajah beradab Washington, yang secara terbuka dan tanpa malu mendukung terorisme negara, Israel.
"Tubuh sembilan warga negara Turki yang gugur di kapal itu diterjang 21 peluru dari tentara Israel, kami menyerahkan hasil otopsi dan bahkan gambar ke Uni Eropa dan AS, tapi Washington tak siap mengutuk terorisme negara, Israel, terhadap Turki. Itu berarti AS mendukung teroris internasional yang membunuh warga negara kami di perairan internasional," kata Erdogan.
Ketika ditanya apa sarannya buat Pakistan untuk melakukan hubungan diplomatik dengan Israel, Erdogan menjawab dengan sangat hati-hati dan mengatakan "Kendati memiliki hubungan diplomatik, Israel tak pernah bertindak seperti negara yang beradab dengan Turki dan saya tak dapat memberi saran apa pun kepada saudara-saudara kami di Pakistan, hak mereka lah untuk memutuskan apakah akan membina hubungan dengan Israel."
"AS mendukung sebagian musuh bersama Pakistan dan Turki dan waktunya telah tiba untuk membuka kedok mereka dan bertindak bersama," kata Perdana Menteri Turki itu --yang saat ini melakukan kunjungan dua hari ke Pakistan.
Erdogan mengatakan Pakistan dan India harus menyelesaikan sengketa Kashmir melalui pembicaraan damai. "Anda memerlukan itikad politik yang kuat guna menyelesaikan sengketa Kashmir," katanya.
Ia mengatakan Pakistan, Turki, Afghanistan dan Iran memiliki masa depan yang sama, keamanan satu negara berada pada keamanan yang lain tapi "musuh kita menciptakan masalah untuk kita".
Ia berkeras bahwa Pakistan dan Turki harus memainkan peran penting guna menstabilkan Afghanistan.
Erdogan berkata, "Kita memiliki masalah bersama dan penyelesaian bersama, kediktatoran militer sejak dulu selalu menciptakan masalah dan demokrasi adalah penyelesaian bersama."
Membantu Mewujudkan Niat Anda Ke Tanah Suci Bersama PT Cheria travel ( KBIH ) Wisata Tour Biro Travel Haji Plus dan Umroh
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Hubungi Kami:
Kantor : Gedung twink Lt 3, Jl Kapten Tendean no. 82, Mampang Prapatan Jakarta Selatan
Telp: 021-73888872/021-70692409
Email : cheriatna@gmail.com
Kantor : Gedung twink Lt 3, Jl Kapten Tendean no. 82, Mampang Prapatan Jakarta Selatan
Telp: 021-73888872/021-70692409
Email : cheriatna@gmail.com
Entri Populer
-
Setelah mengalami penurunan biaya onh tahun 2011 di harapkan di tahun 2012 ongkos naik haji atau ONH bisa turun lagi dikisaran 30 juta rup...
-
Bukan hanya penyakit kronis yang menahun, antrian calon jamaah haji di Indonesia juga sudah cukup panjang. Di sisi lain, hal ini menggamba...
-
=== Google News Alert for: Travel Umrah === The Business of Hajj elan: The Guide to Global Muslim Culture According to Madinah Chamber ...
-
Semangat kaum muslimin indonesia untuk menunaikan ibadah haji sungguh luar biasa, bagi yg ingin segera menunaikan ibadah ini secepatnya bany...
-
Sudah menjadi tradisi di Indonesia, setiap kali ada kerabat atau tetangga yang pulang dari menunaikan ibadah haji , selalu ditengok untuk se...
-
Dapatkan Bisnis Waralaba / Franchise Travel Haji dan Umrah Dari PT.Happy Prima Wisata hanya dengan Rp.135.000.000 Saja Informasi dan Presen...
-
Di Tanah Suci, baik Makkah Al Mukaromah maupun Madinah Al-Munawarah, juga terdapat tempat-tempat bersejarah, yang meskipun bukan tempat pela...
-
Supaya perjalanan ke Tanah Suci dalam rangka menunaikan Ibadah Haji berjalan dengan baik dan lancar, ada baiknya beberapa hal dipersiapkan. ...
-
Menunaikan ibadah haji memerlukan persiapan yang sungguh-sungguh. Selain mempersiapkan fisik Anda juga wajib menyiapkan diri dengan membekal...
-
Asyik deh, Daftar umrah plus di cheria travel selain banyak program dan paketnya juga ada diskon bagi rombongan keluarga dan perusahaan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar