4 Balon Dikirim ke PKS Sumut
Wednesday, 11 June 2008
BATUBARA (SINDO)- Seluruh kekuatan partai politik di Batubara mulai mempersiapkan sosok yang bakal diusung pada Pilkada daerah ini,26 Oktober mendatang.
Misalnya saja DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Partai ini sudah merekomendasikan 4 bakal calon (balon) bupati dan 3 bakal calon wakil bupati ke DPW PKS Sumatera Utara. Keempat balon bupati itu dianggap layak dan memenuhi syarat untuk dicalonkan.“ Calon yang kami jaring itu ada sebanyak empat orang, semuanya kita usulkan ke DPW untuk diverifikasi lebih lanjut,”ujar Ketua DPW PKS Kabupaten Batubara Hadian kemarin.
Hadian menyatakan, selain dari keempat calon tersebut, sebenarnya PKS Batubara mendapat tawaran-tawaran politik dari berbagai bakal calon yang berkeinginan maju sebagai calon bupati dari PKS. Namun nama-nama tersebut ditolak karena tidak bersedia untuk berdampingan dengan kader PKS. Karena hal ini merupakan syarat mutlak. “Dari semua nama yang mau mendaftar ke PKS hanya empat itu,makanya hanya empat nama inilah yang dijaring dan diusulkan ke DPW,”ucap dia.
Namun Hadian mengakui dari keempat nama balon yang diusung oleh PKS Batubara ke DPW tersebut, satu diantaranya dijagokan berdasarkan aspek analisis perkiraan politik. Sayangnya Hadian menolak untuk menyebutkan nama balon yang dijagokan PKS Batubara ke DPW.
“Kita memang membuat catatan kaki dalam penyampaian nama-nama calon itu. Tetapi maaf itu masih rahasia kita,”katanya. Dia juga mengatakan,perhelatan Pilkada di kabupaten yang baru berusia satu tahun tersebut, PKS harus berkoalisi dengan partaipartai politik lainnya.Mengapa ? Sebab PKS sendiri tidak memenuhi kuota 15 % jumlah kursi di DPRD. “Untuk bisa mengantarkan calon memang, PKS butuh 4 kursi untuk memeuhi kuota 6 kursi, karena PKS hanya 2 kursi di DPRD,”papar Hadian lagi.
Namun demikian Hadian sempat membeberkan hitunghitungan politik PKS dalam menganalisis peluang mengantar calonnya menjadi Bupati Batubara satu.Menurut dia, jika PKS berkoalisi dengan Partai Bintang Reformasi, maka asusmi politiknya sudah memenuhi kuota kursi.Tetapi kalah suara,karena perolehan suara PBR dalam pemilu legislatif hanya 8% suara.
PBR,sebutnya, bisa memperoleh sebanyak 4 kursi karena diuntungkan sistem.Saat Pemilu 2004 dari dua kursi yang diperoleh Partai Damai Sejahtera (PDS),salah satu calon anggota Dewannya memilih tetap di DPRD Asahan. Sehingga satu kursi ini akhirnya jatuh ke tangan PBR. Lalu, jika PKS berkoalisi dengan Partai Amanat Nasional (PAN),maka koalisi ini tidak memenuhi kuota 15% jumlah kursi dari 35 jumlah kursi di DPRD Batubara.
Namun harus diingat,kata Hadian, jika koalisi PKS dan PAN ini dibangun, maka diperoleh lebih dari 15% suara dari perolehan suara sah pada Pemilu 2004. Meskipun demikian,PKS bisa saja kemungkinan akan melakukan koalisi dengan partai-partai lain yang tidak memperoleh kursi di legislatif untuk memenuhi kuota 15% suara sah. Selain alasan itu,keempat nama bakal calon bupati tersebut juga dinilai memenuhi syarat lainnya.
Yaitu aspek popularitas.Keempat nama calon tersebut sangat dekat dengan masyarakat. DPD Partai Golkar Batubara juga memastikan mengusung kadernya, Surya pada ajang Pilkada Batubara. Selama ini Surya dikenal sebagai Ketua Partai Golkar Batubara “Sikap kami sudah jelas,dari 9 nama bakal calon bupati yang mendaftar ke Golkar,Suryalah yang dipastikan akan maju,” ujar Wakil Ketua Partai Golkar Batubara Suhartono. (edy gunawan hasby)
Membantu Mewujudkan Niat Anda Ke Tanah Suci Bersama PT Cheria travel ( KBIH ) Wisata Tour Biro Travel Haji Plus dan Umroh
Tampilkan postingan dengan label Pilkada Kab Batubara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pilkada Kab Batubara. Tampilkan semua postingan
Selasa, 10 Juni 2008
Senin, 26 Mei 2008
PILKADA KAB BATUBARA : PKS Siapkan Calon Terbaik
PKS Partai Keadilan Sejahtera Menuju Pemilu 2009
Type rest of the post here
PKS Kantongi Empat Nama
Monday, 26 May 2008
BATUBARA(SINDO) – Empat nama bakal calon (balon) Bupati Batubara telah dikantongi Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Keempatnya kini sedang digodok untuk disandingkan dengan bakal calon wakil bupati dari internal partai PKS. Keempat bakal calon tersebut berasal dari partai politik di luar PKS, sedangkan dua lagi berasal dari kalangan independen. Mereka adalah Yahdi Khoir Harahap (mantan Wakil Bupati Asahan dan Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Batubara), OK Saidin, dan Ibrahim Usman (mantan Sekretaris Daerah Kabupaten Asahan), serta Jalaluddin Zuhri (Ketua DPC Partai Bintang Reformasi dan anggota DPRD Batubara).
Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKS Batubara Ahmad Hadian menyatakan, pihaknya masih melakukan pembahasan sebelum menunjuk satu bakal calon. Demikian pula dengan sikap partai. Mereka masih mempertimbangkan apakah harus berkoalisi atau hanya mendukung calon independen. “Terus terang kita mendapat tawaran-tawaran cukup banyak dari partai-partai politik untuk berkoalisi. Akan tetapi, kita belum tahu apakah kita berkoalisi atau tidak. Bisa jadi kita hanya mengusung calon independen,” ujar kepada SINDO kemarin.
Dia menambahkan, jika PKS menjatuhkan pilihannya nanti tidak akan berkoalisi, PKS akan menggunakan jalur independen untuk memberikan dukungan politik kepada bakal calon Bupati Batubara yang telah dijaring untuk dipasangkan dengan kader PKS. Akan tetapi, pembahasan koalisi di antaranya telah dilakukan dengan PAN dan PBR. Kedua partai ini telah menawarkan untuk berkoalisi, tapi PKS belum menentukan pilihan. “Pembicaraan yang ke sana sudah dilakukan. Namaun, sampai detik ini kami belum mengambil keputusan,”ujarnya.
Sekretaris PKS Batubara Firman Ashad menyatakan untuk menentukan bakal calon Bupati Batubara,PKS memang mengambil sikap yang sangat hati–hati. Menurut dia,PKS bukan saja mempertimbangkan masalah perkiraan kekuatan politik dari masing-masing bakal calon yang telah dijaring partai tersebut, tapi yang lebih utama adalah persoalan moralitas sang calon. “Terus terang kami mengutamakan bupati yang punya akhlak. bupati yang tidak suka judi, korupsi, dan berzinah,” tandasnya.
Sebelum diserahkan ke Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS Sumut, keempat bakal calon kepala daerah tersebut akan terlebih dahulu disurvei.Tak hanya kekuatan politik yang akan disurvei, tetapi yang terpenting adalah moral sang bakal calon. Terkait dengan bakal calon Wakil Bupati Batubara, PKS juga belum menentukan siapa kadernya yang bakal diusung. Firman Ashad hanya menyatakan,pihaknya masih memproses sesuai dengan mekanisme partai.
“Yang pasti, calon Wakil Bupati Batubara yang bakal diusung oleh PKS adalah kader partai yang terbaik,”katanya. Di lain pihak,Ketua DPC PBR Batubara Jalaluddin Zuhri mengklaim koalisi PBR dan PKS sudah terwujud.Menurut dia,proses koalisi kedua partai itu sudah berkisar 80%.
Dia menambahkan, pembicaraan menyangkut koalisi di antara kedua partai ini telah dilakukan jauh hari sebelum proses tahapan Pemilihan Kepala Daerah Batubara berjalan. Jalaluddin mengatakan, pembicaraan-pembicaraan koalisi itu telah terbangun karena kebetulan PBR dan PKS satu fraksi di DPRD Batubara.“Jadi, sebenarnya pembicaraan itu bukan baru kita lakukan, sudah dibangun sejak dibentuknya DPRD Batubara,”paparnya. (edy gunawan hasby)
Type rest of the post here
PKS Kantongi Empat Nama
Monday, 26 May 2008
BATUBARA(SINDO) – Empat nama bakal calon (balon) Bupati Batubara telah dikantongi Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Keempatnya kini sedang digodok untuk disandingkan dengan bakal calon wakil bupati dari internal partai PKS. Keempat bakal calon tersebut berasal dari partai politik di luar PKS, sedangkan dua lagi berasal dari kalangan independen. Mereka adalah Yahdi Khoir Harahap (mantan Wakil Bupati Asahan dan Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Batubara), OK Saidin, dan Ibrahim Usman (mantan Sekretaris Daerah Kabupaten Asahan), serta Jalaluddin Zuhri (Ketua DPC Partai Bintang Reformasi dan anggota DPRD Batubara).
Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKS Batubara Ahmad Hadian menyatakan, pihaknya masih melakukan pembahasan sebelum menunjuk satu bakal calon. Demikian pula dengan sikap partai. Mereka masih mempertimbangkan apakah harus berkoalisi atau hanya mendukung calon independen. “Terus terang kita mendapat tawaran-tawaran cukup banyak dari partai-partai politik untuk berkoalisi. Akan tetapi, kita belum tahu apakah kita berkoalisi atau tidak. Bisa jadi kita hanya mengusung calon independen,” ujar kepada SINDO kemarin.
Dia menambahkan, jika PKS menjatuhkan pilihannya nanti tidak akan berkoalisi, PKS akan menggunakan jalur independen untuk memberikan dukungan politik kepada bakal calon Bupati Batubara yang telah dijaring untuk dipasangkan dengan kader PKS. Akan tetapi, pembahasan koalisi di antaranya telah dilakukan dengan PAN dan PBR. Kedua partai ini telah menawarkan untuk berkoalisi, tapi PKS belum menentukan pilihan. “Pembicaraan yang ke sana sudah dilakukan. Namaun, sampai detik ini kami belum mengambil keputusan,”ujarnya.
Sekretaris PKS Batubara Firman Ashad menyatakan untuk menentukan bakal calon Bupati Batubara,PKS memang mengambil sikap yang sangat hati–hati. Menurut dia,PKS bukan saja mempertimbangkan masalah perkiraan kekuatan politik dari masing-masing bakal calon yang telah dijaring partai tersebut, tapi yang lebih utama adalah persoalan moralitas sang calon. “Terus terang kami mengutamakan bupati yang punya akhlak. bupati yang tidak suka judi, korupsi, dan berzinah,” tandasnya.
Sebelum diserahkan ke Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS Sumut, keempat bakal calon kepala daerah tersebut akan terlebih dahulu disurvei.Tak hanya kekuatan politik yang akan disurvei, tetapi yang terpenting adalah moral sang bakal calon. Terkait dengan bakal calon Wakil Bupati Batubara, PKS juga belum menentukan siapa kadernya yang bakal diusung. Firman Ashad hanya menyatakan,pihaknya masih memproses sesuai dengan mekanisme partai.
“Yang pasti, calon Wakil Bupati Batubara yang bakal diusung oleh PKS adalah kader partai yang terbaik,”katanya. Di lain pihak,Ketua DPC PBR Batubara Jalaluddin Zuhri mengklaim koalisi PBR dan PKS sudah terwujud.Menurut dia,proses koalisi kedua partai itu sudah berkisar 80%.
Dia menambahkan, pembicaraan menyangkut koalisi di antara kedua partai ini telah dilakukan jauh hari sebelum proses tahapan Pemilihan Kepala Daerah Batubara berjalan. Jalaluddin mengatakan, pembicaraan-pembicaraan koalisi itu telah terbangun karena kebetulan PBR dan PKS satu fraksi di DPRD Batubara.“Jadi, sebenarnya pembicaraan itu bukan baru kita lakukan, sudah dibangun sejak dibentuknya DPRD Batubara,”paparnya. (edy gunawan hasby)
Minggu, 18 Mei 2008
PILKADA KAB/KO Se SUMUT : PKS Fokus ke Tiga Daerah
PKS Partai Keadilan Sejahtera Menuju Pemilu 2009
Type rest of the post here
PKS Fokus di Tiga Daerah
Saturday, 17 May 2008
MEDAN (SINDO) – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) berkonsentrasi menghadapi tiga di antara tujuh pilkada yang akan digelar di Sumatera Utara (Sumut) pada 2008.
Mereka akan fokus di Langkat, Deliserdang,dan Batubara. Selain ketiga daerah itu, pilkada juga akan digelar di Dairi,Tapanuli Utara (Taput), Padanglawas, dan Padanglawas Utara (Paluta). ’’Kita konsen di tiga titik, Langkat, Deliserdang,dan Batubara karena potensi kader PKS di tiga titik itu besar,” tutur Sekretaris Umum DPW PKS Sumut Awilham Manurung kepada SINDO di Medan kemarin.
Sejauh ini, DPW PKS Sumut belum menetapkan figur calon bupati atau wakil bupati di tiga kabupaten tersebut. Sejauh ini, PKS baru menyiapkan kader terbaiknya. ’’Kami belum menetapkan orangnya. Dalam setiap pilkada, kami juga tidak pernah menargetkan harus menang. Kami sifatnya hanya menyiapkan calon, kalaukalau peluang itu ada,” tutur Awilham.
Dia mencontohkan Pilgub Sumut 16 April lalu. Saat itu, DPW PKS Sumut juga tidak menargetkan kadernya harus maju untuk mencalonkan diri menjadi gubernur atau wakil gubernur. Prinsipnya, hanya disiapkan kader terbaik di internal PKS. ’’Calon yang unggul di pemilihan internal PKS itulah yang dimajukan menjadi calon kepala daerah,” paparnya.
Sementara itu, PKS dipastikan akan berkoalisi pada pilkada tersebut. Ketua Bidang Dakwah DPW PKS Sumut Hidayatullah menyatakan, PKS tak punya pilihan lain kecuali berkoalisi. Pasalnya, suara mereka tidak memenuhi syarat untuk maju sendiri. ’’Di Sumut ini hanya di Medan suara PKS yang bisa mencalonkan sendiri. Untuk Deliserdang, Langkat, kurang tiga dan kurang empat.
Itu tak mencukupi untuk bisa mencalonkan sendiri,” tutur Hidayatullah. Soal koalisi 13 partai politik seperti pada Pilgub Sumut, hal itu sangat bergantung pada kondisi politik nantinya. ’’Belum bisa dipastikan apakah ketiga belas partai politik yang berkoalisi di Pilgub Sumut kemarin juga akan berkoalisi di pilkada kabupaten nanti,”ujarnya.
Khusus untuk pilkada Medan, sejauh ini PKS masih belum menyiapkan calon wali kota atau wakil wali kota yang akan dimajukan. Menurut dia, masih terlalu dini menyiapkan calon untuk Pilkada Medan. Soalnya, status hukum Abdillah-Ramli masih belum diputuskan. ’’Kami hormati proses hukumnya.
Kita tunggu selesai dulu. Setelah itu baru kami siapkan,”tuturnya. Sebelumnya,Kepala Biro Otonomi Daerah (Otda) Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Sumut Bukit Tambunan memaparkan, tujuh daerah di Sumut dipastikan menggelar pilkada pada 2008. Pelaksanaan di tujuh daerah itu dipercepat karena 2009 akan digelar Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden.
’’Jika ada kepala daerah yang masa jabatannya berakhir di 2009, pilkadanya dipercepat pada 2008,” ungkapnya. Menurut Bukit, empat di antara tujuh daerah akan menggelar Pilkada 2008 karena masa jabatan kepala daerahnya selesai sebelum akhir Juli 2009.Keempatnya masing-masing Bupati Langkat berakhir Februari 2009 serta Bupati Tapanuli Utara (Taput), Bupati Dairi, dan Bupati Deliserdang masingmasing berakhir April 2009.
Tiga daerah lainnya akan menggelar pilkada karena merupakan daerah pemekaran, yakni Kabupaten Batubara, Padanglawas, dan Padanglawas Utara. Sesuai ketentuan khusus daerah pemekaran, penjabat bupati tidak dibolehkan ikut mencalonkan diri. ’’Khusus bagi kepala daerah yang masa jabatannya berakhir November 2008 hingga Juli 2009, pemilihan kepala daerahnya digelar paling lambat Oktober 2008. Sementara jika terjadi pemilihan putaran kedua, pilkada putaran keduanya digelar Desember 2008.Harinya sama seperti hari pencoblosan putaran pertama,”tandasnya. (m syahyan rw)
Type rest of the post here
PKS Fokus di Tiga Daerah
Saturday, 17 May 2008
MEDAN (SINDO) – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) berkonsentrasi menghadapi tiga di antara tujuh pilkada yang akan digelar di Sumatera Utara (Sumut) pada 2008.
Mereka akan fokus di Langkat, Deliserdang,dan Batubara. Selain ketiga daerah itu, pilkada juga akan digelar di Dairi,Tapanuli Utara (Taput), Padanglawas, dan Padanglawas Utara (Paluta). ’’Kita konsen di tiga titik, Langkat, Deliserdang,dan Batubara karena potensi kader PKS di tiga titik itu besar,” tutur Sekretaris Umum DPW PKS Sumut Awilham Manurung kepada SINDO di Medan kemarin.
Sejauh ini, DPW PKS Sumut belum menetapkan figur calon bupati atau wakil bupati di tiga kabupaten tersebut. Sejauh ini, PKS baru menyiapkan kader terbaiknya. ’’Kami belum menetapkan orangnya. Dalam setiap pilkada, kami juga tidak pernah menargetkan harus menang. Kami sifatnya hanya menyiapkan calon, kalaukalau peluang itu ada,” tutur Awilham.
Dia mencontohkan Pilgub Sumut 16 April lalu. Saat itu, DPW PKS Sumut juga tidak menargetkan kadernya harus maju untuk mencalonkan diri menjadi gubernur atau wakil gubernur. Prinsipnya, hanya disiapkan kader terbaik di internal PKS. ’’Calon yang unggul di pemilihan internal PKS itulah yang dimajukan menjadi calon kepala daerah,” paparnya.
Sementara itu, PKS dipastikan akan berkoalisi pada pilkada tersebut. Ketua Bidang Dakwah DPW PKS Sumut Hidayatullah menyatakan, PKS tak punya pilihan lain kecuali berkoalisi. Pasalnya, suara mereka tidak memenuhi syarat untuk maju sendiri. ’’Di Sumut ini hanya di Medan suara PKS yang bisa mencalonkan sendiri. Untuk Deliserdang, Langkat, kurang tiga dan kurang empat.
Itu tak mencukupi untuk bisa mencalonkan sendiri,” tutur Hidayatullah. Soal koalisi 13 partai politik seperti pada Pilgub Sumut, hal itu sangat bergantung pada kondisi politik nantinya. ’’Belum bisa dipastikan apakah ketiga belas partai politik yang berkoalisi di Pilgub Sumut kemarin juga akan berkoalisi di pilkada kabupaten nanti,”ujarnya.
Khusus untuk pilkada Medan, sejauh ini PKS masih belum menyiapkan calon wali kota atau wakil wali kota yang akan dimajukan. Menurut dia, masih terlalu dini menyiapkan calon untuk Pilkada Medan. Soalnya, status hukum Abdillah-Ramli masih belum diputuskan. ’’Kami hormati proses hukumnya.
Kita tunggu selesai dulu. Setelah itu baru kami siapkan,”tuturnya. Sebelumnya,Kepala Biro Otonomi Daerah (Otda) Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Sumut Bukit Tambunan memaparkan, tujuh daerah di Sumut dipastikan menggelar pilkada pada 2008. Pelaksanaan di tujuh daerah itu dipercepat karena 2009 akan digelar Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden.
’’Jika ada kepala daerah yang masa jabatannya berakhir di 2009, pilkadanya dipercepat pada 2008,” ungkapnya. Menurut Bukit, empat di antara tujuh daerah akan menggelar Pilkada 2008 karena masa jabatan kepala daerahnya selesai sebelum akhir Juli 2009.Keempatnya masing-masing Bupati Langkat berakhir Februari 2009 serta Bupati Tapanuli Utara (Taput), Bupati Dairi, dan Bupati Deliserdang masingmasing berakhir April 2009.
Tiga daerah lainnya akan menggelar pilkada karena merupakan daerah pemekaran, yakni Kabupaten Batubara, Padanglawas, dan Padanglawas Utara. Sesuai ketentuan khusus daerah pemekaran, penjabat bupati tidak dibolehkan ikut mencalonkan diri. ’’Khusus bagi kepala daerah yang masa jabatannya berakhir November 2008 hingga Juli 2009, pemilihan kepala daerahnya digelar paling lambat Oktober 2008. Sementara jika terjadi pemilihan putaran kedua, pilkada putaran keduanya digelar Desember 2008.Harinya sama seperti hari pencoblosan putaran pertama,”tandasnya. (m syahyan rw)
Langganan:
Postingan (Atom)
Hubungi Kami:
Kantor : Gedung twink Lt 3, Jl Kapten Tendean no. 82, Mampang Prapatan Jakarta Selatan
Telp: 021-73888872/021-70692409
Email : cheriatna@gmail.com
Kantor : Gedung twink Lt 3, Jl Kapten Tendean no. 82, Mampang Prapatan Jakarta Selatan
Telp: 021-73888872/021-70692409
Email : cheriatna@gmail.com
Entri Populer
-
Setelah mengalami penurunan biaya onh tahun 2011 di harapkan di tahun 2012 ongkos naik haji atau ONH bisa turun lagi dikisaran 30 juta rup...
-
Bukan hanya penyakit kronis yang menahun, antrian calon jamaah haji di Indonesia juga sudah cukup panjang. Di sisi lain, hal ini menggamba...
-
=== Google News Alert for: Travel Umrah === The Business of Hajj elan: The Guide to Global Muslim Culture According to Madinah Chamber ...
-
Semangat kaum muslimin indonesia untuk menunaikan ibadah haji sungguh luar biasa, bagi yg ingin segera menunaikan ibadah ini secepatnya bany...
-
Sudah menjadi tradisi di Indonesia, setiap kali ada kerabat atau tetangga yang pulang dari menunaikan ibadah haji , selalu ditengok untuk se...
-
Dapatkan Bisnis Waralaba / Franchise Travel Haji dan Umrah Dari PT.Happy Prima Wisata hanya dengan Rp.135.000.000 Saja Informasi dan Presen...
-
Di Tanah Suci, baik Makkah Al Mukaromah maupun Madinah Al-Munawarah, juga terdapat tempat-tempat bersejarah, yang meskipun bukan tempat pela...
-
Supaya perjalanan ke Tanah Suci dalam rangka menunaikan Ibadah Haji berjalan dengan baik dan lancar, ada baiknya beberapa hal dipersiapkan. ...
-
Menunaikan ibadah haji memerlukan persiapan yang sungguh-sungguh. Selain mempersiapkan fisik Anda juga wajib menyiapkan diri dengan membekal...
-
Asyik deh, Daftar umrah plus di cheria travel selain banyak program dan paketnya juga ada diskon bagi rombongan keluarga dan perusahaan.
