Tampilkan postingan dengan label Pilkada Kab Purwakarta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pilkada Kab Purwakarta. Tampilkan semua postingan

Selasa, 22 Januari 2008

Jelang Pilgub, PKS Buka Kemenangan di Pilkada Purwakarta




SMSPlus :. PKS Partai Keadilan Sejaktera Di Indonesia 2009 Apa Kata Media :.

PURWAKARTA(SINDO) – Perolehan suara pasangan Cabup-Cawabup Purwakarta, Dedi-Dudung,semakin jauh meninggalkan kedua saingan mereka. Berdasarkan tabulasi perolehan suara sementara yang dikumpulkan KPUD Purwakarta, hingga pukul 22.30 WIB tadi malam, duet Dedi-Dudung yang diusung Partai Golkar dan PKS sudah mendulang 68.716 suara atau 39,15% dari 175.519 suara sah yang sudah terhitung.

Di posisi kedua, pasangan nomor urut 3 Burhan Fuad- Nana Syamsudin yang diusung PPP, PAN,dan Partai Demokrat tercatat sudah mengoleksi 59.977 suara atau 34,17%).Sang incumbent,Lily Hambali Hasan yang berpasangan dengan Endang Koswara di nomor urut 1 dan diusung PDIP,PKB,dan PBB,perolehan suaranya jauh di bawah kedua pasangan lain,yaitu 46.826 suara atau 26,67%.

Total suara sah sebanyak 175.519 yang datanya sudah masuk tabulasi hingga tadi malam baru 29,73% dari jumlah pemilih tetap sebanyak 590.186 orang.Untuk sementara,jumlah suara tidak sah sebanyak 4.558 suara. Karena sistem tabulasi ini hanya mengandalkan pengiriman data melalui SMS oleh jajaran panitia pemilihan kecamatan (PPK) ke KPUD, maka jumlah pemilih terdaftar yang tidak menggunakan hak suaranya belum bisa dicatat secara total.

Menurut Ketua KPUD Purwakarta Dadan Komarul Ramdan, pihaknya sengaja menggelar sistem tabulasi sejenis quick countuntuk mengakomodasi keinginan masyarakat luas agar bisa secepatnya mengetahui hasil pilkada di daerah mereka.Dengan tabulasi ini, perkembangan rekapitulasi hasil penghitungan suara bisa terus diikuti sejak masuknya data pertama hingga akhirnya mencapai angka total.

Dengan keterbukaan seperti ini, makapotensikecurangandalamproses rekapitulasi hasil penghitungan suara dapat diminimalisasi.Persentase perolehan suara akhirnya akan dibandingkan dengan rekapitulasi manual yang menjadi acuan sah.

Rekapitulasi manual didasarkan pada formulir hasil penghitungan suara yang dikirim secara berjenjang mulai tingkat tempat pemungutan suara (TPS),Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) hingga KPUD. Anggota KPUD Purwakarta Nurlayla Mukaromah mengatakan, hanya rekapitulasi yang sudah ditetapkan di tingkat kecamatan yang datanya dikirim via SMS ke KPUD.

”Jadi,kalau masih banyak data yang belum masuk, itu karena masih banyak kecamatan juga yang belum melakukan sidang penetapan. Belum semua hasil dari desa-desa diterima,”jelasnya. Dia juga menyatakan, penetapan sidang bisa tertunda karena saksi dari pasangan calon walk outdan menyebabkan pembahasan deadlock. ”Kemungkinan besar, pada Rabu (23/1), hasil penghitungan suara dari semua PPK sudah masuk dan bisa kami tetapkan,”katanya.

Hasil tabulasi perolehan suara yang di-collect dari seluruh TPS oleh berbagai lembaga seperti Desk Pilkada Kabupaten Purwakarta,Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Purwakarta, dan Polres Purwakarta juga menunjukkan bahwa Dedi-Dudung rata-rata sudah mengantongi di atas 38% suara.

Sementara itu,pasangan Burhan- Nana rata-rata mengumpulkan di atas 33% suara dan Lily-Endang rata-rata di atas 27% suara.Angka ini tidak jauh berbeda dengan data tabulasi yang dilakukan tim sukses masing-masing pasangan calon (lihat grafis). Menurut Nurlayla, angka persentase perolehan suara yang ada belum bisa menunjukkan pemenang pilkada.

”Masih jauh dari estimasi jumlah pemilih tetap,”ujarnya. Dedi sendiri hanya berkomentar singkat atas angka tabulasi yang muncul.”Saya belum memastikan diri bahwa saya menang.Kami tetap menunggu rekapitulasi resmi KPUD dan penetapan pasangan terpilih,”ujarnya.

Sementara itu, Cawabup dari Koalisi PDIP, PKB, dan PBB Endang Koswara mengatakan, perolehan suara pasangan nomor urut 2 memang tidak mungkin bisa dikejar lagi. Data tabulasi internal yang dilakukan tim suksesnya pun menunjukkan seperti itu.

”Memang semua masih angka sementara.Tapi karena penghitungan sudah di atas 63% dari daftar pemilih tetap (DPT), maka angka yang ada tentu sudah mengarah ke kemenangan Pak Dedi dan Pak Dudung. Saya sebagai salah seorang kandidat akan menerima apa pun hasilnya sepanjang pelaksanaan pilkada berjalan sesuai ketentuan,” ujar Endang kepada SINDO sore kemarin.

Sejauh ini,lanjut Endang,dirinya belum menerima laporan dari tim sukses mengenai rencana melaporkan dugaan pelanggaran dalam pelaksanaan pilkada. Dia juga tidak mempermasalahkan sikap Dedi-Dudung yang sudah melakukan sujud syukur beberapa saat setelah mengklaim kemenangan mereka pada Minggu (20/1) malam.

”Sah-sah sajalah (sujud syukur) itu.Kalau posisi kami seperti mereka, kami mungkin akan melakukan hal yang sama,”sebutnya. Endang yang berencana akan kembali melanjutkan pekerjaannya sebagai PNS di lingkungan Pemkab Purwakarta juga mengungkapkan bahwa cabupnya, Lily Hambali Hasan, menerima hasil pilkada dengan lapang dada.

”Dalam pembicaraan per telepon dengan Pak Lily,beliau saya nilai legawa. Pak Lily akan menerima apa pun hasil pilkada secara ksatria,” beber Endang. Di tempat terpisah,Cabup Burhan Fuad mengatakan, sangat terbuka kemungkinan pihaknya melancarkan gugatan hasil pilkada karena tim suksesnya banyak menemukan kejanggalan dan pelanggaran sebelum dan sesudah pemungutan suara.

”Misalnya, terjadi kasus money politics dan banyaknya pemilih yang kehilangan hak suara karena tidak kebagian kartu pemilih,”tegas Burhan. Dia juga menyatakan,bila lawan politiknya tidak melakukan manuver kecurangan, pasangan Burhan Fuad-Nana bukan tidak mungkin bisa memenangi pilkada.Saat ini, pihaknya sedang menyiapkan berbagai bukti kecurangan melalui posko pengaduan di Kebon Jahe yang terbuka bagi masyarakat umum.

Pelanggaran Pilkada

Ketua Panwaslu Kabupaten Purwakarta Sarifudin mengatakan,hingga tadi malam pihaknya belum menerima satu pun pengaduan atau laporan dugaan pelanggaran pilkada.”Pelaksanaan relatif aman.Apalagi ada pengawasan ketat dari aparat keamanan. Kehidupan masyarakat Purwakarta pun pada dasarnya tidak terlalu terpengaruh oleh pelaksanaan pilkada,” ujar Sarifudin.

Mengenai temuan kartu pemilih ganda seperti di Kelurahan Ciseureuh dan Negeri Kidul, Sarifudin menyatakan persentasenya sangat kecil dibanding jumlah pemilih yang ada.”Warga yang mendapat kartu pemilih ganda tetap mencoblos satu kali kok. Ini kan terjadi pada masyarakat awam dan sifatnya teknis, bukan politis,” jelas Sarifudin.

Menurut dia,peluang kasus kartu pemilih ganda untuk diperkarakan oleh pasangan calon tetap terbuka. Di tempat terpisah, anggota KPUD Purwakarta Nurlayla Mukaromah mengungkapkan, adanya data ganda dalam DPT tidak bisa dihindarkan sehingga akhirnya berpengaruh pada pencetakan kartu pemilih dan undangan.

Rata-rata ada sekitar 40 kartu pemilih ganda di setiap kecamatan. Meski demikian, KPUD melalui PPK sudah bertindak cepat dengan menginventarisasi kartu pemilih. ”Kami lakukan pencegahan penyalahgunaankarenakasus seperti itu berpotensi menimbulkan praktik penggelembungan suara,”tandasnya.

Gubernur Jabar Danny Setiawan meminta Panwaslu Purwakarta bekerja keras mengusut kasus kartu pemilih ganda. ”Kalau terbukti ada kecurangan tentu bisa ditindak secara hukum.Tapi, kita lihat saja dulu. Ini kan baru indikasi.Apakah karena kesengajaan atau tidak,” ujarnya.

Partisipasi Pemilih

Ketua Panwaslu Purwakarta Sarifudin mengatakan, tingkat partisipasi masyarakat Purwakarta untuk mengikuti pemungutan suara yakni sekitar 68% terhitung wajar. Hal ini antara lain disebabkan tiga faktor. Pertama, banyaknya warga yang berada di luar daerah namun tetap terdaftar sebagai pemilih.

”Sistem kependudukan di Purwakarta tidak otomatis menghapus nama seseorang yang pindah ke daerah lain atau bekerja ke luar negeri jadi TKI. Begitu juga yang meninggal karena tidak ada yang melapor. Jadi, jumlah pemilih riil sebenarnya jauh di bawah angka pada DPT,” terangnya. Faktor kedua, terus diundurnya jadwal pencoblosan.

Pengunduran berkali-kali waktu pemungutan suara membuat masyarakat jenuh, bahkan kata Sarifudin,akhirnya warga bisa memutuskan lebih baik tidak usah datang ke TPS. ”Masyarakat lebih memilih mengerjakan aktivitas lain dari pada datang ke TPS.Petani misalnya,memilih pergi ke sawah saja.Ini akibat transformasi sosial tidak berjalan. Komunikasi elite politik ke masyarakat mandek.

Padahal, KPUD terhitung sudah cukup gencar menyosialisasikan pilkada lewat stasiun televisi lokal,” jelas Sarifudin. Kemudian, faktor ketiga adalah kecenderungan umum bahwa masyarakat luas sebenarnya tidak terlalu concern dengan suksesi di daerah mereka. Sikap yang cenderung apatis seperti ini, kata Sarifudin,sudah berlaku umum di Purwakarta.

”Yang partisipasi aktif hanya segelintir, elitis lah. Di tingkat bawah yacuek.Kalau kampanye tidak digiring dengan iming-iming materi (orangorang), ya nggak akan datang. Kondisi di sini betul-betul pragmatis,”tandas Sarifudin.

Dia melanjutkan, angka partisipasi pemilih tidak terdongkrak dengan kebijakan bahwa warga yang sudah memenuhi syarat untuk memilih tapi tidak mendapat kartu pemilih dan undangan, tetap berhak datang ke TPS untuk memberikan suara asal menunjukkan KTP-nya. ”Jumlah pemilih seperti ini paling banter 20–30 dari 600 pemilih per TPS,”sebutnya.

Lily Mengaku Sakit

Lantas,ke mana Lily Hambali sepanjang Minggu (20/1) hingga kemarin? Kepada SINDO yang berhasil mengontaknya via telepon, Lily mengaku dirinya terus berada di Purwakarta selama dua hari kemarin. Dia juga mengaku melakukan pencoblosan meski tidak menyebutkan lokasi TPS-nya.

”Saya tidak banyak keluar karena sedang sakit demam dan meriang.Tapi, saya ada terus di Purwakarta kok. Lebih banyak di rumah saja. Hari ini (kemarin) juga,” bebernya.” Doakan saja saya cepat sembuh.”

Sebelumnya, Gubernur Jabar Danny Setiawan yang ditemui wartawan di Gedung Sate, siang kemarin, mengaku pada saat memantau pelaksanaan Pilkada Purwakarta pada Minggu (20/1), dirinya juga tidak bertemu Lily. ”Kenapa menghilang ya? Kebetulan saya juga tidak ketemu dengan Pak Lily di sana,” kata Danny. Dia mengaku belum mendapat laporan keberadaan Lily. (asep supiandi/ armydian/yogi pasha)

sumber : sindo, 22 jan 2008
Hubungi Kami:

Kantor : Gedung twink Lt 3, Jl Kapten Tendean no. 82, Mampang Prapatan Jakarta Selatan
Telp: 021-73888872/021-70692409

Email : cheriatna@gmail.com




Entri Populer

Info Haji

Biro Travel Haji Plus dan Umroh Prima Saidah