Hanya dengan dukungan nyata kepada pemerintahan baru ini, perdamaian di Timur Tengah bisa diwujudkan.
Hal ini disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin seusai menerima secara terpisah Duta Besar Irak untuk Indonesia Fallah Abdel Kader Hilmi dan Duta Besar Palestina untuk Indonesia Fares El Mihdawi di kantor Pusat Dakwah PP Muhammadiyah di Jakarta, Jumat (23/3).
"Muhammadiyah sangat bersyukur dengan terbentuknya pemerintahan nasional bersatu di Palestina. Dengan pemerintahan baru, kami berharap kekuatan rakyat Palestina untuk memperjuangkan hak-haknya akan lebih baik," ujar Din.
Pemerintah persatuan Palestina secara resmi terbentuk pekan lalu, tepatnya 17 Maret 2007. Pemerintahan yang terdiri dari Hamas, Fatah, dan tokoh-tokoh independen Palestina terbentuk setelah terjadi pertemuan rekonsiliasi antara Hamas dan Fatah di Mekkah, Arab Saudi, pada 17 Februari lalu.
Pemerintahan koalisi ini menggantikan pemerintahan sebelumnya yang dibentuk Hamas. Dengan pemerintahan koalisi ini, Palestina berharap pertikaian antara Hamas dan Fatah dapat diakhiri. Selain itu, Palestina berharap negara-negara Barat mencabut embargo ekonomi dan politik terhadap Palestina.
Sekadar catatan, pemerintahan Hamas ditolak Barat karena tidak bersedia memenuhi tiga tuntutan, yakni mengakui keberadaan Israel, bersedia menghentikan serangan terhadap Israel, dan mengakui perjanjian PLO-Israel. Hamas sendiri menyatakan akan tetap melawan pendudukan Israel di tanah Palestina.
Suarakan kepentingan rakyat
Din menegaskan, Muhammadiyah selalu mendukung perjuangan rakyat Palestina. Muhammadiyah berharap pemerintah bisa menyuarakan keinginan mayoritas rakyat Indonesia yang ingin melihat perdamaian di Palestina. Kesempatan itu cukup terbuka sebab, saat ini, Indonesia menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB.
Tentang Palestina, Fares mengatakan, situasi dalam negerinya sudah lebih baik sejak ada pemerintahan bersatu. Namun, pihaknya masih membutuhkan dukungan dari negara-negara Arab dan negara Muslim di seluruh dunia untuk membuka blokade yang tidak adil.
"Kami selalu siap bernegosiasi dengan siapa pun agar rakyat Palestina merasakan kebebasan, kemerdekaan, keamanan, dan keselamatan. Kami optimistis akan mencapainya dengan dukungan semua saudara Muslim di seluruh dunia," ujarnya.
Comes
PKS Story
![]() |

