---------------
Ramallah: Harian berbahasa Arab terbitan London, al quds al arabi edisi Rabu (10/01) melaporkan dari sumber-sumber Palestina bahwa Presiden Palestina Mahmud Abbas dan Dewan Eksekutif PLO memutuskan untuk menarik kembali ide dan seruan pelaksanaan pemilu presiden dan parlemen yang dipercepat dari jadwal semula.Sikap melunak Abbas dan kroninya ini disinyalir karena adanya rekomendari dan masukan dari para tokoh Arab dan organisasi Islam guna kebuntuan politik dan meningkatnya aksi-aksi kekerasan di internal Palestina yang melibatkan pendukung gerakan Hamas dan Fatah, menyusul seruan percepatan pemilu yang dikeluarkan Abbas pada 26 November tahun lalu.Anggota Dewan Eksekutif PLO, Samir Ghosha menegaskan bahwa dalam pertemuan terakhir yang dimpimpin Mahmud Abbas, Dewan Eksekutif PLO mengambil prioritas kembali ke meja dialog, dengan tetap mempertahankan ide percepatan pemilu sebagai pilihan akhir apabila dialog pembentukan pemerintahan persatuan nasional menemui kegagalan.
Sementara itu Sekjen Gerakan Fatah, Faruq Kadomi, Selasa (09/01), kembali menegaskan bahwa seruan Presiden Palestina Mahmud Abbas untuk menggelar pemilu dipercepat adalah proyek Israel – Amerika untuk mengobarkan perang saudara antar anak bangsa Palestina.Pernyataan Kadomi tersebut disampaikan dalam surat yang dikirim kepada para sekjen faksi-faksi perlawanan Palestina. Dalam suratnya, Kadomi membahas situasi internal Palestina dan mengajukan usulan untuk keluar dari krisis politik yang dialami bangsa Palestina saat ini.
sumber:infopalestina
11:26 10/01/2007
http://www.pksplus.com/---------------


Tidak ada komentar:
Posting Komentar