Minggu, 07 Januari 2007

FIP Laboratorium Politik Anggota Parlemen Negara Muslim

Fraksi-PKS Online: Gagasan dibentuknya The International Forum for Islamist Parliamentarian (IFIP), forum anggota parlemen negara-negara muslim, diharapkan bisa menjadi laboratorium pembelajaran anggota parlemen negara-negara muslim untuk meningkatkan peranannya dalam proses demokratisasi negara maisng-masing.

Menurut salah seorang penggagas IFIP, yang juga anggota Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR-RI Luthfi Hasan Ishaaq, IFIP terbuka bagi setiap anggota parlemen dari negara mana pun yang berempati pada persoalan kaum muslimin dan dunia Islam. IFIP bukan wadah resmi lembaga legislatif negara-negara di dunia, seperti IPU (International Parliamentary Union) atau lainnya. IFIP bersifat non-governmental.

"IFIP bukan seteru IPU atau sekutu kekuatan militer mana pun," terang Luthfi, demikian aleg PKS asal Jawa Timur itu disapa, Kamis (4/1).

Terbentuknya IFIP, kata Luthfi, berawal dari pertemuan-pertemuan dan dialog-dialog dalam forum-forum resmi parlemen internasional sebelumnya. Dialog-dialog tersebut menghasilkan suatu kesimpulan, masih banyak negara Islam yang tidak (dapat) menjalankan demokrasi dengan baik.

Demikian pula, upaya reformasi politik, jaminan dihormatinya kebebasan dan pluralitas, dan pergantian kekuasaan secara damai belum terjadi di kebanyakan negara-negara anggota IFIP. "Kita sepakat berbagi pengalaman dalam meningkatkan kapasitas masing-masing, sehingga praktek demokratisasi dan reformasi politik masing-masing negara lebih baik ," tuturnya.

Sedianya, sambung dia, akan diadakan pertemuan perdana IFIP. Sebagian anggota mendorong agar saat launching IFIP, Indonesia menjadi tuan rumah. Menurut infromasi, diperkirakan 200 anggota parlemen dari lebih 20 negara menyatakan keinginannya hadir dalam pertemuan perdana tersebut.

Di antara negara-negara tersebut adalah Inggris, Singapura, Malaysia, Filipina, Brunei, Thailand, Bangladesh, Pakistan, Afghanistan, Iran, Irak, Bahrain, Kuwait, Mesir, Lebanon, Palestina, Jordania, Turki, Hongaria, Rumania, Bosnia, Tajikistan, Aljazair, Maroko, dan Yaman.

"Pertemuan dibiayai pribadi masing-masing anggota dan donasi yang tidak mengikat. Insya Allah, awal bulan tahun ini bisa dilaksanakan," Luthfi menyatakan. (mca) www.pksplus.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hubungi Kami:

Kantor : Gedung twink Lt 3, Jl Kapten Tendean no. 82, Mampang Prapatan Jakarta Selatan
Telp: 021-73888872/021-70692409

Email : cheriatna@gmail.com




Entri Populer

Info Haji

Biro Travel Haji Plus dan Umroh Prima Saidah