Kamis, 18 Januari 2007

Pesan Al-Qardhawi untuk Aktivis Islam di Parlemen

Pesan Al-Qardhawi untuk Aktivis Islam di Parlemen
Jangan Terlambat Masuk Sidang
---------------
“Untuk saudara yang di parlemen, apakah ada pertanyaan atau hal yang ingin disampaikan?” tanya ulama internasional Syaikh Yusuf Al-Qardhawi kepada para pengantarnya yang sebagian besar dari anggota DPR dari Partai Keadilan Sejahtera di Bandara Internasional Seokarno-Hatta, Jum’at (12/1) malam.
Tak pelak, kesempatan emas itu dimanfaatkan anggota Komisi VIII Djalaluddin Asysyatibi. Dia pun bertanya, "Kami anggota DPR dan juga mubalig dan khotib, kadang-kadang ada undangan untuk menyampaikan ceramah agama dan khutbah, mana yang harus diprioritaskan sementara kami juga punya jadwal di parlemen?"Dengan gamblang, Ulama Kharismatik yang bermukim di Qatar itu menjelaskan bahwa kehadiran Aleg di parlemen wajib dan tidak bisa digantikan oleh siapa pun. "Khutbah mungkin bisa digantikan oleh seseorang, sedangkan Anda wajib mengerjakan tugas Anda di parlemen. " kata Qordhowi.
Pada kesempatan yang sama, Assyeikh juga mengingatkan para aleg PKS untuk tidak terlambat dalam menghadiri sidang-sidang di parlemen dan mempersiapkan segala sesuatunya dengan optimal. "Ikuti sidang-sidang, ikuti tema-tema (sidang), siapkan tema-tema itu. Saya nasihatkan bagi anggota parlemen aktivis Islam agar bersiap-siap, berdiskusi di mana mereka harus punya pertemuan secara bersama-sama dan di sana mereka berdiskusi tentang masalah-masalah politik, masalah ekonomi, masalah wawasan, pendidikan, kesehatan. Mereka harus punya pertemuan itu dan mereka harus meminta bantuan para pakar. Mereka bukanlah pakar dalam segala hal. Seperti dalam pendidikan maka mereka memanggil pakar pendidikan dan bertanya kepada mereka apa yang harus mereka lakukan. Masalah ekonomi, mereka hendaknya memanfaatkan pakar ekonomi sehingga mereka dapat merealisasikan program-programnya. Inilah yang diperlukan."
Saat ditanyakan apa prioritas aktivis Islam di parlemen, Al-Qardhawi mengatakan bahwa setiap negara, wilayah, daerah pemilihan dan tahapan itu punya prioritas tersendiri. Kendati demikian, ulama yang juga penulis produktif itu memberikan standar prioritas itu, yakni bagaimana prioritas itu benar-benar menyentuh kepentingan banyak orang, bukan segelintir orang.
"Prioritas itu harus didasarkan kepada ketercakupan untuk semua, seperti menuntaskan buta huruf. Buta huruf itu munkar. Munkar itu tidak hanya minuman keras, zina, pencurian. Demikian juga munkar dari sisi politik. Kecurangan dalam Pemilu itu munkar. Membelenggu kebebesan itu munkar. Keterbelakangan itu munkar," ujar dia.Sebelum menutup percakapannya dengan para pengantar, ulama berusia 81 tahun itu memimpin doa bersama, agar ummat Islam terhindar dari makar musuh-musuh Islam, agar ummat Islam di Palestina dan Irak diberikan pertolongan.
sumber:Fraksi-PKS Online
2:29 PM 1/19/2007
www.pksplus.com
---------------------

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hubungi Kami:

Kantor : Gedung twink Lt 3, Jl Kapten Tendean no. 82, Mampang Prapatan Jakarta Selatan
Telp: 021-73888872/021-70692409

Email : cheriatna@gmail.com




Entri Populer

Info Haji

Biro Travel Haji Plus dan Umroh Prima Saidah