PARTAI yang dikomandoi Tifatul Sembiring ini berupaya menggaet pemilih Islam yang kecewa karena konflik untuk bergabung dengan parpol berlambang bulan sabit, padi dan kapas berwarna kuning emas ini.
PKS memproyeksikan pada Pemilu 2009 akan memperoleh suara tambahan sebesar 12 persen. “Kami berharap bisa mendapat lima persen suara tambahan dari pemilih pemula muslim lintas kelompok. Selebihnya, tujuh persen dari pemilih-pemilih parpol Islam yang pernah ikut Pemilu 2004,” kata Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera DPR Mahfudz Siddiq.
Sebagai parpol Islam yang terbuka, kata dia, PKS bisa menjadi parpol alternatif bagi semua kalangan Islam baik dari NU, Muhammadiyah maupun generasi muda yang selama ini tak punya afiliasi dengan ormas Islam tertentu. Selain itu, PKS pun siap membuka tangan terhadap para konstituen parpol Islam yang selama kecewa dengan konflik yang terjadi di parpolnya.
Meski begitu, Mahfudz berharap bahwa parpol-parpol Islam bisa solid dan menjadi besar. Ia tak mengharapkan ada parpol Islam yang menjadi besar karena mutasi konstituen antar parpol Islam. “Seharusnya parpol-parpol Islam besar karena bisa menggaet pemilih Islam yang selama ini menjadi konstituen parpol-parpol nasional,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, anggota Komisi II DPR ini tak sepakat dengan dengan hasil sebuah jajak pendapat yang menyebutkan jumlah pemilih muslim yang memilih parpol Islam pada Pemilu 2009 akan berkurang. Menurut Mahfudz justru yang terjadi sebaliknya. Parpol-parpol Islam akan memperoleh peningkatan suara seiring meningkatnya kesadaran agama para pemilih Islam.
Ia berkaca pada hasil Pemilu 2004 lalu dimana Partai Golkar, PDI Perjuangan dan parpol lainnya yang berbasis nasional justru mengalami penurunan peroleh suara. “Trend-nya justru akan terus meningkat walaupun suaranya akan terdistribusi ke banyak parpol-parpol Islam,” katanya.
Menurut dia, peningkatan jumlah pemilih parpol Islam ini membalikkan tesis bahwa modernisasi akan memperbesar kecenderungan masyarakat untuk memilih parpol-parpol Islam. Tesis itu, kata Mahfudz, memang berlaku di negara-negara Barat. Tetapi tak berlaku di Indonesia.
Meningkatnya modernisasi justru membuat semakin banyak pemilih yang tertarik terhadap parpol-parpol Islam. “Terutama para pemilih pemula muslim yang mengalami pencerdasan intelektual dan peningkatan sosial. Peningkatan ini berlangsung bertahap,” ujarnya.”
Rakyatmerdeka
PKS Story
![]() |


Tidak ada komentar:
Posting Komentar