Jakarta,Golongan putih (Golput) dan Koalisi partai yang mendukung Fauzi Bowo, akan menguntungkan Partai keadilan Sejahtera (PKS), dan Adang Daradjatun sebagai kandidat Pilkada Jakarta yang didukung PKS.
Penilaian itu disampaikan cagub yang tersingkir di PDI Perjuangan Faisal Basri, sore ini (Jumat, 16/3) di Kawasan Bangka, Jakarta Selatan. Dia berpandangan, semakin banyak partai yang berkoalisi mendukung Fauzi Bowo alias Foke melawan PKS yang mengusung Adang Daradjatun, maka koalisi itu justru menguntungkan Adang Daradjatun secara tidak langsung, karena pamor PKS yang semakin terdongkrak.
“Pesan saya, PDIP beresiko. Kalau partai-partai mengeroyok PKS, maka PKS akan besar dan menuai simpati masyarakat,” ujarnya.
Dirinya juga menilai, PDIP tidak akan optimal dalam mengusung Fauzi Bowo. Sebab, sampai sejauh ini masyarakat sudah mengetahui bahwa figur tersebut merupakan kandidat dari partai Golkar. “Ketika menang pun, akan diklaim sebagai cagub punya Golkar. PDIP jangan sampai tertipu,” tutur Faisal.
Menurutnya, Pilkada yang menyodorkan dua orang calon gubernur saja akan berakibat pada bertambahnya kalangan yang memilih golput. “Kalau pilihan terbatas maka banyak yang golput dan itu menguntungkan PKS,” tambahnya.
Sejak awal, Faisal menjelaskan, dia sudah mengetahui mekaisme penentuan calon gubernur di Partai berlambang Banteng yang bersifat sentralistik. “Saya legowo terima putusan PDIP, karena sejak awal sudah bedah aturan yang berlaku. Mega (ketua umum) punya hak preogratif dalam menentukan cagub,” ungkapnya.
Meski telah dikecewakan oleh PDIP, dia menyatakan akan tetap berjuang dengan melakukan konsultasi politik. “Saya kecewa, tapi akan terus berjuang dengan jalan lain,” tadasnya
sumber: Rakyat Merdeka.
Muslim Mobile Media
| Dapatkan PKS Toolbar Di sini: Gratis |

Tidak ada komentar:
Posting Komentar