Kamis, 22 Maret 2007

Foke Terseret Banjir

Foke Terseret Banjir:
okezone

Kandidat dalam Berita
- redaksi
Banjir tak hanya mengepung Jakarta, tapi juga "menghanyutkan" popularitas Fauzi Bowo, kandidat kuat Gubernur Jakarta. Foke, sapaan populer Fauzi Bowo, turut dipersalahkan pada dua hal: terjadinya banjir bandang (yang lebih dahsyat ketimbang banjir 2002) dan ketidakmampuannya melakukan tanggap darurat untuk menangani para korban.

Detik.com (7/2) dalam beritanya yang bertajuk "Banjir Badang Jakarta Kampanye Buruk Buat Foke" menulis,

"Kalau kemarin kemungkinan besar Foke yang akan dipilih, mungkin sekarang perlu dipertimbangkan lagi. Partai harus berhitung dengan matang, mumpung masih ada waktu," kata salah seorang politisi PDIP saat berbincang-bincang dengan detikcom


Berita Kota (9/2) dalam beritanya yang bertajuk "Foke Gagal, Agum Beri Bantuan" menulis,

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Damai Sejahtera (PDS) perlu mempertimbangkan dukungan terhadap pencalonan Wagub Fauzi Bowo sebagai cagub dalam pilkada Agustus mendatang. Pasalnya, dia dinilai gagal melakukan tanggap darurat korban banjir. "Kegagalan ini akan mencemarkan nama parpol yang mencalonkannya pada pilkada mendatang," kata Direktur Eksekutif Jakarta for Indonesia Foundation (JIP) Syarif, Kamis (7/2).


Hal senada juga diungkap Indo Pos (13/2) dalam beritanya bertajuk "Buntut bajir, Foke Dievaluasi" menyatakan,

...Pamor orang nomor dua di Pemprov DKI Jakarta ini turun karena mendapat raport merah karena dianggap gagal mengantisipasi banjir. Dua partai politik, PPP dan PDS, yang sebelumnya sudah hampir pasti menyokong Foke-panggilan akrab Fauzi Bowo di Pilkada, kini malah bersiap melakukan evaluasi dukungan.


Upaya Foke untuk turut menolong korban banjir juga ditanggapi secara negatif. Indo Pos (13/2) dalam beritanya yang bertajuk "Foke Malah Bikin Posko" menulis,

Posko Foke -panggilan akrab Fauzi Bowo- itu menggandeng LSM PPJ (Perhimpunan Peduli Jakarta) untuk melakukan pengobatan gratis dan penyediaan air bersih korban banjir. "Dengan cara ini, kita berharap bisa sedikit membantu," tukas ketua PPJ Herujito, kemarin. Dia menyebut, Posko Foke terdapat di 10 titik wilayah banjir.

Namun keberadaan Posko Foke tersebut menuai kecaman. Fauzi Bowo yang posisinya sebagai Wagub seharusnya bisa mengatasi dan melakukan recovery pasca banjir, bukan membuat posko sendiri di daerah banjir. "Sebagai orang nomor dua di DKI, dia harusnya mengkoordinir posko-posko itu. Foke punya wewenang untuk melakukannya. Tetapi dia malah ikut-ikutan membuat posko. Ini kan anomali," (kata Syarief, Direktur Eksekutif JIF)


Secara tidak langsung, kemampuan Foke juga diungkap dengan meminjam pernyataan yang disampaikan salah seorang kandidat lainnya.
Investor Daily Indonesia (7/2) misalnya mengangkat judul berita "Gubernur DKI Mendatang Harus Bisa Atasi Banjir"

Kandidat Lain: Menangguk Untung
Jika Foke terseret banjir, sejumlah kandidat gubernur lainnya justru menangguk "untung". Pemberitaan aktivitas mereka dalam membantu korban banjir umumnya ditampilkan dengan gaya deskriptif dan nyaris sepenuhnya bernada positif.

Adang Daradjatun digambarkan sebagai kandidat yang peduli dan arif:


Kepada korban banjir, Adang akan membagi-bagikan nasi kotak dan ikut makan bersama mereka di rumah salah satu warga secara lesehan. ("Cagub DKI Adang Bagikan Nasi Kotak ke Korban Banjir", detik.com, 1/2).
Ketua Dewan Pembina Kerukunan Warga Jakarta (KWJ) Adang Daradjatun mengingatkan pentingnya, perlindungan bagi anak-anak yang ikut menjadi korban banjir tahun ini. ("Adang Daradjatun: Pulihkan Anak-anak dari Trauma Banjir!", Rakyat Merdeka, 12/2)


Adang Daradjatun menyatakan menyesalkan pernyataan Sutiyoso tersebut. Menurutnya, di tengah musibah bahaya banjir seperti ini, seharusnya Bang Yos bisa berfikir bijak. "Kalau saya nantinya diamanahkan memimpin Jakarta, saya akan menerima semua kritikan, sekalipun itu bentuknya dalam aksi demo," ujar Adang ("Ketika Cagub-Cawagub Menangguk Simpati Korban Banjir (4-Habis)':Harus Bijak, Demo Seharusnya Jadi Masukan Berharga'," Indo Pos, 13/2)


Agum digambarkan sebagai kandidat yang dermawan:


Ketua Umum KONI Pusat Agum Gumelar terus berupaya meringankan beban korban banjir dengan memberikan bantuan sembako.Bagi dia,banjir harus ditangani secara cepat oleh semua pihak, baik pemerintah pusat maupun daerah.''Tidak kemudian mengklaim siapa yang salah dan yang benar.Mari bersama-sama kita bekerja dan membantu mereka.Upaya ini dilakukan untuk menumbuhkan rasa solidaritas sebagai makhluk sosial. Sebab,musibah ini sudah menjadi takdir Tuhan yang mesti diterima dengan lapang dada,'' ujar Agum didampingi Presiden Direktur Mu Gung Hwa (MGH) Mr WJ Kim, pengusaha asal Korea Selatan, saat memberikan bantuan kepada korban banjir di RW 05 Kelurahan Rawa Benda, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan,kemarin.(Agum Sumbang Warga Rawa Benda, Sindo, 9/2)


Sedangkan, Sarwono Kusumaatmadja digambarkan sebagai kandidat yang pantas karena punya pengalaman sebagai Menteri Lingkungan Hidup,


Anggota Fraksi Demokrat, Deni Taloga mengutarakan, sebagian besar konstituennya di Jakarta Utara menginginkan punya gubernur yang bisa mengatasi banjir dan paham tentang tata kota. Sarwono dianggap sebagai figur memenuhi kriteria tersebut."Sarwono pernah menjadi menteri lingkungan hidup. Pengalaman itu dianggap cukup menjadi modal untuk mengatasi krisis banjir di Jakarta Utara," katanya kepada wartawan di Jakarta, kemarin"("Berkah Banjir Untuk Sarwono Kusumaatmadja",Rakyat Merdeka, 13/2)
.

Yang ketiban sial, justru Faisal Basri. Meski termasuk kandidat pertama yang turun ke lokasi, menyambangi dan memberikan bantuan, Rakyat Merdeka Online memberitakannya dalam nada negatif:"Balon Gubernur 'Tebar Pesona' Kunjungi Korban Banjir" (1
Bibit digambarkan sebagai kandidat yang sigap:


Sejak akhir pekan lalu, Bibit sudah lincah menelusuri daerah-daerah yang terkena banjir. Mulai dari kawasan Prumpung, Kampung Melayu, Petamburan, Jati Pulo, Kampung Makassar hingga Kelapa Gading. ("Bibit Bergerak Cepat", Indo Pos, 7 feb>

"Begitu dapat informasi tadi pagi, saya langsung ke Indo Pos," kata Bibit?. Lucunya, ketika selesai beramah tamah dan berdiskusi dengan tim redaksi, waktu sudah menjelang malam. Karyawan Indo Pos yang akan membantu menurunkan
barang bantuan sudah pulang semua. Terpaksa, Bibit harus menurunkan barang bantuannya sendiri. <"Terpaksa Turunkan Barang Sendiri", Indo Pos, 7/2>


Yang ketiban sial, justru Faisal Basri. Meski termasuk kandidat pertama yang turun ke lokasi, menyambangi dan memberikan bantuan, Rakyat Merdeka Online memberitakannya dalam nada negatif:"Balon Gubernur 'Tebar Pesona' Kunjungi Korban Banjir" (1 Februari 2007). Bahkan, dalam berita itu, dikesankan Faisal tak memberikan bantuan apapun pada korban banjir. Namun, dalam berita berikutnya dalam hari yang sama, RM Online memaparkan penjelasan mengenai aktivitas dan bantuan yang diberikan Faisal berdasarkan penjelasan salah seorang tim kampanyenya.***
Technorati icon

PKS StoryWirausaha Indonesia




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hubungi Kami:

Kantor : Gedung twink Lt 3, Jl Kapten Tendean no. 82, Mampang Prapatan Jakarta Selatan
Telp: 021-73888872/021-70692409

Email : cheriatna@gmail.com




Entri Populer

Info Haji

Biro Travel Haji Plus dan Umroh Prima Saidah