Sabtu, 24 Maret 2007

Indonesia waspada, Cara Baru Israel Merekrut Intel

DALAM sebuah film produksi Hollywood ber¬titel Recruit yang dibintangi Collin Farrel dan Al Pacino dikisahkan bagaimana gigihnya Cen¬tral Inteligent Agency (CIA) merekrut kader baru.

Walker Burnet yang diperankan Al Pacino adalah trainer senior CIA. Dia bertugas me¬rek¬rut John Clayton (Collin Farrel) yang asli¬nya seorang bartender.

Awalnya, John tidak berminat, tapi setelah Wal¬ker meyakinkan dengan berbagai cara, akhir¬nya John bersedia juga. Terlebih setelah Wal¬ker memberi tahu bahwa mendiang ayah John dulunya seorang agen CIA.

Setelah John ikut pelatihan CIA di sebuah kamp bernama ‘Pertanian’, ternyata dia baru ta¬hu Walker telah mengelabuinya. Sang men¬diang ayah John ternyata tidak pernah menjadi agen CIA. Kisah penipuan untuk merekrut kader baru di atas mungkin juga bakal dialami salah seorang personel Pasukan Garuda XXIII-A TNI yang sedang bertugas di perbatasan L¬i¬banon Selatan. Putra sulung Presiden SBY, Let¬tu (Inf) Agus Harimurti Yudhoyono, ter¬ma¬suk di antaranya.

Mengapa? Karena, lembaga intelijen Israel, Mos¬sad, berpotensi merekrut anak muda In¬do¬nesia menjadi agen mereka. Apalagi posisi In¬donesia yang tidak mempunyai hubungan dip¬lomatik dengan Israel sangat strategis untuk di¬manfaatkan.

“Kewaspadaan itu penting karena Mossad sa¬ngat licik,” kata anggota Komisi 1 (bidang Per¬¬tahanan) DPR Suripto. Meski integritas dan ko¬mitmen moral anggota TNI teruji, kesiap¬siag¬aan tetap harus dijaga.

Bekas praktisi intelijen Bakin itu menjelaskan ada beragam metode yang sering digunakan Mos¬sad untuk merekrut agen intelijen negara lain. Metode rekrutmen yang dikembangkan oleh Mossad pertama diistilahkan “parcel madu” atau dalam bahasa Ibrani disebut Duvshanim.

Parcel Madu merupakan sebuah kode untuk sejumlah uang yang cukup besar dan biasa digunakan oleh agen-agen Mos¬sad untuk memulai perekrutan agen yang biasanya berasal dari pasukan PBB sehingga ketika yang ber¬sang¬kutan pulang ke negaranya kelak, Mossad, dapat dengan mudah mengo¬pe¬rasikannya sewaktu-waktu.

Metode rekrutmen lain yang di¬gunakan yaitu dengan memasang pa¬sukan-pasukan Yahalomim di per¬batasan. Secara harafiah Yahalomim berarti “permata” karena memang pa¬sukan ini terdiri dari gadis-gadis paling cantik dan pilihan dari seluruh Ang¬katan Bersenjata Israel.

Teknik penjebakan yang dilakukan adalah memasang pasukan ini di per¬batasan yang berbatasan langsung de¬ngan kamp dimana pasukan PBB di¬tem¬patkan. “Cirinya mereka bersenjata senapan serbu Galil kaliber 5,56 milimeter.”

Karena itu, Panglima TNI harus se¬gera memerintahkan komandan ba¬talyon yang bertugas di Libanon untuk lebih waspada. Terutama, menjelang ma¬sa-masa penarikan dan pergantian shif pasukan. “Yang jelas, Mossad meng¬gunakan segala tipu daya


Rakyatmerdeka
PKS StoryWirausaha Indonesia




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hubungi Kami:

Kantor : Gedung twink Lt 3, Jl Kapten Tendean no. 82, Mampang Prapatan Jakarta Selatan
Telp: 021-73888872/021-70692409

Email : cheriatna@gmail.com




Entri Populer

Info Haji

Biro Travel Haji Plus dan Umroh Prima Saidah