Dalam pernyataanya kemarin Sabtu (24/3) Ghazi Hamdi menjelaskan, menyusul keputusan pengadilan tinggi Israel yang akan menahan sejumlah pajak milik bangsa Palestina, walau Negara tersebut sudah membentuk pemerintahan persatuan nasional yang kabinetnya terdiri dari para aktivis Fatah dan Hamas juga paksi-paksi lain, adalah bentuk penganiayaan terhadap seluruh rakyat Palestina dalam menambah kesengsaraan dan penderitaan yang terus mendera Negara miskin ini sejak setahun yang lalu.
Tuduhan Israel selama ini pada Palestina bohong belaka. Mereka berniat melemahkan pemerintahan persatuan nasional. Padahal dana yang ditahan tersebut adalah dana Palestina yang mereka ambil dari rakyat Palestina yang tiap hari melewati pintu perbatasan Israel-Palestina.
Hamd melanjutkan, dengan berbagai usaha Israel bermaksud melemahkan pemerintahan persatuan nasional setelah mereka mengetahui pengakuan berbagai Negara di dunia pada pemerintahan baru ini. Bahkan sebagian kalangan Israel pun menyambut baik terbentuknya pemerintahan persatuan nasional Palestina dan menganjurkan pemerintahnya agar bekerja sama dengan pemerintahan ini.
Hamd menegaskan, segala upaya Israel untuk melemahkan pemerintahan ini tidak akan berhasil. Konspirasi mereka dalam mengembargo Palestina akan segara hancur. Dalam waktu dekat, perdana menteri Palestina, Ismael Haneya akan menghadiri KTT Arab di Riyad dalam rangka menggalang dukungan politik dan ekonomi dari berbagai Negara kawasan terhadap pemerintahan baru Palestina.
Bahkan sejumlah Negara yang mempunyai hubungan dekat dengan Amerika dan Eropa akan berusaha melobi mereka agar mau membebaskan Palestina dari embargo ekonomi selama ini.
PKS Story
![]() |


Tidak ada komentar:
Posting Komentar