JAKARTA--MIOL: Jabatan sebagai direktur utama (dirut) Badan Urusan Logistik (Bulog) dinilai seperti /kursi panas'. Karena itu dibutuhkan orang yang jujur dan mengerti betul peran dan tugasnya. Hal itu diungkapkan Wakil Presiden Jusuf Kalla, saat diminta komentarnya tentang rencana pergantian Dirut Perum Bulog seusai membuka Mukernas Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) di Jakarta, Rabu (21/3). Menurut Wapres, dari pengalaman yang ada, hampir sebagian besar mantan pimpinan Bulog mengalami masalah dengan hukum. Kalla yang juga menjadi Kabulog selama enam bulan mengungkapkan, dari delapan mantan pimpinan di Bulog, lima di antaranya tersangkut kasus hukum. "Alhamdulillah hanya saya, Ahmad Tirtosudiro, dan Rizal Ramli, serta mungkin Ibrahim Hasan yang tidak tersangkut kasus," katanya. Terkait dengan penetapan status tersangka terhadap Widjanarko Puspoyo dalam kasus impor sapi, Kalla mengatakan pengganti sebagai dirut akan ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham. Mengenai calon pengganti Widjanarko itu, Kalla masih menunggu hasil RUPS. Namun nama mantan pejabat Gubernur NAD Mustafa Abu Bakar disebut-sebut sebagai calon kuat sebagai penggantinya. Menurut Wapres, Mustafa Abu Bakar salah satu calon yang mempunyai sifat serta kriteria yang pas, berpengalaman, mengerti, dan jujur. (Ant/OL-06)
PKS Story
![]() |


Tidak ada komentar:
Posting Komentar