Muhammad Nur Hayid - detikcom
Jakarta - Apa hubungan anggota DPR dan Tukul Arwana? Hubungannya adalah laptop. Lho?
Tak lama lagi 550 wakil rakyat di Senayan akan kebagian laptop. Tentu saja laptop canggih, wong harganya saja Rp 21,1 juta. Anggaran yang dibanderol untuk 550 laptop ini Rp 12,1 miliar. Wow!
Rabu (21/3/2007) sejumlah media massa cetak langsung mengaitkan pembagian laptop itu dengan Tukul yang ngetop dengan jargon "Kembali ke laptop!"
Misalnya saja harian Republika di rubrik Rehat -- semacam sentilan -- menulis:
Anggota DPR dapat jatah laptop.
Panas juga lihat Tukul.
Saat ini 550 laptop itu masih dalam proses tender. Anggaran pembelian diambil dari APBN 2007. Anggaran Rp 12,1 miliar sungguh bikin kebat-kebit.
Laptop untuk legislator harus memiliki spesifikasi layar 12 inch, 2 prosesor, dan beratnya tidak lebih dari 2 kg agar membawanya tidak repot.
DPR meminta agar pembagian laptop ini tidak dilihat sebagai pemborosan. Lagi-lagi mereka berlindung di balik semboyan 'untuk peningkatan kualitas kinerja'.
"Ini jangan dilihat dari sisi itu (bagi-bagi di tengah kesusahan rakyat). Tapi lihat dalam kerangka perbaikan kinerja Dewan. Kalau menteri saja didampingi profesor, masak kita ketinggalan terus. Ini untuk perbaikan DPR dari segi IT," alasan Wakil Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR Diah Defawati Ande.
Benarkah seperti itu? Kembali ke laptop!
PKS Story
![]() |


Tidak ada komentar:
Posting Komentar