Jakarta, Rakyat Merdeka. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) meminta kepada semua pihak agar tidak melakukan pembusukan, dengan memakai istilah pengeroyokan atau hal lainnya dalam Pilkada Jakarta tahun ini.
Permintaan itu dinyatakan Presiden PKS Tifatul Sembiring kepada Situs Berita Rakyat Merdeka kemarin (Minggu, 18/3). Menurutnya, istilah pengeroyokan yang digunakan untuk menggambarkan koalisi partai-partai yang akan bersaing dalam memenangkan kandidat Pilkada Jakarta 2007, dan kata-kata asal bukan PKS mencerminkan lemahnya demokrasi di Indonesia, khususnya Jakarta. Meskipun dia juga berpendapat bahwa pengeroyokan ini, justru akan membuat banyak masyarakat bersimpati kepada PKS.
“Saya tidak suka dengan kata-kata pengeroyokan, seolah-olah PKS merupakan lawan. Padahal PKS juga berbuat untuk Jakarta,” ujarnya.
Mengenai PiLkada Jakarta yang hanya akan diikuti dua pasang calon, Tifatul juga berpandangan bahwa hal itu akan mendongkrak jumlah masyarakat Jakarta yang tidak memilih dalam pilkada jakarta kali ini alias golput.
“Masyarakat tidak diberikan kebebasan dalam berdemokrasi, karena mereka hanya dipasung dengan dua pasangan calon saja,” tandasnya.
Hal senada dinyatakan Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid. Bekas Presiden PKS ini juga menilai, ungkapan-ungkapan tersebut akan menimbulkan kesan bahwa PKS merupakan musuh dari partai lain. Dia juga menyesalkan wacana yang menyudutkan PKS, seolah-oilah sebagai musuh bersama yang harus diperangi
PKS Story
![]() |


Tidak ada komentar:
Posting Komentar