Dalam pada itu, Ridhwan mengajak seluruh anak bangsa Palestina bergabung dalam front jihad fi sabilillah melawan penjajah Israel. Negara musuh telah mengancam akan menggempur Gaza. Mereka akan meningkatkan seranganya terhadap Gaza dan Masjid Al-Aqsha. Sementara rakyat Palestina menjadi bulan-bulanan konspirasi internasional. Oleh karena itu, persiapkanlah diri-diri kalian untuk menghadapi jihad, pertempuran yang akan segera melatus. Musuh kita tidak paham kecuali bahasa perang.
Ridhwan mengancam akan memberikan perlawanan sengit terhadap Israel. Para pemuda Palestina telah menjual diri mereka pada Allah melalui syhadah.
Gerakan Hamas telah mempersembahkan para pemimpinya, para syuhada, para tawanan dan yang terluka di saf terdepan dalam melawan penjajah Israel. Mereka tidak mungkin melakukan tawar menawar terhadap masalah Palestina dan prinsif-prinsif dasar. Mereka tidak akan meninggalkan perlawanan dan akan tetap berjihad fi sabilillah sebagai setrategi pembebasan seluruh wilayah Palestina bersejarah dari tangan penjajah. Mereka tidak pernah mengakui eksistensi Israel, walau hanya sejengkal dari tanah yang dijajah.
Jubir Hamas ini berjanji pada Allah dan kepada semua para syuhada Palestina, bahwa mereka tidak akan pernah bergeser dari setrategi perlawanannya. Karena Palestina harus ditebus dengan mahar yang mahal. Al-Quds tidak akan terbebas melalui kofrensi-konfrensi ataupun perundingan-perundingan yang melelahkan. Ia akan terbebas dengan senapan, senjata, roket dan Al-Qossam.
Hamas belum dan tidak akan pernah bernegosiasi tentang prinsif-prinsif dasar, tentang hak kembali, pembebasan tawanan maupun perlawanan. Gilad shalet tidak akan dibebaskan sebelum Israel mengikuti tuntutan pihak perlawanan.
Hamas masuk ke dalam pemerintahan persatuan nasional Palestina pun, justru untuk melindungi prinsif-prinsif dasar dan hak asasi Palestina, memelihara persatuan dan menjaga pertumpahan darah antara sesama dan juga dalam upaya membebaskan rakyat dari embargo Internasional, ungkapnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar