Minggu, 01 April 2007

Petani Kecewa Pada Pemerintah

Kenaikan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah kering panen (GKP) dari Rp1.825 menjadi Rp2.000 masih terlalu memihak pedagang dan belum menguntungkan petani. Mestinya kenaikan tersebut minimal 20 persen.

Demikian dikatakan Bupati Bantul H Idham Samawi. “Berdasarkan hitung-hitungan kita, minimal kenaikan 20 persen atau menjadi Rp2.300. Kita berharap hal ini masih bisa berubah,” ujarnya, Minggu (1/4/2007).

Lebih jauh Idham mengungkapkan , pihaknya dalam waktu dekat ini akan melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat. Pemkab berencana menanyakan dasar perhitungan kenaikan ini kepada pemerintah pusat.

Sebelumnya, Pemkab Bantul juga telah mengirimkan surat kepada menteri pertanian agar menaikkan HPP gabah kering panen sebesar Rp2.300 atau naik menjadi 30 persen. "Kita hanya ingin menanyakan apa yang menjadi dasar perhitungannya,” jelas Idham.

Saat ditanya lebih jauh apakah langkah ini untuk menunjukkan bahwa Bantul belum puas dengan kenaikan tersebut, Idham belum bisa berkomentar banyak karena belum mengetahui dasar perhitungan yang digunakan. "Bisa saja kita nanti sepakat. Tergantung nanti dasar perhitungannya bisa kita terima atau tidak,” paparnya.

Sementara itu, keputusan pemerintah disambut dingin oleh kalangan petani di Yogyakarta. Harga yang ditetapkan pemerintah itu masih jauh di bawah harga pasaran di DIY yang rata-rata mencapai Rp2.300-Rp2.500 per kilogram untuk GKP.

"Dengan harga itu petani belum mendapat keuntungan apa-apa dibandingkan biaya produksi yang harus dikeluarkan," kata Tugiran (40), petani asal Desa Sumbermulyo, Kecamatan Bambanglipuro, Kabupaten Bantul.

Menurut Tugiran, para pedagang yang keliling ke desa-desa berani menawar hingga Rp2.400 setiap kilogram gabah yang masih dijemur. Menurut dia, jika pemerintah ingin memperbaiki dan mengangkat nasib petani, seharusnya harga yang dipatok melihat harga di pasaran.

“Harga beras kelas medium saat ini masih berkisar Rp4.700 per kg. Sementara untuk gabah kering panen masih di atas Rp2.300 per kg,” ujar dia.

Sementara itu Kepala Seksi Pelayanan Perum Bulog Divisi Regional Yogyakarta Miftachul Adha mengakui, harga dasar gabah dan harga beras yang ditetapkan pemerintah memang jauh lebih rendah dari harga pasaran. Namun, pihaknya optimistis target pengadaan beras untuk Dolog DIY sebanyak 21.500 ton beras tahun ini mampu terpenuhi. Okezone

PKS StoryWirausaha Indonesia




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hubungi Kami:

Kantor : Gedung twink Lt 3, Jl Kapten Tendean no. 82, Mampang Prapatan Jakarta Selatan
Telp: 021-73888872/021-70692409

Email : cheriatna@gmail.com




Entri Populer

Info Haji

Biro Travel Haji Plus dan Umroh Prima Saidah