Senin, 21 Mei 2007

Wimar Dipecat dari Gubernur Kita!

Akhirnya terjadi juga. Wimar Witoelar resmi dipecat sebagai panelis dalam acara Gubernur Kita yang mengudara setiap Kamis malam di Jakarta TV. Keputusan pemberhentikan itu dilayangkan pihak Jak TV melalui SMS ke salah seorang staf Wimar, Senin pagi (21/5) ini.

Pemberhentian itu sebenarnya sudah diproses sejak Jumat lalu(18/5). Pihak Jak TV sudah bertemu dengan staf Wimar. Dalam pembicaraan itu, Jak TV meminta Wimar mengundurkan diri. Pasalnya, pihak stasiun yang antara lain sahamnya dimiliki oleh Eric Thohir ini mendapat banyak SMS dari yang mereka sebut sebagai "orang-orang penting" perihal omongan Wimar yang mempersoalkan iklan terselubungnya Fauzi Bowo.

Dalam sebuah episode Gubernur Kita, 3 Mei silam, umpamanya, Wimar kembali mempersoalkan keberadaan iklan-iklan terselubung Fauzi Bowo yang diduga dibiayai dana APBD(baca ulasannya di : perspektif online). Tak hanya itu, pada Sabtu (19/5) lalu , Wimar dalam sebuah diskusi kembali mempersoalkan keberadaan iklan-iklan yang dinilai melanggar etika karena mempergunakan dana APBD. Pernyataanya itu diangkat oleh harian Kompas hari ini (baca:di sini).

Jika dirunut, pemecatan terhadap Wimar tidaklah terlalu mengejutkan. Lantaran berbagai komentarnya dalam episode-episode terdahulu yang dianggap merugikan Sutiyoso, Wimar sempat diisukan bakal ditendang dari acara Gubernur Kita (Wimar Terancam Didepak dari Gubernur Kita).Namun, akhirnya jalan yang dipilih Jak TV justru menghentikan acara yang dikelola Wimar yang juga tayang di setiap Rabu malam stasiun TV itu (baca: Wimar's World Dicekal).

Ketika dihubungi per telpon siang ini (21/5), Wimar setengah bergurau masih sempat bilang, "Ini bab dua, kelanjutannya, he..hee. Kali ini atas perintah orang-orang sekitarnya Fauzi Bowo."

Menurut Wimar, keberadaan dia dalam acara Gubernur Kita adalah untuk menunjukkan adanya penyimpangan-penyimpangan dan atau memberikan penilaian. "Jadi, selama saya ada di acara itu, saya akan tetap berbicara seperti itu, untuk melaksanakan fungsi pemantauan."

Wimar menyayangkan Jak TV tidak mengirimkan surat pemberhentiannya secara formal. Dengan adanya surat, kata Wimar, dia jadi tahu apa kesalahannya. Ia menegaskan, tak akan melakukan penuntutan apapaun atas pemecatannya itu."Saya selalu berpendapat, orang kalau main di televisi selalu atas perkenan stasiun, kalau dia mau berhentikan, ya berhentikan saja," ucapnya.

Berikut wawancara berpolitik.com via telepon dengan pengelola situs perspektif online ini:

Sepertinya mulai bermasalah ya, bang. Sejak sepekan terakhir Abang terus mempersolkan iklan terselubungnya Fauzi Bowo?

Bukan dari minggu lalu saja saya mempersoalkan iklan-iklan terselubung itu. Kalau sekarang mulai disorot lebih karena orang-orang mulai melihat iklan-iklanya Fauzi Bowo, termasuk di acara Gubernur Kita. Aneh, pas kita undang dia, dianya nggak datang, tapi iklannya menguasai break di situ. Aneh juga, pertama iklan itu melanggar etika. Kedua kok Jak tv pasang di situ.

sebagai panelis gimana perasaan Abang begitu melihat iklan itu nongol di acara Gubernur Kita?

Karena itu saya bersuara. Saya menunjukkan hal seperti itu tidaklah benar. Sabtu lalu saya ngomong di sebuah diskusi, keluar di kompas pagi ini, dan kemudian saya diberhentikan

Bagaimana prosesnya?
Begitu saya dengar diberhentikan, saya minta suratnya. dia (pihak Jak TV --red) bilang akan di kirim. Sepertinya, dia tak akan kirim, tidak (akan) diberikan alasan pemberhentian diri saya. Soalnya, nggak ada juga alasan untuk memberhentikan saya. Saya hanya menjalankan misi program itu dan instruksi dari moderator, Effendi Ghazali, yang selalu mendukung omongan saya.

Effendi juga sering minta saya menyampaikan closing statement. Bahkan orang-orang di studio juga tak menyampaikan keberatan apapun. Tapi kita kemudian diberitahu bahwa malamnya mereka mendapat banyak SMS. Katanya dari orang-orang penting, termasuk orangnya Fauzi Bowo yang meminta saya untuk mengundurkan diri. Tapi saya bilang, kalau memberhentikan, ya berhentikan saja, toh itu acara milik Stasiun TV. Saya juga datang ke acara itu atas undangan untuk membantu, mewakili publik. Sekalinya mengeluarkan hasil pantauan saya, di berhentikan. Ya, sudah, saya kembali tempat semula (perspektif online --red).

Sejauh ini belum ada komentar dari Effendi Ghazali. Ini saya sayangkan. karena saya menghargai dia sebagai orang yang punya integritas. Saya tidak tahu apa penjelasan yang akan dibuat Effendi Ghazali tentang ketidakhadiran saya. Kalau dia bilang saya berhenti atas kemauan sendiri, saya jelas akan protes.

Ada kontrak khusus dengan pihak Stasiun?

Tidak ada kontrak khusus. Kontrak saya merupakan kontrak sosial dengan publik untuk menyuarakan keinginan tahu publik. Saya juga sudah minta ketemu dengan Fauzi Bowo untuk menjelaskan. Tapi dia tak mau datang. Eh malah saya yang disuruh berhenti.Jadi publik tanya saja langsung ke Fauzi Bowo. Soalnya panelis lain sepertinya kurang kritis terhadap masalah ini.

Setiap saya persoalkan, pak Ryas sepertinya selalu berupaya melunakkan. Menurut saya, ini udah nggak sehat.Pak Ryas sepertinya terlihat takut dan kaget setiap saya berbicara soal itu. Effendi sebagai moderator juga tak ingin terlalu nyata mempersoalkan. Saya selalu beranggapan tugas saya untuk mempejelas.

Orang Jak TV dan Effendi sering berterima kasih karena saya selalu bertanya yang jelas. Kata mereka kalau bukan saya siapa lagi yang bisa bertanya dengan polos karena saya tak punya motif atau agenda, karena saya tak mewakili calon manapun. Adang Daradjatun pun sering saya pertanyakan secara kritis

Dulu, Abang kan pernah bilang, merasa heran masih dipanggil setelah penutupan Wimar's World itu...

Saya kira mereka sudah mengubah kebijakan, masih memerlukan suara kritis. Saya tidak merasa ditekan atau tampil kurang baik. Saya merasa oke-oke saja. Tapi mereka bilang, keberadaan Jak TV sangat tergantung pada Sutiyoso...Sekarang sih bukan Fauzi sendiri yang protes, tapi orang-orang sekitar dia.

Sebenarnya, kalau dia tampil di GK, saya juga akan apresiasi. Buktinya Adang, saya juga ngomongin dia. Tapi dia berani tampil, jawab sebisanya. Saya hormat juga, dia berani tampil. Rupanya mereka berpendapat, lebih aman menyingkirkan saya. sekarang tinggal lihat publik saja, apa kesan yang mereka tangkap? Apa menjadi lebih menghargai fauzi bowo atau lebih menyurigainya.

Ada rencana membuat racara sejenis, misalnya, di televisi lain?
Saya tak ada rencana bikin acara tv sejenis, saya sekadar orang yang di undang.

Bagaimana perasaan Abang,kecewa?
Kalau atas pemberhentian saya, biasa saja. Tiap minggu ke sana capek juga ya. Tapi capek itu terbayar karena saya punya forum untuk melayani pertanyaan publik. Kan juga sudah ruang yang jauh lebih luas di perspektif online. Kalau saja pengganti saya orangnya juga berbobot, saya senang-senang saja. Tapi, sungguh disayangkan, mengapa Jak TV begitu mudah dikuasai Sutiyoso dan para kroninya.

Bagaimana nasib Gubernur Kita?
Gubernur Kita masih terus jalan.Tapi apa nilainya ya? Sudah jelas dia membela Fauzi Bowo. Ganti saja dengan Fauzi Bowo show, he..he..he.. Greenhand

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hubungi Kami:

Kantor : Gedung twink Lt 3, Jl Kapten Tendean no. 82, Mampang Prapatan Jakarta Selatan
Telp: 021-73888872/021-70692409

Email : cheriatna@gmail.com




Entri Populer

Info Haji

Biro Travel Haji Plus dan Umroh Prima Saidah