Senin, 19 November 2007

DPD PKS Kab Oku Selatan Pertanyakan Hasil Kunker Dewan

SMSPlus :. PKS Partai Keadilan Sejaktera Di Indonesia 2009 Apa Kata Media :.

Daerah Sumatera Selatan
Hasil Kunker Dipertanyakan
Senin, 19/11/2007


MUARADUA (SINDO) – Kunjungan kerja (kunker) yang kerap dilakukan anggota DPRD OKU Selatan mendapat sorotan.Kali ini,publik mempertanyakan hasil kunker tersebut.

Karena setiap kali kunker, Gedung DPRD OKU Selatan sering ditinggal kosong. Akibatnya, banyak warga yang terpaksa batal menyampaikan aspirasinya pada anggota Dewan yang terhormat. Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STMIK/Politeknik Muaradua Edison menyesalkan, hingga kini, para anggota DPRD OKU Selatan yang melakukan kunker belum pernah memaparkan hasilnya ke publik.

Padahal, keberangkatan mereka didanai uang rakyat. “Mereka (anggota Dewan) sama sekali belum mampu mengangkat dan melakukan perubahan di OKU Selatan,” tuding Edison kepada SINDO di Muaradua, kemarin. Perubahan yang dia maksud, baik segi pemerintahan, pembangunan, maupun perekonomian masyarakat. Hal senada dilontarkan Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kab OKU Selatan Armada Manaf. Menurut dia, setiap tahun, masyarakat mendengar para anggota Dewan yang terhormat berangkat ke luar kota untuk melakukan kunker.

“Alasannya bisa macam- macam, ada yang studi banding, ada pula pembahasan pra-APBD,” singgungnya. Dan yang lebih mengherankan lagi, kata dia, hasil kunker tersebut sama sekali belum pernah dipaparkan pada rakyat. Sementara, uang yang dipakai kunker merupakan uang rakyat. Seharusnya, setiap sen penggunaan uang tersebut harus mampu dipertanggungjawabkan. Armada menambahkan, setiap kali keberangkatan para anggota Dewan,Gedung DPRD OKU Selatan terlihat kosong.

Di dalamnya, hanya terlihat sejumlah pegawai Sekretariat DPRD yang sebagian besar merupakan tenaga kerja sukarela (TKS). “Jadi wajar kalau aspirasi masyarakat belum dapat tersalurkan melalui wakil-wakilnya,” keluh Armada. Menanggapi tudingan tersebut, Wakil Ketua II DPRD OKU Selatan Tamrin Akib meminta masyarakat tidak berpikir negatif terkait kunker yang dilakukan anggota Dewan ke luar kota.Apalagi, tegas dia, selama berada di luar kota, Gedung DPRD tidak pernah dibiarkan lengang.

“Pasti ada anggota Dewan yang ditinggal, karena mereka ditugaskan piket,” dalih Tamrin. Dengan begitu, fungsi Dewan sebagai penyambung aspirasi rakyat dapat berjalan sebagaimana mestinya. Mengenai terbentuknya opini bahwa Gedung DPRD kerap ditinggal kosong saat kunker berlangsung, dengan tegas Tamrin membantahnya. Menurut dia, gedung tersebut tidak pernah dibiarkan kosong karena ada perwakilan yang ditugaskan piket.

Selain itu, jelas dia, semua kegiatan Dewan sudah terencana dan dianggarkan berdasarkan budget yang telah mendapat persetujuan dan pengesahan. Kunjungan juga dianggap sebagai penyempurna dalam penyusunan peraturan daerah.“Membuat perda tidak bisa asal-asalan. Ada workshop (pelatihan) dan binteknya.Jadi bukan sembarangan jalan, dan hasilnya sudah menjadi perda,” ujarnya.

Mengenai hasilnya yang belum dirasakan masyarakat, dia meminta jangan menyalahkan kunkernya, melainkan implementasi perdanya yang belum berjalan maksimal. Untuk itu, dia memandang sangat penting melakukan sosialisasi dan memiliki sumber daya manusia yang andal dalam menegakkan perda dimaksud di masyarakat. (ashariansyah)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hubungi Kami:

Kantor : Gedung twink Lt 3, Jl Kapten Tendean no. 82, Mampang Prapatan Jakarta Selatan
Telp: 021-73888872/021-70692409

Email : cheriatna@gmail.com




Entri Populer

Info Haji

Biro Travel Haji Plus dan Umroh Prima Saidah