Minggu, 18 November 2007

DPR Usul Cabut Subsidi BBM Untuk Kendaraan Pribadi

Fraksi-PKS Online: Melonjaknya harga minyak dunia hingga sekitar US$ 95 per barel harus segera diantisipasi pemerintah. Meski APBN Perubahan 2007 aman bahkan surplus hingga Rp 17 Triliun, namun tingginya nilai subsidi BBM pada tahun-tahun mendatang tetap harus ditekan.

"Kalau tahun ini surplus belum tentu dengan tahun depan. Bila harga minyak dunia tetap tinggi sementara produksi dalam negeri rendah maka di tahun-tahun mendatang akan terjadi defisit angggaran besar-besaran," kata Anggota Komisi VII DPR RI Wahyudin Munawir di Jakarta, Rabu (14/11).

Karenanya menurut Wahyudin harus ada terobosan baru untuk mengatasi besarnya kebutuhan anggaran dalam mensubsidi konsumsi BBM terutama premium dan solar. Sejauh ini konversi minyak tanah ke Gas Elpiji masih diharapkan dapat mengatasi besarnya subsidi bahan bakar rumah tangga tersebut meski tahapan prosesnya cukup panjang.

Diantara alternatif yang bisa dilakukan menurut Wahyudin adalah membatasi subsidi premium dan solar hanya untuk kendaraan umum dan niaga saja. Sedangkan premium dan solar untuk kendaraan pribadi dijual dengan harga ekonomi.

Rencana pemerintah untuk membatasi penggunaan premium bukan alternatif yang tepat. Pasalnya dengan pembatasan kuota penjualan akan terjadi antrian panjang kendaraan di tiap SPBU sehingga yang terjadi justru pemborosan BBM.

Sedangkan menaikkan kembali harga BBM, kata Wahyudin, akan menuntut ongkos politik yang sangat besar. Terlebih menjelang Pemilihan Umum 2009, gejolak ekonomi dan sosial akan menjadi taruhannya.

"Terobosan yang paling mungkin adalah membedakan harga premium dan solar untuk kendaraan umum, niaga dan pribadi. Teknisnya tidak rumit, teknologi sudah dapat menjangkau. Misalnya dengan membedakan SPBU bagi kendaraan umum dan niaga dimana setiap kendaraan yang masuk harus menggunakan kartu tertentu," paparnya.

Wahyudin yakin pembatasan subsidi hanya untuk kendaraan umum dan niaga ini dengan sendirinya akan mengurangi tingkat konsumsi premium dan solar. Sebab masyarakat akan berfikir berkali-kali untuk membeli BBM dengan harga yang tinggi sehingga mereka lebih memilih naik kendaraan umum. Efek berganda lainnya adalah berkurangnya jumlah kendaraan di jalan sehingga mengurangi kemacetan.

SMSPlus :. PKS Partai Keadilan Sejaktera Di Indonesia 2009 Apa Kata Media :.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hubungi Kami:

Kantor : Gedung twink Lt 3, Jl Kapten Tendean no. 82, Mampang Prapatan Jakarta Selatan
Telp: 021-73888872/021-70692409

Email : cheriatna@gmail.com




Entri Populer

Info Haji

Biro Travel Haji Plus dan Umroh Prima Saidah