Jumat, 25 Januari 2008

Isu Korupsi tak Tersentuh

Isu Korupsi tak Tersentuh

KANDIDAT Cagub dan Cawagub Jabar dari kiri, Dede Yusuf, Ahmad Heryawan, dan Agum Gumelar, menghadiri acara "Bedah Visi dan Misi Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Dalam Kaitan Pengembangan Kewirausahaan di Jawa Barat" di Sabuga ITB Bandung, Jumat (25/1). Sementara itu, pasangan Danny Setiawan dan Iwan R. Sulanjana diwakili sekretaris kampanye, Sunatra (kedua dari kanan).*ANDRI GURNITA/"PR"

BANDUNG, (PR).-
Tiga pasangan calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawagub) Jabar, Jumat (25/1) memaparkan visi dan misinya. Mereka menyampaikan hal itu melalui seminar "Bedah Visi dan Misi Cagub-Cawagub Jabar Dalam Kaitan Pengembangan Kewirausahaan di Jabar", yang diselenggarakan Ganesha Entrepreneur di Sabuga, Bandung, Jumat (25/1). Dalam seminar itu, isu korupsi sama sekali tidak dilontarkan para kandidat.

"Masalah perekonomian memang menjadi fokus kita. Sebab, beberapa survei menunjukkan bahwa ketidakpuasan masyarakat kepada pemerintah daerah saat ini 76% pada masalah ekonomi, lalu disusul oleh masalah kesejahteraan masyarakat," ujar Ahmad Heryawan, cagub yang diusung PKS dan PAN.

Oleh karena itu, lanjutnya, terobosan untuk memperbaiki struktur ekonomi adalah melalui perbaikan iklim investasi dan keberpihakan pada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). "Ada empat langkah yang akan kita lakukan jika terpilih sebagai gubernur dan wagub. Pertama, keberpihakan anggaran untuk kemajuan UMKM. Kedua, menyediakan pelatihan bagi pengusaha kecil. Ketiga, membantu pemasaran. Keempat, membantu akses permodalan," ucapnya.

Ditanya tentang agenda reformasi birokrasi, Ahmad menjawab "Oh, masalah itu tentu akan menjadi perhatian juga. Semua lembaga seperti kepolisian saja sudah direformasi. Oleh karena itu, reformasi birokrasi juga akan menjadi prioritas."

Sedangkan cagub Agum Gumelar mengatakan, reformasi birokrasi seharusnya tidak menjadi sebuah retorika. "Reformasi adalah perubahan sikap mental. Reformasi itu terdiri dari tiga hakikat. Pertama, tinggalkan jauh-jauh nilai lama yang tidak sesuai dengan tuntutan reformasi, seperti nilai arogansi, kemunafikan, dan KKN," katanya.

Hakikat kedua, lanjut Agum, yakni tidak semua nilai-nilai lama itu tidak benar. " Hakikat ketiga, kita harus bisa mencari nilai-nilai baru yang relevan. Itulah hakikat reformasi, dan itu yang akan kita lakukan. Termasuk di dalam birokrasi," katanya.

Peluang

Pada kesempatan yang sama, cawagub Dede Yusuf menegaskan, yang belum dilakukan pemerintah daerah saat ini adalah memfasilitasi dan menciptakan peluang-peluang bagi para entrepreneur muda untuk bisa mengembangkan bakat dan usaha mereka.

"Tak heran banyak sarjana kita ketika lulus bingung mau ke mana. Ini juga akan kita perhatikan," kata Dede.

Sementara itu Sunatra yang mewakili pasangan Danny Setiawan - Iwan R. Sulanjana (Da’i) mengungkapkan, mereka masih akan fokus pada pembangunan infrastruktur. " Yang utama adalah pembangunan infrastruktur. Sebab, jika infrastruktur terbangun dengan baik, akan mampu mempercepat laju perekonomian, mengerem kemiskinan, dan mengurangi pengangguran," ungkapnya.

Pada acara yang dipandu Amar Rasyad tersebut, peserta hanya diberi kesempatan satu sesi untuk bertanya. Alhasil, hanya ada empat penanya dari puluhan orang yang ingin bertanya pada calon pimpinan mereka. Ketidakpuasan tampak pada wajah peserta seminar.

Biang permasalahan

Menyikapi paparan para cagub dan cawagub tersebut, pengamat politik dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Indra Perwira, mempertanyakan tidak ditanggapinya isu korupsi dan reformasi birokrasi secara tegas. Padahal kedua isu itu merupakan biang dari segala permasalahan yang ada di Jawa Barat hingga saat ini.

Provinsi Jawa Barat merupakan provinsi terkorup kedua di Indonesia setelah DKI Jakarta.

"Visi misi seharusnya sesuai dengan kondisi yang terjadi saat ini. Nah, yang paling menarik sekarang adalah status Jabar sebagai provinsi terkorup kedua. Kenapa hingga sekarang tidak ada cagub/cawagub yang menanggapi secara tegas bagaimana standing position mereka terhadap masalah ini," kata Indra ketika dihubungi "PR" di Bandung, Jumat (25/1).

Padahal, lanjut Indra, ketegasan sikap para calon pimpinan terhadap korupsi dan reformasi birokrasi merupakan hal yang paling dinanti oleh masyarakat.

"Masalah pendidikan, lingkungan, kesehatan, kemiskinan, dan pengangguran yang banyak itu karena korupsi dan belum adanya reformasi birokrasi yang dilakukan sungguh-sungguh. Jika para kandidat belum memberikan pernyataan secara tegas mengenai hal itu, saya ragu akan ada perubahan signifikan di Jabar," ujarnya.



SMSPlus :. PKS Partai Keadilan Sejaktera Di Indonesia 2009 Apa Kata Media :.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hubungi Kami:

Kantor : Gedung twink Lt 3, Jl Kapten Tendean no. 82, Mampang Prapatan Jakarta Selatan
Telp: 021-73888872/021-70692409

Email : cheriatna@gmail.com




Entri Populer

Info Haji

Biro Travel Haji Plus dan Umroh Prima Saidah