| Lima Pasang Calon Resmi Mendaftar |
|
|
Medan, Kompas - Sampai pukul 23.15, Kamis (24/1), baru empat pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang mendaftar untuk mengikuti Pemilihan Gubernur Sumatera Utara pada 16 April 2008. Calon independen yang mengusung Pahala Napitupulu dan Job Purba ikut meramaikan pendaftaran kemarin.
Koalisi delapan partai politik, Partai Damai Sejahtera, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Perhimpunan Indonesia Baru, Partai Nasional Indonesia Marhaenisme, Partai Buruh Sosial Demokrat, Partai Nasional Banteng Kemerdekaan, Partai Pelopor, dan Partai Persatuan Daerah, mengajukan Wali Kota Pematang Siantar RE Siahaan berpasangan dengan Wakil Ketua Dewan Pengurus Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa Sumatera Utara Suherdi sebagai calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara.
Siahaan mengaku optimistis memenangkan Pemilihan Gubernur Sumut. Pemilihan pasangannya dengan Suherdi yang juga Ketua DPW Pujakesuma (Putera Jawa Kelahiran Sumatera) Sumut diharapkan bisa meraup suara etnis Jawa yang merupakan salah satu etnis besar di Sumut. "Saya yakin kami bisa meraup 35 persen," ujarnya.
Sementara itu, Partai Golkar resmi mengusung Wali Kota Binjai yang juga Ketua DPD Partai Golkar Sumut Ali Umri sebagai calon gubernur berpasangan dengan Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama Sumatera Utara Maratua Simanjutak.
Menurut Ali, pemilihan Maratua sebagai calon wakil gubernur diputuskan mendadak. "Sampai tadi pagi kami belum menentukan figur calon wagub yang jadi pasangan saya," katanya.
Menurut Ali Umri, pilihan tersebut berdasarkan beberapa pertimbangan. "Kami tahu Pak Maratua ini tokoh masyarakat, Wakil Ketua MUI Sumut, dan Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama Sumut. Selain itu, Pak Maratua juga doktor yang dibutuhkan pengalamannya untuk memperbaiki pendidikan," ujarnya.
Sementara itu, koalisi 13 partai mengusung Syamsul Arifin berpasangan dengan Ketua DPW PKS Sumur Gatot Pudjonugroho. Koalisi Partai Demokrat dan Partai Bintang Reformasi mengusung Ketua DPRD Sumut Wahab Dalimunthe dan Wakil Ketua DPP PBR Raden M Syafii.
Calon Independen
Meski belum jelas aturannya, Pahala Napitupulu dan Job Purba datang ke Kantor KPUD Sumut. Mereka mendaftar sebagai calon perseorangan.
Kedatangan massa buruh ini tak diterima anggota KPU Sumut. Mereka hanya berorasi di depan pintu masuk. Pahala lalu menyerahkan surat pencalonan lewat jalur independen kepada staf bagian administrasi KPU Sumut, Liza Marisa.
Menurut Pahala, pencalonannya ini membuktikan bahwa suara rakyat ikut menentukan dalam Pemilihan Gubernur Sumut. Dia menepis kemungkinan KPU Sumut tidak menerima pencalonannya.
Akan tetapi, dia menegaskan, apabila KPU Sumut tidak meloloskan dia dan Job sebagai pasangan calon gubernur dan wakil gubernur dari jalur independen, selain akan menggugat KPU Sumut, Pahala juga mengancam akan mendatangkan massa.
"Kalau pencalonan kami juga tidak diterima, sudah bukan urusan saya lagi, tetapi massa buruh, nelayan, petani, dan mahasiswa serta elemen rakyat lainnya yang mengusung kami," ujar Pahala.
Kompas | Jumat, 25 januari 2008 | 04:12 WIB | |
SMSPlus :. PKS Partai Keadilan Sejaktera Di Indonesia 2009 Apa Kata Media :.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar