Kang Adang Masih Loyal kepada PKS
Saya masih menjalin komunikasi dengan PKS, karena kita tahu, saya bersama PKS waktu pemilihan Gubernur Jakarta. Bagi saya, karena saya berangkat bersama PKS, saya akan tetap bersama PKS.
Jakarta, myRMnews. Kalah dalam Pemilihan Gubernur DKI Jakarta, Adang Dardjatun menikmati kegiatan sebagai Ketua Perhimpunan Donor Darah Indonesia serta Ketua Umum Persatuan Angkat Besi, Berat dan Binaraga Seluruh Indonesia.
Urusan politik pun tetap dilakoninya bersama Partai Keadilan Sejahtera. Berikut perbincangan Rakyat Merdeka dengan bekas Wakil Kapolri ini di kediamannya, Cipete, Jakarta Selatan pada Jumat (28/12).
Kelihatannya Anda masih intens menjalin komunikasi dengan PKS…
Saya masih menjalin komunikasi dengan PKS, karena kita tahu, saya bersama PKS waktu pemilihan Gubernur Jakarta. Saya juga punya Tim Oranye. Tim itu masih ada sampai saat ini.
Jadi, saya, PKS dan Tim Oranye terus berhubungan dan sering hadir dalam acara-acara partai, baik di pusat maupun di daerah.
Setahu Anda, sejauh mana persiapan PKS menuju Pemilu 2009?
Saya pikir sekarang dalam proses trust building ya, seperti Pak Tifatul sering ke daerah. Beliau terus membangun kepercayaan masyarakat terhadap PKS.
Sampai hari ini, kepercayaan masyarakat terhadap PKS masih amat tinggi. Saya pikir itu harus terus dijaga, dalam arti PKS memberikan komitmen perubahan seperti yang dulu kita jual dalam ajang pemilihan Gubernur Jakarta.
Ada rencana masuk ke jajaran pengurus PKS?
Memang ada pembicaraan-pembicaraan, tapi kita lihat nanti saja. Yang pasti, sampai hari ini, saya tetap sebagai kader PKS, karena saya bersama PKS. Apakah nanti PKS memberikan posisi dan sebagainya, itu terserah partai.
Kalau dari luar PKS, ada tidak yang mendorong Anda untuk jadi capres?
Kalau ngobrol dengan tokoh-tokoh di luar PKS, bukan berarti pendekatan ya. Bagi saya, karena saya berangkat bersama PKS, saya akan tetap bersama PKS.
Kalau PKS yang mendorong Anda menjadi capres atau cawapres bagaimana…
Aduh… he… he… enggaklah, dari pendekatan umur, saya sudah senior. Tapi, saya kembalikan lagi kepada Partai Keadilan Sejahtera. Apapun yang ditugaskan, akan saya laksanakan.
Yang pasti, PKS juga menyiapkan kader-kader muda. Biar bagaimanapun, kader muda perlu dipersiapkan dengan baik demi masa depan kita. Kita mengharapkan perubahan-perubahan itu dilakukan juga oleh pemuda.
Kaum muda sudah mampu untuk memimpin negeri ini?
Kita harus melihat makna pemuda dalam konteks makro. Bukan yang umurnya harus 35 tahun. Muda dalam arti umur rata-rata, sekitar 50 tahun, tapi yang betul-betul sudah zigzag. Maksud saya, memimpin pemerintahan bukan pekerjaan yang mudah. Kalau toh dia kader dari partai apapun, dia harus betul-betul sudah matang di birokrat, pernah di eksekutif, legislatif.
Kita lihat nanti bagaimana file mereka untuk maju, karena dalam konteks negeri kita, leadership sangat memegang peran.
Seorang manajer, pemimpin, yang diharapkan adalah intelektualitasnya. Masalah kemampuan-kemampuan staf, kan banyak ahli di bidangnya. Nah, tinggal leadership ini yang harus terus dikembangkan karena amat penting.
Setelah pemilihan Gubernur Jakarta, apa saja kegiatan Anda?
Kalau kegiatan dalam konteks politik, ya tetap, karena saya memang dari dulu bersama PKS. Saya tetap terlibat kegiatan-kegiatan PKS, seperti kemarin dengan bidang kewanitaan PKS yang menggelar pembacaan puisi tentang hari ibu. Saya juga hadir dalam kegiatan sosial yang digelar PKS.
Diluar konteks partai, saya justru sedang sibuk-sibuknya. Ada tiga yang saya pegang, pertama, Ketua Umum Perhimpunan Donor Darah Indonesia. Saya berterima kasih karena bapak presiden mencanangkan donor darah sukarela secara nasional di Medan.
Kedua, sebagai Ketua Umum Persatuan Angkat Besi, Berat dan Binaraga Seluruh Indonesia (PABSI), saya mendapatkan kebahagian. Dari 10 atlet angkat besi yang ke SEA Games, sembilan orang dapat medali, enam emas, dua perak dan satu perunggu. Kemudian binaraga, kita mengirim empat atlet, tiga orang meraih medali, yakni satu emas, satu perak dan satu perunggu.
Ketiga, saya bersama teman-teman Tatar Sunda dan seniman, membangun budaya Sunda untuk tetap eksis di tataran kebudayaan nasional. Harapannya, kebudayaan tersebut tetap terjaga untuk generasi yang akan datang.
Kelihatannya, Anda tetap ceria meski tak memenangkan pemilihan Gubernur Jakarta…
Banyak yang bisa kita lakukan untuk negara ini. Sukanya, kemarin kita dapat medali, terus di HKSN (Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional) bapak presiden menyampaikan supaya masyarakat mendonor darah, karena donor darah itu wujud kesetiakawanan sosial. Itulah kebahagiaan-kebahagiaan yang saya terima.
Tapi kalau bicara kesulitan, saya sebagai pengurus PDDI dan Palang Merah Indonesia (PMI) memerlukan dukungan untuk kantong darah dan kegiatan-kegiatan sosial lain. Kalau untuk angkat besi dan bina raga, kita memerlukan peralatan, vitamin dan gizi. Saya mengakui pemerintah sudah membantu, tapi terus terang, pembinaan itu sangat terbatas.
Dengan kesibukkan tersebut, bagaimana mengatur waktu dengan keluarga?
Ini artinya kita bicara tentang kualitas hubungan saya dengan isteri, anak-anak. Untuk menjaga kualitas itu, kalau hari Sabtu atau Minggu, sedapat mungkin saya bertemu dengan anak-anak, keluarga besar. Untungnya sekarang komunikasi lebih mudah, ada handphone, malah bisa melihat cucu langsung lewat telepon.
Bagi saya, tinggal bagaimana kita mampu mengendalikan waktu, jangan waktu yang mengendalikan. Kita yang harus mengatur sebaiknya seperti apa.
Bagaimana dengan hobi Anda?
Dua yang tidak pernah saya tinggalkan, tenis dan golf. Kalau main tenis, seminggu minimal dua kali, setiap Selasa dan Kamis.
Kalau main golf, biasanya Sabtu dan Minggu bersama teman-teman. Itu bagian dari membangun network, membangun kebersamaan dengan teman-teman. Dengan network olahraga, kita masih tetap banyak teman sampai hari ini.
Lebih suka mana, golf atau tenis?
Saya tuh kalau sudah main tenis, stres rada hilang, karena main tenis bisa teriak-teriak, ngobrol dengan teman-teman. Jadi, kalau dibilang enak tenis atau golf, ya enak tenis, bisa teriak-teriak bebas, lebih merdeka.
Stres juga bisa hilang kalau saya menengok cucu. Kebetulan saya sudah punya empat cucu. Saya senang main ke rumah mereka.
Kembali ke persoalan SEA Games, kendala apa yang dihadapi sehingga Indonesia hanya berada di posisi keempat?
Ini mohon maaf, saya lebih melihat atlet saya dari PABBSI, karena memang saya membangun suatu lingkungan hidup bersama dengan pengurus, atlet dan pelatih.
Selama SEA Games kemarin, saya senang sekali dengan Pak Sapriyadi sebagai Ketua Kontingen Khusus PABBSI, terus beberapa pelatih binaraga. Khusus untuk angkat besi dan binaraga, kekompakan itu saya lihat sendiri. Saya tidak menilai ada hal-hal yang tidak baik dalam pelaksanaan selama ini.
Tapi, beberapa cabang olahraga hasilnya tidak memuaskan…
Saya rasa kurang etis saya menilai pengurus-pengurus besar lain atau cabang-cabang lain. Tapi, saya mengharapkan ini menjadi cambuk, cambuk bagi kita semua, termasuk saya, meskipun PABBSI dapat medali emas yang memadai.
Saya selalu bilang kepada para pelatih, jangan sombong karena olimpiade tinggal delapan bulan lagi. Bukan suatu hal yang mudah untuk segera menyiapkan diri ke olimpiade, even yang sangat terhormat itu.
Saya tidak menilai prestasi atlet cabang lain, tapi lebih makro, yakni kelemahan-kelemahan kita. Kita sudah dewasa, harus mawas diri, apa sih kelemahan-kelemahan kita.
Yang paling penting, jangan merasa kalau ada kritik, kalau ada saran, itu suatu ketidaksenangan, bukan ya! Di kita itu susah, dikritik marah. Saya pikir, selama kritik itu membangun, dan yang memberi kritik bisa memberikan jalan yang baik, itu bagus untuk kepentingan kita semua.
Upaya apa saja yang harus ditempuh agar para atlet kita bisa lebih berprestasi?
Saya sudah ketemu Pak Adhyaksa (Menpora) dan Ibu Rita Subowo (Ketua KONI). Program ke depan, kalau beliau betul, akan mencari kader-kader atlet di daerah-daerah.
Saya pikir, masak dari 200 juta sekian penduduk, kita tidak bisa membangun profesionalisme. Tapi tolong garis bawahnya tentang profesionalisme ya, kalau memang mau mencari, cari yang betul, karena seperti di angkat besi, kita punya dokter yang khusus menangani otot mereka, kemampuan fisik mereka.
Di angkat besi juga ada psikolog untuk menilai kelemahan-kelemahan sang atlet. Kelemahan itu kemudian diatasi. Jadi, kita harus mampu menggunakan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk kemajuan para atlet.
Contoh kemarin, dokter ahli di bidang olahraga banyak memberikan masukan, seperti menjelaskan bagaimana cara mengangkat barbel yang benar, kemudian mana yang salah. Nah, pengetahuan itu kemudian diberikan kepada pelatih. Teknologi itu membantu kalau betul-betul dilakukan secara komprehensif.
Bagaimana dengan kesejahtraan para atlet?
Kalau untuk kemarin, saya senang sekali ya. Atlet yang dapat emas itu, dikasih dua ratus juta rupiah. Terus kemarin, katanya, mudah-mudahan perak dan perunggu juga dapat.
Malah menurut saya, pelatih atlet yang dapat emas, perak dan perunggu itu juga harus dikasih bonus. Pasalnya, pelatih itu jasanya besar, bagaimana dia pagi-pagi membangunkan atlet, membina mental atlet.
Tapi begini ya, saya sudah cukup senang kalau pemerintah serius memberikan dua ratus juta untuk yang dapat emas, apalagi kalau pelatih juga dapat.***
Sumber: Rakyat Merdeka
SMSPlus :. PKS Partai Keadilan Sejaktera Di Indonesia 2009 Apa Kata Media :.
Membantu Mewujudkan Niat Anda Ke Tanah Suci Bersama PT Cheria travel ( KBIH ) Wisata Tour Biro Travel Haji Plus dan Umroh
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Hubungi Kami:
Kantor : Gedung twink Lt 3, Jl Kapten Tendean no. 82, Mampang Prapatan Jakarta Selatan
Telp: 021-73888872/021-70692409
Email : cheriatna@gmail.com
Kantor : Gedung twink Lt 3, Jl Kapten Tendean no. 82, Mampang Prapatan Jakarta Selatan
Telp: 021-73888872/021-70692409
Email : cheriatna@gmail.com
Entri Populer
-
Setelah mengalami penurunan biaya onh tahun 2011 di harapkan di tahun 2012 ongkos naik haji atau ONH bisa turun lagi dikisaran 30 juta rup...
-
Bukan hanya penyakit kronis yang menahun, antrian calon jamaah haji di Indonesia juga sudah cukup panjang. Di sisi lain, hal ini menggamba...
-
=== Google News Alert for: Travel Umrah === The Business of Hajj elan: The Guide to Global Muslim Culture According to Madinah Chamber ...
-
Semangat kaum muslimin indonesia untuk menunaikan ibadah haji sungguh luar biasa, bagi yg ingin segera menunaikan ibadah ini secepatnya bany...
-
Sudah menjadi tradisi di Indonesia, setiap kali ada kerabat atau tetangga yang pulang dari menunaikan ibadah haji , selalu ditengok untuk se...
-
Dapatkan Bisnis Waralaba / Franchise Travel Haji dan Umrah Dari PT.Happy Prima Wisata hanya dengan Rp.135.000.000 Saja Informasi dan Presen...
-
Di Tanah Suci, baik Makkah Al Mukaromah maupun Madinah Al-Munawarah, juga terdapat tempat-tempat bersejarah, yang meskipun bukan tempat pela...
-
Supaya perjalanan ke Tanah Suci dalam rangka menunaikan Ibadah Haji berjalan dengan baik dan lancar, ada baiknya beberapa hal dipersiapkan. ...
-
Menunaikan ibadah haji memerlukan persiapan yang sungguh-sungguh. Selain mempersiapkan fisik Anda juga wajib menyiapkan diri dengan membekal...
-
Asyik deh, Daftar umrah plus di cheria travel selain banyak program dan paketnya juga ada diskon bagi rombongan keluarga dan perusahaan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar