Rabu, 02 Januari 2008

PPP-PKS Anak Manis, PAN Main Api

PPP-PKS Anak Manis, PAN Main Api

Tahun 2008 diperkirakan menjadi puncak pertikaian koalisi parpol pendukung SBY-Kalla. Semakin dekat Pemilu 2009, parpol makin jalan sendiri-sendiri untuk memenangkan kontes politik itu. Bagaimana nasib koalisi parpol pendukung pemerintah tersebut?

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), pemenang Pilpres 2004, berasal dari partai kecil (Partai Demokrat) yang hanya mempunyai 56 kursi di parlemen. Agar pemerintahannya tidak "dikerjai" habis-habisan oleh DPR, koalisi gemuk pun dibentuk. Anggotanya 10 partai yang masing-masing mempunyai wakil di dewan.

Sayang, koalisi tersebut tidak didasari kontrak yang jelas. Hanya Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang secara tertulis mengikat kontrak dengan RI-1. Salah satunya adalah keharusan SBY mendukung langkah kemerdekaan Palestina. Sementara itu, partai lainnya hanya mendukung atas dasar tahu sama tahu.

Akibatnya, selama tiga tahun masa pemerintahan SBY-JK, terlihat koalisi yang tak berbentuk. Partai-partai politik yang mempunyai wakil di kabinet juga mengerjai pemerintah melalui parlemen. Kritiknya tajam. "Sudah tidak jelas lagi mana pendukung pemerintah dan mana oposisi," ujar guru besar ilmu politik Universitas Airlangga Kacung Maridjan beberapa waktu lalu.

Para elite politik di parlemen juga tidak ingin disalahkan atas terjadinya anomali politik itu. Sikap kritisnya terhadap pemerintah dilakukan dalam rangka melaksanakan fungsi kontrol dewan terhadap pemerintah. Dari sinilah muncul istilah partai tengah, partai independen, pendukung pemerintah yang kritis objektif, dan banyak lagi istilah lain yang membuat semuanya semakin abu-abu.

"PAN jelas pada posisinya. Kalau kebijakan pemerintah tidak mendukung rakyat, kita kritik melebihi oposisi. Tapi, kalau pemerintah pada jalur yang benar, pasti kita dukung," jelas Sekjen PAN Zulkifli Hasan. Bahkan, beberapa waktu lalu, Soetrisno Bachir menyatakan bahwa kepemimpinan SBY sudah batal. "Kalau imam kentut saat salat, jamaah boleh meninggalkan sang imam. Begitu juga dengan pemimpin bangsa," tegasnya.

PAN adalah salah satu parpol yang masuk koalisi pendukung pemerintah. Kompensasinya, dua kader terbaiknya masuk dalam kabinet. Mereka adalah Menteri Sekretaris Negara Hatta Radjasa dan Menteri Pendidikan Bambang Sudibyo.

Kritisnya sikap PAN terhadap pemerintah membuat salah seorang Ketua DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum berkomentar keras. "PAN sebagai partai pendukung pemerintah sudah melenceng ke kiri," kata Anas. (cak/tom/pri/yus/mk)

Indo Pos | 3 Januari 2008




SMSPlus :. PKS Partai Keadilan Sejaktera Di Indonesia 2009 Apa Kata Media :.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hubungi Kami:

Kantor : Gedung twink Lt 3, Jl Kapten Tendean no. 82, Mampang Prapatan Jakarta Selatan
Telp: 021-73888872/021-70692409

Email : cheriatna@gmail.com




Entri Populer

Info Haji

Biro Travel Haji Plus dan Umroh Prima Saidah