Senin, 26 Mei 2008

MENTERI PERTANIAN : Tak Tertarik Jadi Jurkam, Tapi Tunjukkan Prestasi

PKS Partai Keadilan Sejahtera Menuju Pemilu 2009

Type rest of the post here


Tak Tertarik Jadi Jurkam
Sunday, 25 May 2008

SAAT sejumlah politikus di Kabinet Indonesia Bersatu sibuk meminta keringanan aturan izin untuk berkampanye bagi partainya,Menteri Pertanian (Mentan) Anton Apriyantono malah bersikap sebaliknya.

Dia tak berminat mengajukan izin untuk menjadi juru kampanye (jurkam) Partai Keadilan Sejahtera (PKS).Mengapa? Menurut Anton,pekerjaan juga merupakan kampanye politik. Bahkan,bentuk kampanye seperti ini lebih efektif dalam menjaring simpati rakyat. “Apa yang saya lakukan bisadikatakan kampanye bagi parpol (partai politik).

Sebab, kalau hasil kinerja saya menjadi menteri pertanian bagus, secara tak langsung rakyat akan melihat berlatar belakang (partai) saya apa. Ooo… kerja si Anton bagus,dia kan dari Partai Keadilan Sejahtera,”tuturnya. Ukuran berhasil atau tidak kerja keras selama ini, lanjut Anton, dapat dilihat dari apakah ada perubahan nasib dari rakyat yang diayomi, yakni petani dan peternak.

Kalau kehidupan mereka ada perbaikan, artinya hasil kerjanya memang bagus dan tentunya berdampak positif bagi PKS. “Dan sebaliknya, tapi peningkatan itu harus dilihat secara objektif,”pintanya. Karena itu, politikus muda ini lebih tertarik memperkuat kinerja di Departemen Pertanian daripada sibuk berkampanye di lapangan.Pasalnya, sudah ada politisi PKS lainnya yang bisa menjadi jurkam.

Menurut lulusan Institut Pertanian Bogor ini, jika kerja kerasnya bagus,maka ada dua efek yang ditimbulkan. Pertama, kehidupan petani dan peternak semakin baik. Sementara kebutuhan sehari-hari masyarakat akan pangan dengan mudah ditemukan di pasaran.“Kedua, ya yang tadi sempat saya ungkapkan, rakyat akan melihat dari partai mana saya berasal.

Kasarnya begini, rakyat berpendapat kalau saya pilih partai ini, maka sumbangsihnya bagi saya (rakyat) positif. Jadi, besok (2009) saya pilih partai dia (Anton) saja hahaha,” katanya tertawa. Mentan adalah penggemar berat olahraga bulutangkis. Karena itu,saat tim Thomas Indonesia kalah telak dari Korea Selatan,dia sangat terpukul. Mentan menambahkan, dirinya juga kerap memberikan masukan kepada Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Adhyaksa Dault.

“Pada kesempatan informal, saya memberikan masukan kepada Pak Adhyaksa untuk membenahi manajemen pembinaan olahraga bulutangkis,” ungkapnya. Masukan yang diberikan, antara lain mengenai bagaimana menciptakan atlet berkualitas. Jadi, bukan menemukan atlet seperti yang selama ini terjadi. Anton mengatakan, menemukan atlet berbakat memang tidak salah.

Namun, ke depannya bangsa ini akan kesulitan melakukan regenerasi atlet seperti halnya China, Malaysia, atau Korea Selatan. Kegilaan Mentan terhadap bulutangkis bisa terlihat dari aktivitas sehari-harinya yang tidak bisa lepas dari raket. Bahkan, kalau berkunjung ke daerah dan menginap, raket itu selalu ada di tas pakaiannya. “Kalau ada kesempatan pasti main.” (m iqbal)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hubungi Kami:

Kantor : Gedung twink Lt 3, Jl Kapten Tendean no. 82, Mampang Prapatan Jakarta Selatan
Telp: 021-73888872/021-70692409

Email : cheriatna@gmail.com




Entri Populer

Info Haji

Biro Travel Haji Plus dan Umroh Prima Saidah