Minggu, 18 Mei 2008

Sosok Bersih Itu Telah Tiada

PKS Partai Keadilan Sejahtera Menuju Pemilu 2009

Sosok Bersih Itu Telah Tiada

Aktor gaek Sophan Sophiaan mengalami kecelakaan, setelah motor gede (moge) tunggangannya, Harley Davidson, tipe Ultra Light Electric Glide keluaran tahun 2005, terperosok ke lubang di tengah jalan sedalam 15 cm, tepatnya di jembatan Desa Planglor, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Kecelakaan pada Sabtu (16/5) sekitar pukul 09.30 WIB itu pun merenggut nyawa pria kelahiran Makassar tersebut.

Supriyitno, salah seorang anggota HDCI yang ditemui di rumah mantan politisi PDI-P itu, mengungkapkan, Slamet berada di tengah-tengah baris depan di antara 270 unit moge yang berkonvoi dalam enam grup. Supriyitno menambahkan, kecelakaan tersebut terjadi ketika motor 1600cc berwarna merah maroon dengan bobot 385kg itu dipacu Sophan dengan kecepatan diatas 100km/jam.

Rombongan moge itu berangkat dari Jakarta pada 12 April 2008 menuju Rengasdengkok, Cirebon, Pekalongan, Semarang, Rembang, Tuban, dan Surabaya. Sejumlah kota lain juga disinggahi rombongan yang berencana melakukan perjalanan dengan garis finish di Monas, Jakarta, pada 20 Mei.

Lubang yang cukup panjang tersebut tak mampu dihindari hingga akhirnya Sophan terjatuh dan mengalami luka parah di bagian dada dan sejumlah tulang di bagian dada, patah. Antara melaporkan, dr Imam Fadli, salah seorang dokter RSUD Sragen, Slamet, yang juga mengalami sejumlah luka di paha dan tangan, diyakini meninggal dunia saat perjalanan dari lokasi kejadian menuju RS ini.

Suami aktris senior Widyawati tersebut merupakan satu-satunya korban yang meninggal dunia pada kecelakaan tragis ini.

Kepada wartawan, Romy Sophan, salah seorang putra Sophan mengungkapkan jika sang ayah berada pada kondisi yang sehat sebelum berangkat mengikuti tur keliling sejumlah kota di Pulau Jawa itu. Romy juga menyatakan jika dirinya telah ikhlas menerima kepergian sang ayah, yang didaulat menjadi Ketua Harian dari tur yang dinamakan "Jalur Merah Putih" itu.

Hal lain yang diungkap Romy adalah rasa cinta dan kesetiaan kedua orangtuanya antara satu sama lain. Kesetiaan sang ayah, kata Romy, dapat terlihat dari kebiasaan Sophan selalu membonceng Widyawati di atas moge yang dibelinya pada tahun 2005 itu. Namun, pada rute Kediri-Sragen yang merenggut nyawa Sophan, Widyawati tak berada di belakang sang suami. "Ibu tidak dibonceng karena ibu lagi lelah dan capek. Tapi ibu ada di dalam rombongan itu juga, di dalam mobil," katanya.

"Biasanya, ibu selalu dibonceng sama papa. Kemana pun papa pergi, ibu tidak lepas dari papa," kenang Romy.

"Selalu bersama," tambah Romy, mengenang kebersamaan Sophan dan Widyawati.

Sementara, Slamet Rahardjo, yang datang ke rumah aktor dan aktris kenamaan itu di Jl Garuda, Bintaro, Jakarta Selatan, menyatakan bahwa sudah sangat banyak kenangan manis maupun pahit yang telah dialaminya bersama Sophan. "Banyak! Pernah satu saat kita menjadi superstar Indonesia. Berdua! Dan bisa dibayangin, bagaimana dengan perlahan-lahan tapi pasti, pada saat film nasional saat itu lagi jatuh, kita malah bersama-sama mencoba membangun bersama kembali, dengan sutradara-sutradara jagoan pada saat itu," papar Slamet.

Secara pribadi, Slamet menyatakan, bahwa dirinya telah kehilangan seorang kawan yang `bersih`. Selain itu, lanjut Slamet, Indonesia kembali ditinggalkan seorang tokoh nasional. "Saya bisa jamin, Sophan selama hidupnya bersih. Itu jarang! Jarang ada kawan saya yang seperti itu. Dia itu tokoh bersih, dan itu harus jadi contoh banyak orang," demikian Slamet. [EL]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hubungi Kami:

Kantor : Gedung twink Lt 3, Jl Kapten Tendean no. 82, Mampang Prapatan Jakarta Selatan
Telp: 021-73888872/021-70692409

Email : cheriatna@gmail.com




Entri Populer

Info Haji

Biro Travel Haji Plus dan Umroh Prima Saidah