Kamis, 17 Juli 2008

Pemilu 2009 Pemilu Paling Ramai dalam Sejarah

PKS Partai Keadilan Sejahtera Menuju Pemilu 2009

Pemilu 2009 Pemilu Paling Ramai dalam Sejarah
KOMPAS/WISNU WIDIANTORO
Petugas Satuan Polisi Pamong Praja Kelurahan Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (9/7), menertibkan bendera partai politik yang terpasang di taman di Jalan Kiai Maja, Jakarta. Penertiban itu dilakukan karena atribut parpol mengganggu pemandangan dan belum saatnya dipasang.
Inilah Ikrar Janji Damai Dalam Kampanye /KompasTV
Artikel Terkait:

* Amien Rais: Jenderal-Jenderal Gabung Saja
* Presiden dan Wapres Mulai Berkunjung ke Daerah
* Bendera Parpol Mulai Marak di Biak
* "Fenomena SBY dan Partai Demokrat" Sulit Terulang Lagi
* Kampanye Hitam, No! Kampanye Santun, Yes!

Jumat, 18 Juli 2008 | 08:16 WIB

PALU, JUMAT - Ketua Umum DPP Partai Golkar Jusuf Kalla menyatakan, pemilihan umum (Pemilu) yang dilaksanakan pada 9 April 2009 mendatang akan tercatat dalam sejarah Indonesia sebagai pemilu paling ramai dan gegap gempita dibandingkan pemilu-pemilu yang pernah ada.

Hal ini disampaikan Kalla saat pengukuhan Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Golkar Tingkat Provinsi dan Kabupaten Kota Sulawesi Tengah, Jumat (18/7) pagi di Silae Convention Hall. Acara ini dihadiri Kalla sebelum melanjutkan kunjungannya di sembilan kota di lima provinsi di kawasan Indonesia Bagian Tengah.

Kalla didampingi sejumlah petinggi Partai Golkar seperti Ketua DPP Rully Chairul Aswar, Ketua Organisasi, Kader dan Keanggotaan (OKK) Partai Golkar. "Pemilu yang akan datang akan menjadi pemilu paling ramai dan gegap gempita dalam sejarah di Indonesia. Sebab, bukan hanya 34 partai politik yang akan ikut, akan tetapi juga memilih banyak orang untuk anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD)," jelasnya.

Menurut dia, dalam Pemilu 1999 lalu, jumlah peserta pemilu memang paling banyak, yaitu 48 parpol. Namun, pemilu waktu itu belum ada pemilihan untuk anggota DPD. "Jadi, hanya bersaing partai saja dan belum bersaing orang. Kalau dalam pemilu 2009 nanti, kita akan bersaing antar orang dan juga antar partai. Karena itu, partai dan Bappila dalam pemilu mendatang harus kerja keras," tambah Kalla.

Sekadar membandingkan, Pemilu pertama Indonesia pada 1955 tercatat diikuti 118 kontestan yang terdiri dari parpol dan perorangan untuk memilih DPR, dan 91 kontestan untuk memilih anggota Konstituante.

Dengan banyaknya parpol dan banyak orang yang akan dipilih, Kalla mengingatkan agar partai Golkar jangan hanya sekadar pasang bendera dan baliho yang akan ikut menambah penuhnya kota dengan atribut pemilu atau memasang calon dengan sekadar memakai peci hitam, apalagi memilih calon anggota legislatif yang tidak dikenal dan tidak memiliki kualitas.

"Partai Golkar juga harus membuat satu bentuk kegiatan yang bisa memberi perhatian dan manfaat bagi masyarakat dan rakyat pemilih. Kalau itu yang dilakukan, rakyat akan mengenal dan memilih partai Golkar dalam pemilu besok," lanjut Kalla.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hubungi Kami:

Kantor : Gedung twink Lt 3, Jl Kapten Tendean no. 82, Mampang Prapatan Jakarta Selatan
Telp: 021-73888872/021-70692409

Email : cheriatna@gmail.com




Entri Populer

Info Haji

Biro Travel Haji Plus dan Umroh Prima Saidah