Minggu, 26 April 2009

Musyawarah Majelis Syura PKS Berlangsung Alot

PKS Partai Keadilan Sejahtera Menuju Pemilu 2009

Musyawarah Majelis Syura PKS Berlangsung Alot


Jakarta (ANTARA News) - Musyawarah Majelis Syura XI Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Minggu, berlangsung alot pada saat pembahasan mengenai perlu-tidaknya partai berlambang bulan sabit kembar itu mengajukan calon wakil presiden (cawapres) untuk mendampingi Susilo Bambang Yudhoyono.

"Mulai agak alot, agak `hangat-hangat` sedikit. Suasana mulai berimbang dengan usulan yang beragam, ada yang usul PKS perlu mengusung cawapres dan sebagian bilang tidak perlu," kata Presiden PKS Tifatul Sembiring di sela-sela Musyawarah Majelis Syura XI PKS di Auditorium Binakarna Bidakara di Jakarta.

Selain itu, katanya, ada yang mengusulkan agar PKS mengajukan tiga nama cawapres serta ada pula yang mengusulkan cawapres dari luar partai.

Namun, menurut Tifatul, hampir semua anggota Majelis Syura yang berjumlah 99 orang mengatakan, jika PKS berkoalisi dengan Partai Demokrat dan mengusung SBY sebagai capres, maka harus ada kesepakatan yang mengikat koalisi itu dengan berlandaskan platform.

"Jadi, bukan sekadar koalisi atau tidak koalisi, tetapi (kesepakatan) ini agar agenda kita tetap jalan," katanya sambil menyebut sekitar 39 anggota Majelis Syura mendukung koalisi PKS dengan Partai Demokrat dengan catatan kedua pihak menyepakati platform koalisi.

Bagi PKS, katanya, koalisi bukan berdasarkan bagi-bagi kursi, jatah-jatahan dan sebagainya, tapi agar koalisi bisa efektif bekerja untuk kesejahteraan rakyat.

"Kalau Musyawarah Majelis Syura memutuskan hal itu, maka Tim 5 PKS akan bertemu Tim 9 Partai Demokrat untuk membicarakan platform koalisi yang akan ditandatangani kedua belah pihak sebagai tanda sahnya koalisi," kata Tifatul yang juga Ketua Tim 5 PKS.

Kalau platform tersebut sudah ditandatangani, kata Tifatul, maka masalah lainnya menjadi opsi berikutnya. "Kalau platform koalisi itu jalan, maka koalisi di parlemen dan pemerintahan akan berjalan. Soal cawapres atau menteri, belakangan," katanya.

Karena itu, katanya, jalannya Musyawarah Majelis Syura yang membahas masalah koalisi itu berjalan alot.

"Peserta musyawarah `kan tidak boleh membawa telepon selular agar terisolasi, karena bisa saja ada yang kirim SMS dukungan dan sebagainya dari luar," katanya.

Kalau tidak berhasil dicapai kata mufakat, katanya, kemungkinan pengambilan keputusan musyawarah itu akan dilakukan dengan pemungutan suara (voting).

Ketika ditanya apakah PKS juga siap mengambil sikap oposisi jika tidak tercapai kesepakatan dengan Partai Demokrat, Tifatul mengatakan, dalam musyawarah tersebut dari 99 orang anggota Majelis Syura belum ada satupun yang mengatakan sebaiknya PKS mengambil sikap oposisi.

"Tetapi, secara prinsip, PKS siap membantu pemerintahan, baik dari dalam atau pun dari luar pemerintahan," katanya.(*)

COPYRIGHT © ANTARA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hubungi Kami:

Kantor : Gedung twink Lt 3, Jl Kapten Tendean no. 82, Mampang Prapatan Jakarta Selatan
Telp: 021-73888872/021-70692409

Email : cheriatna@gmail.com




Entri Populer

Info Haji

Biro Travel Haji Plus dan Umroh Prima Saidah