Minggu, 26 April 2009

PKS Berkoalisi dengan Demokrat

PKS Partai Keadilan Sejahtera Menuju Pemilu 2009

PKS Berkoalisi dengan Demokrat

Liputan6.com, Jakarta: Rapat Pimpinan Nasional Partai Demokrat di Arena Pekan Raya Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, Ahad (26/4) siang, masih berlangsung. Ketua Dewan Pembina Partai Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono, menyatakan dinamika politik sebelum dan sesudah pemilu legislatif tak mempengaruhi langkah partai dalam Pemilihan Umum Presiden, Juli mendatang.

Berdasarkan hitungan cepat, Partai Demokrat telah mengumpulkan perolehan suara lebih dari 20 persen. Tapi, partai ini tetap harus berkoalisi dengan partai lain. Sejumlah partai telah memberi sinyal kuat untuk bermitra dengan Demokrat.

Tifatul Sembiring, Presiden Partai Keadilan Sejahtera, sempat menyatakan optimistis PKS berkoalisi dengan Demokrat. Dua nama dari PKS telah diajukan sebagai calon wakil presiden mendampingi Yudhoyono, yaitu Tifatul Sembiring serta Hidayat Nur Wahid. Sejauh ini, Tim V PKS yang diketuai Tifatul telah menandatangani kesepakatan dengan Tim IX Demokrat untuk membangun koalisi.

Sekadar menengok latar belakang, Hidayat Nur Wahid adalah Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat yang menjadi presiden pertama PKS. Partai ini sebelumnya bernama Partai Keadilan. Sosok lain yang digadang PKS adalah Tifatul Sembiring. Lelaki kelahiran Bukittinggi, Sumatra Barat, ini memimpin PKS menggantikan Hidayat yang mengundurkan diri setelah terpilih menjadi Ketua MPR.

Selain PKS, Partai Amanat Nasional memberikan sinyal tegas berkoalisi dengan Demokrat. Dewan Pimpinan Wilayah PAN Yogyakarta mendesak Dewan Pimpinan Pusat PAN segera menggelar rapimnas. Usulan itu sebagai tindak lanjut hasil pertemuan 27 DPW PAN di rumah Amien Rais, Ketua Majelis Pertimbangan PAN, beberapa waktu silam. Hasil pertemuan mencalonkan Hatta Radjasa sebagai cawapres.

Hatta Radjasa adalah anggota majelis penasihat partai atau MPP PAN yang kini menjabat menteri sekretaris negara. Sedangkan kandidat kedua PAN adalah Soetrisno Bachir, Ketua Umum PAN. Sejauh ini, PAN cenderung berkoalisi dengan Demokrat meski tak menutup kemungkinan berpaling ke kubu lain.

Dengan begitu, empat nama cawapres pendamping Yudhoyono telah muncul. Dua dari PKS dan dua lainnya dari PAN. Tapi bukan tak mungkin Yudhoyono menunjuk nama lain di luar empat tokoh politisi tersebut. Pasalnya, belum tentu keempat nama yang diajukan memenuhi kriteria cawapres yang diinginkan Yudhoyono.

Sementara suara berbeda justru digaungkan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Rapimnas partai yang dihadiri 32 perwakilan DPW PPP se-Indonesia ini menghasilkan empat keputusan. Meski tidak dijelaskan arah koalisi, 28 dewan menyatakan dukungan terhadap pencalonan Prabowo Subianto sebagai calon presiden 2009.(IKA/TIm Liputan 6 SCTV)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hubungi Kami:

Kantor : Gedung twink Lt 3, Jl Kapten Tendean no. 82, Mampang Prapatan Jakarta Selatan
Telp: 021-73888872/021-70692409

Email : cheriatna@gmail.com




Entri Populer

Info Haji

Biro Travel Haji Plus dan Umroh Prima Saidah