Tampilkan postingan dengan label Milad PKS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Milad PKS. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Mei 2008

PKS Setelah Satu Dasawarsa

PKS Partai Keadilan Sejahtera Menuju Pemilu 2009

Type rest of the post here


ANTARA News - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sejak berdiri pada 20 April 1998 - saat itu bernama Partai Keadilan - terkenal sebagai organisasi politik yang mampu mengerahkan massa dalam jumlah besar dalam kegiatannya, seperti dalam berbagai unjuk rasa atau mobilitas publik lainnya.

Tak terkecuali dalam acara tasyakuran milad atau HUT ke-10 PKS di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (4/5). Stadion yang berkapasitas 88 ribu tempat duduk tak mampu menampung kader dan simpatisan yang sebagian datang bersama anak-anak mereka.

Mereka seakan sedang merayakan sebuah kemenangan. Pada acara yang dihadiri oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu, misalnya, Ketua Majelis Syura PKS KH Hilmy Aminuddin antara lain mengatakan kemenangan calon-calon yang didukung PKS dalam 90 dari sekitar 150 pemilihan kepala daerah yang telah berlangsung patut disyukuri.

Berbeda dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang "dirundung malang" akibat dualisme kepemimpinan antara Muhaimin Iskandar dan Ali Masjkur Musa, PKS ingin membuktikan sebagai kendaraan politik yang solid untuk memenangi Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden 2009.

Milad ke-10 PKS di Gelora Bung Karno itu sekaligus mencanangkan tekad untuk memenangi Pemilu mendatang.

Presiden PKS Tifatul Sembiring pada milad itu menyerukan seluruh kader dan simpatisan PKS untuk merapatkan barisan dan mengkonsolidasikan organisasi meraih kemenangan pada Pemilu mendatang.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan masa kampanye pada bulan Juli 2008, sehingga PKS harus bekerja keras mengkonsolidasikan organisasi untuk mencapai kemenangan, katanya.

Dua kemenangan dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur di Jawa Barat dan Sumatera Utara baru-baru ini merupakan dorongan yang kuat bagi akselerasi semangat PKS menjalankan mesin politiknya.

Apalagi PKS berhasil menggusur banyak partai lain - termasuk dua partai besar yakni Partai Golkar dan PDI Perjuangan - dalam pemilihan di dua provinsi utama di Indonesia, yaitu Jawa Barat dan Sumatera Utara, dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur periode 2008-2013.

Kemenangan PKS di Jawa Barat yang merupakan provinsi berpenduduk terpadat di Pulau Jawa dan di Sumatera Utara yang menjadi provinsi barometer politik di Pulau Sumatera sekaligus menjadi modal menghadapi pemilihan serupa di Riau (5/8), Sumatera Selatan (4/9), Lampung (3/9), Jawa Tengah (22/6), Jawa Timur (23/7), Bali (9/7), NTB (7/7), NTT (2/6), Kaltim (25/6), dan Maluku (9/7) pada tahun 2008 ini.

Bila dalam pemilihan kepala daerah di tingkat provinsi itu, termasuk berbagai pemilihan kepala daerah di tingkat kabupaten/kota lain, calon-calon yang didukung PKS menang maka gerbang kemenangan PKS dalam Pemilu 2009 pun semakin terbuka lebar.

Pada Pemilu 1999 secara nasional PKS mencapai urutan ketujuh dan pada Pemilu 2004 naik menjadi peringkat kelima.

Pada Pemilu 2009, PKS menargetkan menang dalam pemilu atau setidaknya memperoleh 20 persen suara.

Data potensial pemilih pemilu (DP4) yang disampaikan Komisi Pemilihan Umum (KPU) baru-baru ini berjumlah 154.741.787 jiwa. Bila data itu dijadikan asumsi jumlah pemilih yang memberikan suara pada Pemilu Legislatif 2009, PKS perlu mendapatkan dukungan sekitar 30,9 juta suara pemilih untuk memenuhi target 20 persen suara.


Terlalu dini

Keyakinan bahwa PKS dapat memenangkan Pemilu 2009 hanya berdasarkan kemenangan dalam pemilihan kepala daerah di Jabar dan Sumut dinilai seorang pengamat terlalu dini.

"Terlalu dini dan kurang tawadhu (rendah hati) kalau PKS yakin menang dalam Pilpres hanya karena memenangkan Pilkada Jabar dan Sumut," kata Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari.

Qodari mengatakan keyakinan seperti itu mesti menunggu kinerja PKS di berbagai pemilihan kepala daerah lain yang akan digelar pada tahun 2008.

Qodari menilai kemenangan pasangan calon yang didukung PKS pada pemilihan kepala daerah di Jabar dan Sumut merupakan kebetulan atau "trend" (kecenderungan) pemilih di dua provinsi itu yang menginginkan alternatif calon lain.

Untuk memenangkan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden, menurut Qodari, selain mesin partai sebagai faktor penting dalam mengupayakan perolehan suara pemilih sebanyak-banyaknya, variabel utama pemenangan dalam pemilihan itu adalah figur.

Muhammad Qodari yang dikenal sebagai pengamat politik yang kerap meneliti dan menganalisis dinamika partai-partai politik Islam itu mengatakan figur Hidayat Nurwahid dan Tifatul Sembiring masih terbatas.

"Kalau mau harus bergandengan dengan tokoh yang sudah sangat populer," kata pria yang pernah menulis artikel berjudul "Mencari Wajah Baru PKS" yang dipublikasikan sebuah koran nasional terkemuka saat PKS menggelar musyawarah kerja nasional di Bali 1-3 Februari 2008 itu.

Sementara pengamat lain berpendapat partai politik sekuler atau yang tidak berbasis agama diperkirakan akan menjadi pilihan favorit publik pada Pemilu 2009.

"Sementara dukungan pada partai Islam menurun signifikan dibanding pada Pemilu 2004," kata Direktur Eksekutif Lembaga Survei Nasional (LSN) Umar S Bakry saat mengumumkan hasil survei baru-baru ini.

Survei dilaksanakan Januari-Februari 2008 di 33 provinsi di Indonesia. Total responden dalam survei tersebut adalah 2.178 orang dengan "margin of error" +2,1 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Survei dilakukan dengan metode penarikan sampel "multistage random sampling". Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka menggunakan kuesioner.

LSN memprediksi Partai Golkar akan tetap keluar sebagai pemenang dalam Pemilu 2009. Hasil survei menunjukkan 15,9 persen responden menyatakan akan memilih Partai Golkar.

Responden yang menyatakan akan memilih PDI Perjuangan sebesar 13,9 persen disusul yang akan memilih Partai Demokrat sebesar 8,9 persen.

Sedangkan partai-partai yang berbasis agama seperti PKS hanya dipilih oleh 3,9 persen responden disusul PKB 3,2 persen, PPP 2,8 persen, dan PAN 2,3 persen.

Mengacu pada hasil survei itu, menurut Umar, partai-partai sekuler yang diwakili Partai Golkar, PDI Perjuangan dan Partai Demokrat diduga akan mendominasi hasil pemilu 2009.

Dengan demikian, kata Sekjen Asosiasi Riset Opini Publik (Asropi) itu, kecenderungan preferensi publik terhadap partai politik tidak berubah.

Kendati demikian, lanjut Umar, peta tersebut bisa saja berubah sebab terdapat 47,5 persen responden yang belum menentukan pilihan.

"Berbagai kemungkinan masih bisa terjadi. Artinya, peluang bagi partai-partai berbasis agama untuk memperbaiki diri sehingga dapat mendongkrak perolehan suara dalam pemilu 2009 nanti masih terbuka lebar," katanya.

Pandangan sejumlah pengamat itu berbeda dengan pandangan politisi. Mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso misalnya memperkirakan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bisa mencapai nomor tiga dalam perolehan suara Pemilu Legislatif 2009.

"Partai ini mempunyai potensi besar, kader dan simpatisannya militan. PKS mungkin bisa menjadi nomor tiga," kata Sutiyoso menjawab wartawan seusai menghadiri Milad atau HUT ke-10 PKS di Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu.

Sutiyoso kagum terhadap massa PKS yang menghadiri milad itu karena berjumlah lebih dari seratus ribu orang, baik di dalam maupun luar stadion.

"Melihat massa PKS itu memang sangat menjanjikan. Mereka datang tanpa pamrih, mau bekerja keras, dan ini semua merupakan potensi besar," katanya.


Anti Amplop

Selain menyerukan tekad memenangi Pemilu 2009, Tifatul dalam milad itu menegaskan bahwa PKS anti amplop dalam pengertian anti menerima pemberian baik berupa uang atau bentuk gratifikasi lain.

"PKS anti amplop dan kami menolak segala macam gratifikasi," kata Tifatul lantang disambut tepuk tangan hadirin di stadion.

Ia menyebutkan bahwa PKS telah mengembalikan kepada negara uang sebesar Rp1,9 miliar yang merupakan gratifikasi sejak 2005.

PKS ingin mengokohkan diri sebagai partai yang bersih, peduli dan profesional.

Sikap bersih yang ditunjukkan PKS membuat partai ini juga terkenal dengan istilah "PKS = Partai Kantong Sendiri".

Partai ini memang lebih dikenal sebagai Partai Kantong Sendiri karena kami ingin berusaha semaksimal yang kami bisa dari diri kami sendiri tanpa bantuan pihak-pihak lain yang mengikat, kata Hilmy.

Satu hal yang menarik dalam setiap kegiatan PKS adalah terdapat sejumlah petugas yang menyediakan tempat sedekah atau infak dari para kader dan simpatisan partai itu.

Pada milad itu, PKS juga meluncurkan program pangan 10 juta ton beras untuk membantu masyarakat miskin memenuhi kebutuhan pangannya.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mendukung sepenuhnya program-program yang digencarkan PKS termasuk dalam melanjutkan reformasi.

"Oleh karena itu, saya harap keluarga besar PKS terus jadi pelopor untuk lanjutkan reformasi," ujar Presiden yang disambut oleh tepuk tangan sekitar seratus ribu kader PKS yang memenuhi stadion Gelora Bung Karno.

Yudhoyono wajar mendukung program PKS karena pada Pemilu 2004 ia didukung oleh PKS pula untuk menjadi orang nomor satu di republik ini.

Akankah PKS tetap mencalonkan Yudhoyono pada Pemilu 2009? Tifatul saat safari dakwah di Padang pada 13 Februari lalu mengatakan PKS akan mencalonkan nama presiden dan wakil presiden dari kader sendiri bila mampu memenuhi target minimal 20 persen suara karena PKS memiliki sekitar 250 orang ahli bergelar Doktor dan Ph.D yang bisa dicalonkan.

Nah, PKS pun bisa menjadi "Partai Kader Sendiri". (*)

Oleh Budi Setiawanto

Selasa, 22 Mei 2007

PKS Kota Bogor Laporkan Fitnah Lewat Selebaran

Bogor, 22 Mei 2007 11:38
PKS Kota Bogor melaporkan kasus fitnah lewat selebaran ke Polresta Bogor. Selebaran itu isinya mendiskreditkan PKS, dengan kop surat mirip dengan kop resmi milik DPD partai tersebut.

"PKS merasa dizhalimi dengan adanya selebaran ini. Perlu ditegaskan, kami tidak pernah mengeluarkan selebaran tersebut. Oleh karena itu telah kami laporkan kepada Polresta Bogor kejadian ini dengan nomor laporan No. Pol: LP/457/V/2007/SPK. Kita yakin polisi dengan jaringan intelijennya mampu membongkar kasus ini," kata Jajat Sudrajat, Ketua Bidang Politik dan Hukum PKS Kota Bogor, Selasa (22/5).

Ia menjelaskan, selebaran itu beredar justru saat PKS Kota Bogor tengah mengadakan Hari Jadi ke-9, Ahad (22/4) di lapangan Sempur Kecamatan Bogor Tengah, dengan acara Senam Sehat PKS.

Bentuk fitnah ini berupa adanya selebaran yang mengatasnamakan DPD Partai Keadilan Sejahtera Kota Bogor dengan tujuan mengadu domba PKS dengan umat Islam dengan isu maulid, yakni PKS anti-acara maulidan, serta mengadu domba PKS dengan TNI/Polri.

Menurut dia, kasus serupa dengan modus fitnah juga pernah menimpa KMB (Keluarga Muslim Bogor) yang merupakan wadah koordinasi Ormas Islam se-Kota Bogor.

"Karena sudah beberapa kali terjadi kasus semacam itu, tentu kita sangat berharap polisi bisa membongkarnya, karena akan tidak membuat kondusif suasana di Kota Bogor, yang selama ini aman," katanya.

Sementara itu, Ketua DPD PKS Kota Bogor, Yocie Gusman mengemukakan, hasil silaturahmi yang dilakukan Ormas Islam se-Kota Bogor, MUI Kota Bogor maupun para tokoh agama telah bersepakat bahwa selebaran gelap ini bertujuan memecah belah "ukhuwah Islamiyah".

Sedangkan berdasarkan hasil informasi lapangan yang dijaring dari seluruh Pj RW PKS (Penanggung Jawab Partai tingkat RW) warga Bogor yang mendapat selebaran gelap ini telah menyadari bahwa selebaran itu hanyalah provokasi murahan yang bersifat politis.

"Apalagi selebaran ini sangat bertentangan dengan misi PKS yakni PKS senantiasa mengedepankan ukhuwah dan persatuan Ummat serta kerja nyata," katanya.

Ia menegaskan bahwa pelaporan ke Polresta itu semata-mata agar ada efek jera kepada provokator yang telah menyebar selebaran tidak bertanggung jawab, walaupun pengaruh selebaran gelap terhadap dukungan PKS di Kota Bogor tidak ada, dan banyak warga tetap percaya dengan PKS.

Dalam kaitan itu, kata dia, para ulama di Kota Bogor menanggapi selebaran tersebut sebagaimana dalam firman Allah dalam Surat An Nur ayat 12 yakni, "Ini adalah suatu berita bohong yang nyata".

Oleh karena itu dengan adanya selebaran tersebut para ulama melakukan klarifikasi atau tabayyun kepada PKS. "Dan ini sudah menjadi akhlaq para ulama, karena ini merupakan perintah Allah SWT sebagaimana dalam surat Al Hujurat ayat ke-6 yakni, "Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu," katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Bogor, Yusuf Dardiri menambahkan bahwa fitnah melalui selebaran itu, selain ditujukan untuk memberikan pencitraan buruk kepada PKS, namun pada saat yang sama ingin menggoyang sendi-sendi hubungan harmonis diantara umat Islam maupun antarelemen pemerintahan yang sebenarnya tidak mengalami hambatan.

"Jadi, karena warga Kota Bogor sudah matang, tentu provokasi itu tidak terlalu berpengaruh, namun aparat kepolisian sudah semestinya bisa membongkar pelakunya," katanya.

Sumber: GATRA

Rabu, 11 April 2007

PKS Award 2007 Sudah 20 Kategori

Ingin memberikan penghargaan terbaik kepada anak bangsa yang berkualitas, PKS kembali memberikan PKS Award. PKS memberikan penghargaan kepada anak bangsa yang perhatian pada bidang yang banyak berguna untuk masyarakat. Berdasarkan usulan kader dan simpatisan PKS, PKS Award tahun ini sudah mencapai 20 kategori.

Menjelang penyelenggaraan milad, Panitia Nasional Milad Ke-9 Partai Keadilan Sejahtera semakin mematangkan acaranya. Pada 20 April nanti, PKS akan mengadakan syukuran miladnya di Hotel Bidakara. Direncanakan Tasyakuran itu akan dihadiri oleh pengusaha, pejabat pemerintahan, anggota legislatif dan tokoh-tokoh msyarakat.

Ketua Panitia Milad Ke-9 PKS dr Naharus Surur, M.Kes mengungkapkan tahun ini akan memberikan PKS Award lebih banyak. “Yang sudah kita godok sampai saat ini ada 20 kategori,” kata Naharus.

Acara tasyakuran nanti akan diisi pula dengan penganugerahan PKS Award kepada sejumlah tokoh yang perhatian di bidangnya masing-masing. Tahun ini merupakan penganugerahan PKS Award kedua setelah tahun lalu(2006) PKS juga memberikan award.

Di sekitar acara tasyakuran akan diadakan pameran foto. Acara tersebut menampilkan rekaman-rekaman kegiatan PKS dalam gambar hasil bidikan kader dan simpatisan PKS. Gambar terbaik akan dilelang pada akhir acara tasyakuran.

Selain Tasyakuran, untuk meramaikan Milad tahun ini, PKS juga menggelar Puncak Milad. Acara ini akan diadakan pada Ahad(22/4) di Arena Pekan Raya Jakarta dari pukul 09.00-12.00 WIB. Puncak Milad PKS akan diisi dengan acara Taujih Ketua Majelis Syuro KH Hilmy Aminudin, pentas seni dan penghargaan kepada keder PKS.


Blogger Indonesia PKS Success StoryBlogger Indonesia PKS Success Story

Senin, 19 Maret 2007

JADWAL ACARA MILAD KE-9 PKS

JADWAL ACARA MILAD KE-9 PKS

19 Maret-22 April 2007:
Penulisan tentang PKS di Media Nasional dan Lokal

26 Maret-07 April 2007 (11.00-13.00 WIB):
Kunjungan Ke Lembaga Media

07 April 2007 (11.00-13.00 WIB):
Konferensi Pers

08 April 2007 (07.00-10.00 WIB):
Jalan Sehat Keluarga dan Senam PKS

15 April 2007 (09.00-12.00 WIB):
Donor Darah Sabtu,

21 April 2007 (09.00-21.00 WIB):
PKS Exhibition

21 April 2007 (20.00-22.00 WIB):
Tasyakuran Milad PKS

22 April 2007 (09.00-13.00 WIB):
Seremonial Puncak Milad PKS

02 Mei 2007 (09.00-17.00 WIB):
Pemberian Kado untuk guru (HardikNas)

Technorati icon

PKS StoryWirausaha Indonesia





Kamis, 15 Maret 2007

HNW : Bayar Ganti Rugi Korban Lapindo

Hidayat Nurwahid: Korban Lapindo Bukti Tobat Nasional

Surabaya (ANTARA News) - Mantan Presiden DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Dr HM Hidayat Nurwahid MA menilai pembayaran ganti rugi kepada korban lumpur panas di kawasan eksplorasi Lapindo Brantas Inc akan menjadi bukti keseriusan dari taubat nasional.

"Bukti keseriusan dari taubat nasional itu kalau korban Lapindo mendapatkan pembayaran ganti rugi," ujarnya usai berbicara pada Tabligh Akbar dalam rangkaian Milad Nasional ke-43 Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di Surabaya, Kamis.

Menurut Ketua MPR RI itu, taubat nasional yang diinstruksikan pemerintah melalui sholat taubat terkait bencana alam yang bertubi-tubi pada akhir-akhir ini, takkan bermakna bila pembayaran ganti rugi kepada korban lumpur saja tidak ada.

"Bukti konkret dari keseriusan kita dalam taubat nasional itu, ya bayarkan saja kepada korban lumpur yang memang sudah ada kesepakatan dengan Lapindo untuk cash and carry (warga empat desa di Siring, Renokenongo, Jatirejo, Kedungbendo)," tegasnya.

Untuk warga dari desa yang belum ada kesepakatan (warga Perumahan Tanggulangin Anggun Sejahtera atau Perum TAS I Sidoarjo) harus ada pembahasan untuk mencapai kesepakatan.

Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof Dr HM Din Syamsudin MA memberikan beasiswa bagi pembayaran uang sekolah selama satu tahu untuk 500 anak korban lumpur Lapinddo.

"Dari jumlah anak yang mendapatkan beasiswa Muhammadiyah tersebut, dimungkinkan akan ditambah, tapi akan dikoordinasikan dengan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur," ujarnya dalam kunjungan ke korban semburan lumpur Lapindo di Porong.(*)

Copyright © 2007 ANTARA

Technorati icon

Muslim Mobile MediaWirausaha Indonesia


Banner 10000006button

Rabu, 14 Maret 2007

PKS Milad ke-9 " Bersama PKS Melayani Bangsa"

Milad Ke-9 PKS
DPP Bentuk Kepanitiaan Milad

Memperingati lahirnya partai dakwah di era 90-an, kembali Partai Keadilan Sejahtera ber-”unjuk rasa”. Berbagai macam kegiatan telah dirancang dalam rangka peningkatan pembinaan dan pelayanan terhadap ummat dan bangsa. Serangkaian acara Milad Ke-9 PKS yang akan mengikutsertakan seluruh kader dan simpatisan itu, akan digelar pada bulan April.

PK-Sejahtera Online: Menjelang peringatan hari jadinya yang jatuh pada 20 April, Dewan Pengurus Pusat Partai Keadilan Sejahtera (DPP PKS) telah membentuk Kepanitian Milad Ke-9.

Acara yang mengambil tema ”Bersama PKS Melayani Bangsa” serentak dilaksanakan pada April 2007 di seluruh Indonesia. Berbagai acara yang bersifat pelayanan pun digelar.

Panitia milad yang baru dibentuk tak kurang dari sebulan yang lalu pun bersegera menggelar rapat marathon. Tak jarang para penggagas acara tahunan itu pun sering pulang larut malam. ”Kalau perlu seminggu tiga kali rapat!”cetus salah seorang panitia. Dan rapat pun digelar.

Baru tiga kali rapat, dengan tenaga yang masih terbilang minim, panitia milad yang dikomandoi dr Naharus Surur, M.Kes pun langsung tancap gas. Tak kurang dari sepuluh acara besar telah disiapkan, baik nasional maupun lokal. Kegiatan ini rencananya akan digelar serentak di seluruh Indonesia ditambah kegiatan sosial di masing-masing wilayah.

Kegiatan itu antara lain, Jalan Sehat Keluarga PKS, Senam Sehat ala PKS, Donor Darah Serentak, PKS Exhibition, PKS Award, Pasar Rakyat, Pemberian Kado untuk Guru dan Buruh serta pemberian beasiswa bagi korban bencana alam.

Pengirim: Mohammad Yusuf
Update: 14/03/2007 Oleh: Mohammad Yusuf
Technorati icon

Muslim Mobile MediaWirausaha Indonesia


Banner 10000006button
Hubungi Kami:

Kantor : Gedung twink Lt 3, Jl Kapten Tendean no. 82, Mampang Prapatan Jakarta Selatan
Telp: 021-73888872/021-70692409

Email : cheriatna@gmail.com




Entri Populer

Info Haji

Biro Travel Haji Plus dan Umroh Prima Saidah