Tampilkan postingan dengan label Tamsil Linrung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tamsil Linrung. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 07 Juni 2008

Profil Legislator PKS Tamsil Linrung, Masuk SD Langsung Kelas 4

Tamsil Linrung, Masuk SD Langsung Kelas 4

Friday, 06 June 2008

TERLAHIR dan dibesarkan dari keluarga guru membuat politikus PKS Tamsil Linrung berprestasi di sekolah.

Saat temanteman sebayanya duduk di kelas 1 SD,Tamsil kecil sudah bisa langsung mengikuti pelajaran anak-anak kelas 4. Saya tidak diterima di kelas satu, tapi langsung kelas 4. Bahkan, sempat duduk di kelas lima sebelum akhirnya dikembalikan lagi ke kelas empat,”sebutnya. Tamsil mengatakan,kemampuannya yang di atas rata-rata teman sepermainannya itu dikarenakan ketika kecil waktu bermainnya lebih banyak dihabiskan dengan ibunya yang seorang guru.

Kebersamaannya itu membuat dia banyak belajar walaupun tidak formal tentang cara membaca dan berhitung. Anggota Komisi IV DPR ini menceritakan,dirinya berasal dari keluarga guru. “Ayah seorang kepala sekolah, ibu mengajar,kakak kandung dan ipar juga seorang pengajar. Jadi, tak heran waktu kecil saya didorong orangtua untuk menjadi guru,”ucapnya.

Menurut dia, profesi guru kini kurang dihargai masyarakat. Padahal, dulu profesi tersebut sangat dihormati masyarakat. Gaji ayahnya yang kecil,nyatanya sangat cukup untuk menghidupi keluarga. Bagaimana tidak, setiap pulang dari sekolah,sepeda ayahnya selalu penuh beban dengan berbagai bahan pangan. “Kalau pulang tuh sepeda penuh bahan makanan.Ayah selalu diminta mampir, lalu para orangtua murid mendesaknya menerima pemberian mereka sebagai bentuk rasa terima kasih.

Dari kelapa,beras, sampai ikan asin selalu jadi buah tangan ayah,” kenangnya. Tapisekarang,perlakuan orangtua banyak sekali bedanya. Terkait dengan cita-cita menjadi guru yang diinginkan orangtuanya, Tamsil mengatakan, takdir mengatakan lain. Kegiatan mahasiswa yang banyak bersentuhan dengan politik membuat Tamsil lebih tertarik untuk menjadi politikus.Waktu jadi mahasiswa di Makassar,Tamsil adalah anggota Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

Menurut dia, “pembelotan” tersebut bukan tanpa proses.Sebelumnya,kegiatan mengajarsempatdilakoninya. “Sempat mengajar SMA,lalu dosen. Mata pelajaran yang saya ajarkan terkait ekonomi misalnya akuntansi,”ucapnya. (m iqbal)

Senin, 26 Maret 2007

Presiden PKS: DPR dan Deplu Harus Panggil Dubes Kanada

DPR dan Departemen Luar Negeri diminta untuk memanggil Duta Besar Kanada untuk agar minta maaf, serta memberikan penjelasan terkait dengan pencekalan yang dilakukan terhadap Anggota FPKS DPR Tamsil Linrung, saat menjalankan kunjungan kerja ke Kanada.

Demikian Presiden PKS Tifatul sembiring usai deklarasi pasangan cagub-Cawagub, di Kantor DPP PKS, Jakarta, Senin(26/3).

"Ini penghinaan terhadap negara, karena beliau (Tamsil) diutus oleh DPR bukan oleh PKS, kami minta Agung Laksono dan Deplu memproses hal ini dan memanggil Dubes Kanada, "ujarnya.

Menurutnya, setiap warga negara sebelum menjadi anggota DPR sudah diteliti oleh pihak kepolisian dan Badan Intelijen Negara bahwa orang yang bersangkutan bersih dari keterlibatan dengan organisasi terlarang.

"Saya sangat menyayangkan tuduhan Kanada itu, karena mereka hanya melihat dan membacanya dari internet, "katanya.

Lebih lanjut Tifatul menegaskan, sangat berlebihan jika organisasi resmi seperti lembaga legislatif Indonesia (DPR) tidak diberikan izin untuk melakukan studi banding mengenai pengelolaan pulau-pulau pesisir karena dianggap berbahaya, padahal warga Kanada diberikan kebebasan mengembangkan investasi di Indonesia.

Ia menjelaskan, sebelum ke Kanada Tamsil ditangkap di Filipina karena dituduh membawa bahan peledak, padahal beliau hanya mampir karena dihubungi oleh rekan bisnisnya sebelum terbang dari Bangkok Ke Singapura, dan hal itu sudah diklarifikasi sehingga Tamsil Linrung dibebaskan.

Tifatul menilai tuduhan yang dikeluarkan Kedutaan Kanada terhadap Anggota FPKS DPR itu terlalu mengada-ada.
eramuslim
PKS StoryWirausaha Indonesia




Tamsil Linrung Ingin Minta Klarifikasi Dubes AS Soal Cekal Dirinya

Anggota DPR Tamsil Linrung menyatakan akan mendatangi Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk Indonesia guna meminta penjelasan terkait pencekalan terhadap dirinya, sehingga batal mengikuti studi banding ke Kanada, Rabu (21/3) lalu.

"Saya akan meminta penjelasan ke Kedubes AS," kata politisi Partai Keadlian Sejahtera (PKS) itu kepada wartawan, di Jakarta, Senin.

Meski yang membatalkan visanya Kedubes Kanada, yang kabarnya mendapat informasi dari internet, Anggota Komisi IV DPR itu menyatakan hal itu pasti memiliki kaitan dengan AS.

Tamsil disebut-sebut masih tercantum di dalam daftar hitam atau lazim disebut Foreign Terorism Organization (FTO) versi AS.

Namun, Tamsil mengaku tidak tahu ketika hal itu ditanyakan kepadanya. "Saya tidak tahu jika masuk daftar hitam versi mereka," katanya.

Oleh karena itu, Tamsil berencana mendatangi Kedubes AS guna menanyakan hal itu. Ia juga akan minta penjelasan soal penyampaian informasi tentang dirinya kepada pihak Kanada yang berujung pada pembatalan visa kunjungan kerjanya.

Sedianya, Tamsil akan berangkat ke Kanada bersama 12 anggota DPR lainnya guna melakukan studi banding menyangkut pembahasan RUU Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil. Kunjungan dijadwalkan berlangsung pada 21-29 Maret 2007.

Di Bandara Soekarno-Hatta, Tamsil ditolak maskapai penerbangan Cathay Pasific dan maskapai itu menyatakan penerbangan Tamsil dibatalkan setelah menghubungi Kedubes Kanada dan AS.

Tamsil menduga pencekalan dirinya terkait tiga kasus lama, yakni ia pernah ditahan di Filipina pada 2002 karena dituduh membawa bahan peledak, dituduh anggota Jamaah Islamiah (JI), serta dituduh terlibat kekerasan di Sulawesi bersama organisasi yang diketuainya, Komite Penanggulang Krisis (Kompak).

"Itu semua alasan lama, tidak `up to date. Bahkan, BIN (Badan Intelijen Negara) era Hendroproyono dan Syamsir Siregar menyatakan saya clear," katanya.

Buktinya, kata Tamsil, dirinya bisa bepergian ke luar negeri pascaperistiwa di Filipina. Negara yang pernah ia kunjungi pascaperistiwa itu antara lain Singapura, Malaysia dan Filipina sendiri.
Antara

PKS StoryWirausaha Indonesia




Minggu, 25 Maret 2007

Cekal Tamsil, Ternyata Permainan CIA

Pencekalan yang dialami anggota Komisi IV DPR asal Fraksi PKS, Tamsil Linrung saat akan berangkat ke Kanada Rabu lalu (21/3) adalah hasil karya operasi intelijen Amerika, CIA (Central Intelligence Agency).

Demikian analisis pengamat intelijen DR AC Manullang saat berbincang melalui telepon dengan Situs Berita Rakyat Merdeka, siang ini (25/3). Dia mengatakan bahwa pencekalan itu bukan terjadi secara tiba-tiba, melainkan sudah dipersiapkan sejak lama.

“Kenapa visanya sudah diberikan, eh sepuluh menit jelang take off malah dibatalkan? Ini kan jelas(CIA) ingin kembali mengobok-obok Islam lewat seorang Tamsil," bebernya.

Ditambahkan bekas Direktur Bakin (Badan Koordinasi Interlijen Negara) itu, CIA berusaha meyakinkan pemerintah Kanada bahwa Tamsil pergi ke Kanada, untuk menemui jaringannya di sana.

"Inilah hasil kerja operasi intelijen CIA karena mereka mau mengobok-obok Islam lagi. Padahal seringkali saya katakan bahwa Jamaah Islamiyah itu bukan teroris. Kalaupun Jamaah Islamiyah itu ada, belum tentu semua anggotanya teroris," ujarnya menjelaskan dasar pencekalan Tamsil.

Bekas pejabat yang fasih Bahasa Jerman itu menambahkan, bukan tidak mungkin ke depan akan ada orang yang berasal dari eksekutif, legislatif dan LSM yang akan mengalami hal serupa dengan Tamsil. "Mereka (CIA) sudah punya daftar nama-namanya," tandasnya. atm
Miol
PKS StoryWirausaha Indonesia




Jumat, 23 Maret 2007

Usir Dubes AS dari Indonesia

Sikap pemerintah Amerika Serikat (AS) yang mencekal anggota DPR Tamsil Linrung merupakan penghinaan terhadap institusi negara dan bangsa Indonesia. Pemerintan harus menjawab sikap AS itu dengan mengusir Dubes AS dari Indonesia.

"Ini penghinaan terhadap institusi dan negara Indonesia. Seorang pejabat negara yang tidak terindikasi apa-apa, lalu dicekal. Untuk menjawab persoalan ini salah satunya adalah mengusir dubes AS dari Tanah Air," kata Wakil Ketua DPR Zaenal Ma'arif saat dihubungi detikcom, Jumat (23/3/2007) .

Zaenal meminta kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk tidak tunduk terhadap sikap AS yang arogan itu dengan mengambil langkah berani mengusir Dubes AS. "Tidak ada alasan lagi. Pemerintah harus berani," ujarnya.

Zaenal tidak heran dengan sikap AS yang mencekal Tamsil Linrung untuk pergi ke Kanada, padahal negara yang berbatasan dengan AS ini punya kedaulatan sendiri dan bukan merupakan bagian dari AS. "Kelakuan AS memang seperti itu. Memang sengaja untuk menunjukkan kesan negara lain gampang diatur," ujarnya.

Detik.com

Politisi PBR ini juga mengatakan, DPR akan bersikap atas sikap AS yang mencekal salah satu anggotanya. "Kita akan bahas dulu dalam rapat pimpinan. Tapi kita akan bersikap," urainya
PKS StoryWirausaha Indonesia




Deplu Di-deadline Klarifikasi Cekal Tamsil 7 Hari

Pencekalan anggota Fraksi PKS Tamsil Linrung oleh Amerika Serikat (AS) berbuntut panjang. Anggota Komisi I DPR Yuddy Chrisnandi memberikan deadline 7 hari pada Deplu untuk mengklarifikasi kasus ini ke Dubes AS dan Kanada.

Jika dalam 7 hari tidak ada tindakan apa pun, Komisi I akan memanggil Menlu.

"Ini sudah pelecehan, tidak hanya pada parlemen, tapi juga bangsa kita. Kita minta Deplu segera klarifikasi. Kalau tidak ada tindak lanjut, kita akan panggil ke Komisi I," cetus Yuddy di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (23/3/2007).

Politisi PG ini geram dengan tindakan pemerintah AS. Menurutnya itu merupakan pelanggaran HAM yang harus dilawan oleh siapa pun. Konvensi PBB tentang hak-hak sipil menyebutkan setiap orang berhak ke mana pun jika sudah memenuhi syarat-syarat yang ditentukan.

"Ini nyata-nyata pelanggaran HAM yang dilakukan Amerika. Orang ini belum terbukti bersalah bahwa terlibat dalam terorisme di pengadilan. Jadi dia punya hak dong seperti warga sipil lainnya," tandas Yuddy.

Menurut Yuddy, momen ini sangat penting bagi pimpinan DPR untuk menunjukkan keberpihakannya pada anggota. DPR harus mengklarifikasi ke Kedubes AS dan Kedubes Kanada, dengan cara melayangkan surat protes
PKS StoryWirausaha Indonesia




Presiden Tifatul: Tamsil Sudah Lolos Verifikasi BIN

Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tifatul Sembiring menyesalkan pencekalan terhadap anggota DPR dari PKS Tamsil Linrung saat hendak ke Kanada dalam rangka studi banding.

Sebab, pencekalan itu dilakukan hanya berdasarkan informasi dari internet yang menyebutkan Tamsil yang menjadi ketua Komite Penanggulangan Krisis (Kompak) terlibat aksi kekerasan di Sulawesi Selatan. “Terlalu gegabah kalau pencekalan itu hanya didasarkan informasi dari internet, ujar Tifatul.

Padahal, sebelum menjadi anggota DPR, Tamsil telah terlebih dahulu melewati proses verifikasi oleh negara, termasuk verifikasi oleh Badan Intelijen Negara (BIN). Calon anggota legislatif harus lolos verifikasi tersebut. “Kanada belum konfirmasi ke BIN, tetapi hanya dari internet, kata.

Tifatul memperoleh informasi bahwa pencekalan yang dilakukan Kanada itu atas permintaan Amerika. “Selama ini kan Kanada menjadi negara bonekanya Amerika, katanya.

PKS, kata dia, belum akan mengeluarkan sikap resmi atas pencekalan yang dilakukan Tamsil. “Kita akan lihat perkembangan dulu, karena ini persoalan DPR. Sebab kepergiaan Tamsil ke Kanada bukan diutus oleh PKS melainkan dalam rangka menjalankan tugas sebagai anggota Dewan, katanya.

Sebab itu, Tifatul meminta DPR memanggil Duta Besar Kanada untuk menjelaskan pencekalan tersebut. “Pencekalan terhadap Tamsil bisa diartikan sebagai pencekalan terhadap DPR, katanya
PKS StoryWirausaha Indonesia




Kanada Lecehkan parlemen Indonesia

Cekal secara tiba-tiba yang dilakukan pihak Kedubes Kanada terhadap anggota DPR dari FPKS saat hendak kunjungan kerja dinilai telah melecehkan parlemen Indonesia.

“Saya dicekal saat hendak menjalankan tugas DPR, tindakan itu merupakan pelecehan terhadap parlemen Indonesia. Pimpinan DPR harus memanggil Kedubes Kanada,” tegas Anggota FPKS Tamsil Linrung kepada okezone di Jakarta, Jumat (23/3/2007).

Tamsil mengaku telah mengirimkan surat kepada pimpinan DPR dan Fraksi PKS terkait pencekalan terhadap dirinya secara tiba-tiba oleh pihak Kedubes Kanada.

“Selain memanggil Kedubes Kanada, pimpinan juga harus memanggil Departemen Luar Negeri untuk menjelaskan hal ini,” katanya.

Sekedar diketahui, Rabu 21 Maret Tamsil dicekal di Bandara Soekarno-Hatta saat hendak melakukan studi banding tentang RUU Pengelolaan Wilayah-Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil di Kanada.

“Ini terjadi setelah mendapat telepon dari Kedubes AS, padahal sebelumnya saya sudah mendapatkan visa dari Kedubes Kanada,” urai Tamsil.

Tamsil dituding memiliki kedekatan dengan organisasi teroris Jemaah Islamiyah dan juga dituding terlibat beberapa tindakan terorisme lainnya.
Okezone
PKS StoryWirausaha Indonesia




DPR Kecam AS Terkait Pencekalan Tamsil Linrung

Anggota Komisi Pertahanan dan Luar Negeri DPR RI, Yudhi Chrisnandi, mengecam tindakan Amerika Serikat yang mencekal anggota DPR RI Tamsil Linrung yang hendak melakukan kunjungan kerja ke Kanada pada 21 Maret 2007.

"Ini sebagai pelecehan dan penghinaan kepada parlemen Indonesia maupun kepada bangsa Indonesia. Kami akan memprotes dan meminta klarifikasi dari Dubes AS," katanya di gedung DPR RI Jakarta, Jumat (23/3).

Ia mengatakan, tindakan Amerika mencekal salah satu anggota DPR RI berkunjung ke Kanada sebagai tindakan yang melanggar HAM. "Ini sangat melukai hati bangsa kita, karena Tamsil belum pernah terbukti melalui pengadilan mengenai keterlibatannya dengan Jemaah Islamiyah," ujarnya.

Ia mengemukakan, Tamsil dicekal saat akan ke Kanada dan bukan ke Amerika Serikat. Karena itu, tindakan Amerika dinilai berlebihan. Oleh karena itu, parlemen Indonesia tidak akan diam menghadapi persolan ini.

"Pimpinan DPR harus meminta klarifikasi dari Dubes AS," tegasnya. Yudhi menambahkan, jika dalam tempo tujuh hari sejak pencekalan dilakukan, belum ada klarifikasi dari Kedubes AS, Komisi I akan mempersoalkan hal ini sebagai persoalan yang serius.

Tamsil Linrung, anggota Komisi IV (Bidang Pertanian, Kehutanan, Perikanan, dan Kelautan) dari Fraksi PKS dicekal di Bandara Soekarno Hatta saat akan naik pesawat menuju Kanada untuk kunjungan kerja bersama 12 orang anggota DPR RI lainnya.

Pembatalan keberangkatan Tamsil hanya sesaat sebelum dia menaiki pesawat Cathay Pacific Airways yang akan membawanya ke Kanada pada pukul 08.00 WIB, Rabu 21 Maret 2007. Tamsil dilarang naik pesawat oleh petugas keamanan bandara yang mendapat instruksi dari Kedubes AS. antara

PKS StoryWirausaha Indonesia




Kronologi Dicekalnya Tamsil Linrung oleh AS

Tamsil Linrung masih 'diincar' AS. Meski kini telah menjadi anggota DPR dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Tamsil masih 'diuber' AS. Untuk ke Kanada saja, AS melarang Tamsil. Pahitnya, Tamsil dicekal saat akan naik ke pesawat Cathay Pacific yang akan membawanya ke Kanada.

Tamsil menceritakan kronologi pencekalan ini kepada detikcom, Jumat (23/3/2007). Kejadian yang membuat kesal Tamsil ini terjadi pada Rabu (21/3/2007) sekitar pukul 08.00 WIB.

Di hari Rabu yang kelabu itu, Tamsil bersama sejumlah anggota DPR berkumpul di Bandara Soekarno-Hatta untuk terbang ke Kanada. Saat boarding, Tamsil tidak menemui masalah. Begitu juga saat melewati pemeriksaan Imigrasi, Tamsil lolos.

Setelah itu, Tamsil pun menuju Lounge Pura Indah yang ada di Terminal 2 D Bandara untuk menunggu panggilan masuk ke dalam pesawat. Saat itu Tamsil juga menunggu proses pengurusan barang bagasi.

Nah, di sinilah kasus pencekalan itu dialaminya. Barang bagasi Tamsil ditolak masuk. Tamsil juga diberi tahu oleh petugas counter Cathay Pacific bahwa Tamsil tidak bisa pergi ke Kanada.

"Petugas counter Cathay Pacific itu mendapat telepon dari Kedubes AS yang meminta tiket atas nama saya dibatalkan," kata mantan pengurus DPP Partai Amanat Nasional (PAN) itu.

Tamsil jelas protes terhadap pelarangan ini. "Bagaimana ini terjadi, visa saya sudah di-ACC oleh Kedubes Kanada kok," ujar Tamsil. Lantas, pihak maskapai pun menginformasikan masalah ini ke Kedubes Kanada. Kedubes Kanada meminta waktu untuk berkoordinasi dengan Kedubes AS selama beberapa menit.

Akhirnya, Tamsil memang tidak boleh terbang ke Kanada. "Saya dikasih nomor HP orang Kedubes Kanada, yang bernama Ms Cindy oleh petugas counter. Saya telepon dia dan dia tidak bisa memberikan penjelasan lewat telepon. Akhirnya kita janjian bertemu langsung," ujar Tamsil.

Tempat yang dipilih adalah Kedubes Kanada. "Setelah saya tidak bisa terbang, saya meninggalkan bandara dan langsung menuju ke Kedubes Kanada dan bertemu Ms Cindy itu," ujar dia.

Dari Cindy, Tamsil mendapat penjelasan mengenai tiga alasan pelarangan dirinya ke Kanada. Tiga alasan itu adalah Tamsil pernah terlibat kasus bahan peledak di Filipina, dituding anggota Jamaah Islamiyah (JI), dan dituding terlibat kerusuhan Sulawesi Tengah.

"Saya tanya dari mana tiga alasan itu. Dia bilang dari internet. Saya tanyakan bagaimana Kanada bisa mempercayai informasi dari internet. Saya juga menanyakan apakah Kanada sudah melakukan koordinasi dengan BIN atau Polri," ujar dia.

Tapi, Tamsil paham dengan sikap Kedubes Kanada. Terakhir, pihak Kedubes Kanada hanya mengkhawatirkan Tamsil bila terjadi apa-apa di Kanada nanti. "Kami tidak ada persoalan dengan Pak Tamsil. Negara kami tidak khawatir Tamsil masuk Kanada. Tapi, yang kami khawatirkan, bila nanti terjadi apa-apa dengan Pak Tamsil," ujar Tamsil menirukan ucapan Cindy.
PKS StoryWirausaha Indonesia




Kamis, 22 Maret 2007

Tamsil Linrung Dicekal

Tamsil Linrung Dicekal 10 Menit Sebelum Take Off,
Anggota Komisi IV DPR Tamsil Linrung mengaku sangat jengkel bercampur kecewa setelah dirinya dinyatakan sebagai anggota jaringan Jamaah Islamiyah oleh pemerintah Amerika Serikat. Akibatnya, ia pun gagal berangkat ke Kanada.

Kepada Situs Berita Rakyat Merdeka, sebelum Jumatan tadi (23/3), Tamsil membeberkan bahwa dirinya akan berangkat bersama 13 orang anggota Komisi IV lainnya untuk studi banding ke Kanada dalam kaitan pembahasan RUU Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau Kecil yang direncanakan sampai tanggal 29 Maret.

Namun, 10 menit sebelum berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng, Tamsil dan rombongan dipanggil untuk memeriksa bagasi. Ternyata setelah cek fisik barang bawaan, barang bawaannya ditolak oleh Cathay Pasific.

Selama mengurus bagasi itu, kata politisi muda PKS ini, ada telepon dari Kedubes AS yang diterima pihak maskapai bahwa keberangkatan Tamsil harus dibatalkan. Pihak Cathay Pasific lalu berkomunikasi dengan pihak Kedubes Kanada.

Saat itu, Tamsil mendesak agar bisa berkomunikasi langsung dengan Kedubes Kanada untuk mencari tahu penolakan keberangakatannya. Dia kemudian menghubungi Cindy, staf Kedubes Kanada, namun tidak mau memberikan alasannya melalui telepon. Cindy mau menjelaskan jika bertemu langsung. Tamsil pun meninggal bandara dan bergegas ke kantor Kedubes Kanada.

Kepada dirinya, Cindy mengatakan permintaan maaf karena Kedubes Kanada membatalkan visanya karena mendapat informasi latar belakang Tamsil dari Kedubes AS. Ia dituding terlibat membawa bahan peledak dan ditangkap kepolisian Philipina.

“Yang bisa melarang saya keluar Indonesia hanya pemerintah Indonesia,” kecam Tamsil.
PKS StoryWirausaha Indonesia




Hubungi Kami:

Kantor : Gedung twink Lt 3, Jl Kapten Tendean no. 82, Mampang Prapatan Jakarta Selatan
Telp: 021-73888872/021-70692409

Email : cheriatna@gmail.com




Entri Populer

Info Haji

Biro Travel Haji Plus dan Umroh Prima Saidah