Arifin Asydhad - detikcom
Jakarta - Sekjen DPP PKS Anis Matta tidak mau berkomentar banyak tentang tuntutan agar PKS menarik dukungan dari koalisi pendukung SBY-JK. Meletakkan suatu penilaian secara objektif kepada pemerintah SBY-JK lebih penting daripada soal keluar koalisi atau tidak. Yang jelas, Anis menilai pemerintahan SBY-JK tidak efektif.
"Menurut saya, wacana keluar dari koalisi tidak lebih penting dari meletakkan suatu penilaian kepada pemerintah SBY. Ini bukan persoalan koalisi dan PKS, ini masalah bangsa. Bahwa pemerintahan SBY telah terbukti tidak efektif," kata Anis Matta saat berbincang-bincang dengan detikcom, Senin (26/2/2007).
Di mata Anis, ada lima faktor yang membuktikan pemerintahan SBY-JK tidak efektif. Pertama, agenda perubahan yang digemborkan SBY terbukti tanpa narasi. Pemerintahan SBY mengusung agenda perubahan tanpa ide yang jelas dan tanpa konsep, termasuk agenda perubahan dalam bidang ekonomi.
Kedua, berkaitan tangung jawab moral. Terlalu banyak kesalahan fatal yang dilakukan pemerintah, namun pemerintah tidak pernah melakukan perbaikan. Sebagai contoh, tidak adanya perbaikan dalam manajemen transportasi. "Kecelakaan transportasi masih terus terjadi, tapi tidak pernah Presiden menegur menterinya," kata Anis.
Anis juga mencontohkan kasus lain, masalah katering haji dan manipulasi data kemiskinan yang disampaikan Presiden Agustus 2006 lalu. "Masalah-masalah ini tidak ada pertanggungjawabannya secara moral," ujar Anis.
Ketiga, orientasi manajemen pencitraan melebihi manajemen kinerja. "Akar permasalahan tidak diselesaikan, tapi selalu diberikan kompensasi, supaya tidak menimbulkan gejolak. Akar masalah tak diselesaikan," kata Anis. Dalam hal ini, Anis mencontohkan kasus pemberian bantuan langsung tunai (BLT) sebagai kompensasi BBM dan pemberian beras untuk orang miskin (raskin). Saat gempa Yogya, Presiden juga memindahkan kantornya ke Yogya. Langkah ini hanya sebagai upaya pencitraan terhadap diri SBY.
Keempat, pemerintahan SBY-JK melakukan orientasi terhadap manajemen konflik, bukan pembentukan building team. Menurut Anis, Presiden tidak membangun sebuah tim yang kokoh. Bahkan dalam banyak hal, Presiden dan Wakil Presiden tidak akur, saling bertabrakan. "Menurut saya, yang dilakukan adalah manajemen konflik sebagai pengendalian transaksi politik dalam koalisi," ujar dia.
Kelima, Pemerintahan SBY lebih berorientasi pada Pemilihan Presiden 2009 dibanding menyelesaikan masalah bangsa. "Yang saya lihat saat ini terjadi orientasi mempertahankan kekuasaan daripada menyelesaikan agenda kerja periode 2004-2009," kata Anis.
Atas lima hal ini, Anis menilai langkah-langkah yang dilakukan SBY lebih berorientasi pada marketing daripada merealisaskan rencana dan program-program kerja. "Jadi, kalau sekarang ini pemerintah (SBY-JK) bisa bertahan, itu bukan karena masyarakat puas, tapi karena ada keinginan kolektif bangsa mempertahankan daur politik, untuk memberi kesempatan hingga akhir periode," jelas dia.
Anis kembali mengulang bahwa masalah PKS berada di dalam koalisi SBY-JK atau tidak tidak terlalu penting. Yang jelas, Anis menilai bahwa saat ini pemerintahan SBY-JK tidak efektif. Dan inilah yang dirasakan oleh kader-kader PKS, termasuk di daerah.
Muslim Mobile Media
| Dapatkan PKS Toolbar Di sini: Gratis |

Tidak ada komentar:
Posting Komentar