Selasa, 20 Maret 2007

Nonton Unyil Lagi Yuk !

Metamorfosis dari Si Unyil

Tokoh seperti Pak Raden, Pak Ogah, dan Usro, masih tetap memperkuat tayangan ini.

Masih ingat dengan tayangan boneka Si Unyil? Tontonan anak-anak yang pernah beken di dekade 1980-an di layar kaca TVRI itu sekarang hadir kembali dengan format lebih 'modern'. Laptop Si Unyil, begitulah nama baru dari tayangan yang kali pertama mengudara 19 Maret di layar Trans7 secara stripping, dari Senin-Jumat, di Trans7.

Dewi Laila, associate producer program Laptop Si Unyil, menjelaskan, program ini untuk memenuhi komitmen kepada masyarakat menghadirkan acara-acara yang cerdas, tajam, menghibur, dan membumi. Dia mengklaim Laptop Si Unyil yang hadir secara stripping, dari Senin-Jumat, ini, merupakan program baru yang informatif dan edukatif khusus untuk anak-anak.

''Program ini memberikan pendidikan kepada anak dengan cara menjelaskan mengenai segala sesuatu hal secara mudah, menarik, dan lugas. Dengan gaya bertutur yang sederhana, program ini disajikan sesuai dengan kapasitas dan daya pikir anak yang juga masih sangat sederhana,'' tutur Dewi kepada Republika.

Dalam program berdurasi setengah jam itu, laptop merupakan simbolisasi modernitas zaman. Laptop ini, kata Dewi, akan menjadi sebuah media untuk menjawab beragam persoalan yang dihadapi oleh si Unyil. Laptop ini ibarat kantung ajaib Doraemon. Doraemon merupakan salah satu program anak-anak asal Jepang yang pernah populer di era 1990-an. ''Hampir mirip seperti itu,'' kata Dewi menjelaskan.

Dengan hadirnya laptop, lanjut dia, maka program ini dapat membahas benda-benda yang ada di sekitar masyarakat secara lengkap. Mulai dari sejarah dan asal-usul benda, proses pembuatannya, permainan anak, kerajinan tangan, perjalanan, sampai dengan uji ilmiah yang berkaitan dengan benda tersebut.

Untuk menjelaskan berbagai persoalan yang ada di masyarakat itu, si Unyil pun dihadirkan secara nyata. Di sini, kata Dewi, Si Unyil akan mengajak para anak yang menjadi segmentasi utamanya, untuk melihat dari dekat persoalan keseharian anak-anak.

Selain hadir ke dalam dunia nyata, program ini tetap tidak meninggalkan pakem awalnya. Untuk pembukaan (opening) dan penutup closing), Dewi menjelaskan, tampilannya masih di panggung boneka. Dalam panggung boneka itu akan hadir sejumlah karakter lawas yang sudah dikenal.

Di antaranya, Pak Raden, sosok ningrat yang terkenal sangat pelit. Kemudian Pak Ogah, malas dan berpenampilan botak. Selanjutnya ada juga rekan-rekan Unyil seperti Usro dan Melanie. ''Kami berharap tayangan ini bisa menjadi program yang cerdas untuk anak-anak sekaligus menghibur dan menjadi ajang bernostalgia bagi para orang tua,'' tutur Dewi kembali.

Kontrak PFN
Hadirnya sosok Unyil di layar kaca Trans7 ini, ternyata bukanlah hal mudah. Dewi menjelaskan, pihaknya harus membeli dahulu right (hak) program ini kepada lembaga Pusat Film Nasional yang menjadi pemilik lisensi Si Unyil. ''Dalam tahap awal ini kita sudah melakukan kontrak selama satu tahun untuk penayangan secara stripping dari Senin sampai Jumat,'' tuturnya.

Sedangkan dalam rancangan bisnisnya, Dewi juga mengungkapkan, sekitar 2-3 bulan mendatang, program Si Unyil ini akan ditambah lagi sehari waktu penayangannya hingga Ahad. Namun, untuk durasinya tetap selama setengah jam. Keyakinan yang begitu besar itu, kata dia, tak lepas dari respons yang sudah beredar di sejumlah mailing list. ''Selain itu juga kami melihat program ini memang sudah cukup kuat untu anak-anak.'' akb
( )
Republika

Technorati icon

PKS StoryWirausaha Indonesia





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hubungi Kami:

Kantor : Gedung twink Lt 3, Jl Kapten Tendean no. 82, Mampang Prapatan Jakarta Selatan
Telp: 021-73888872/021-70692409

Email : cheriatna@gmail.com




Entri Populer

Info Haji

Biro Travel Haji Plus dan Umroh Prima Saidah