Minggu, 01 April 2007

Korban Lumpur Lapindo Gelar Sweeping

Warga korban lumpur Lapindo asal Kelurahan Siring, sidoarjo, Jawa Timur, ricuh dengan pengemudi dump truck yang mengangkut material untuk pembuatan tanggul di sisi timur rel kereta api (KA). Hingga ahad (1/4) siang, sudah lebih dari 20 unit dump truck yang terkena sweeping warga.

Meski sudah berhasil meminta agar dump truck yang sedang berupaya melakukan pengurukan di sebelah timur rel KA dihentikan, tetapi ada juga yang tetap berusaha masuk menerobos kerumunan warga di kawasan Tugu Kuning. Setidaknya ada enam unit truk yang berhasil menerobos masuk.

Seorang tokoh warga Siring, Joko Supratowo, menyatakan, selain warga akan tetap bertahan di tenda dekat dengan Tugu Kuning, aksi mereka juga akan dilanjutkan dengan sweeping terhadap truk yang menuju ke pembuatan tanggul di selatan bekas jembatan tol Porong. Menurut dia, aksi itu tidak hanya untuk mendapatkan kepastian pembayaran ganti rugi dari Lapindo Brantas Incorporated melalui PT Minarak Lapindo Jaya (MLJ), tetapi sekaligus ingin menegakkan kewibawaan Presiden RI.

''Presiden menyatakan warga korban lumpur setidaknya pada akhir Maret akan dibayar ganti ruginya minimal senilai 20 persen, sebagai uang muka. Namun hingga memasuki April warga masih belum mendapatkan pembayaran ganti rugi,'' katanya. Warga juga masih akan bertahan di Tugu Kuning. Rencananya, akan membangun satu tenda lagi untuk menampung warga Siring lainnya yang belum bergabung. Selain itu, warga akan membangun dapur umum.

Terus meluber
Sementara itum Jalan Raya Porong arah Surabaya/Sidoarjo menuju ke Pasuruan/Malang, sampai kemarin, terus dibajiri lumpur Lapindo, sehingga sampai petang harinya masih ditutup. Genangan lumpur di akses jalan utama ini, setelah jalan tol ruas Porong-Gempol ditenggelamkan lumpur panas, terjadi akibat tanggul di Desa Siring, Jumat (30/03) malam, meluber atau over topping.

Selain menggenangi jalan Raya Porong, lumpur juga merendam rel kereta api. Upaya penanggulan yang dilakukan Timnas Penanggulangan Semburan Lumpur di Sidoarjo (PSLS) dengan mengerahkan dua ekskavator dan beberapa dump truck maupun buldozer hingga Ahad petang kemarin, belum juga mampu menghambat laju lumpur panas ke badan Jalan Raya Porong.

Apalagi pada siang hingga petang itu, hujan cukup deras melanda kawasan Porong. Dampak luberan lumpur tersebut, akses jalan menuju Malang dari Surabaya khusus untuk roda empat sementara dialihkan menuju jalan alternatif Krian Mojosari lanjut ke Japanan. Namun bagi roda dua disalurkan ke jalur kanan dari arah Surabaya yang dibuat 'contra flow', sehingga terjadi penumpukan kendaraan di jalur tersebut.

''Lajur menuju Malang akan dibuka kembali kalau Timnas menyatakan akses jalan telah siap, dan lumpur yang mengenangi badan jalan sudah tidak ada,'' ucap Kasatlantas Polres Sidoarjo, AKP Andi Yulianto. Untuk mengamankan dan membantu kelancaran lalu lintas pascamelubernya lumpur ke badan jalan, 40 anggota Polres Sidoarjo dikerahkan. Mereka disebar di berbagai titik, di antaranya Tanggulangin, rel KA, Polsek, Tol Porong, maupun Tugu Kuning.Republika
Blogger Indonesia PKS Success Story

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hubungi Kami:

Kantor : Gedung twink Lt 3, Jl Kapten Tendean no. 82, Mampang Prapatan Jakarta Selatan
Telp: 021-73888872/021-70692409

Email : cheriatna@gmail.com




Entri Populer

Info Haji

Biro Travel Haji Plus dan Umroh Prima Saidah